DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 29_s3


__ADS_3

Revan pun tersenyum dan kemudian menggenggam tangan Fani..


"Terima kasih ya Sayang, kamu memang wanita yang terbaik. Mas bisa minta tolong panggilan Salsa biar Mas bicarakan hal ini sama dia."ucap Revan sembari tersenyum...


Fani pun menatap sang suami dan kemudian mengangguk..


"Iya Mas ya sudah tunggu sebentar biar aku panggil Salsa dahulu.Mas tadi Kak Lian kirim pesan katanya beberapa hari lagi keluarga Mas Amar mau datang untuk melamar Salsa. Ya sudah aku panggilkan Salsa sekarang."ucap Fani sembari tersenyum..


Revan pun berfikir keras bagaimana cara dia menjelaskan kepada Salsa perihal kebenarnya bahwa Revan bukanlah kakak kandung Salsa..


Tak lama kemudian Salsa masuk ke dalam kamar Revan..


tok...tok...tok...


Revan pun terhentak dari lamunannya ketika pintu kamarnya di ketuk oleh seseorang..


"Iya masuk Sa..."ucap Revan sembari membenarkan duduknya..

__ADS_1


Salsa pun langsung masuk kekamar sang kakak dan kemudian menyapa sang kakak, ada perasaan takut dan sebagainya di benak Salsa menyampur menjadi satu..


"Ada apa Mas?kata Mbk Fani Mas panggil aku?"tanya Salsa sembari menatap kearah Revan..


Revan pun tersenyum dan kemudian menyuruh Salsa untuk duduk..


"Duduk Sa,ada yang mau Mas kasih tahu.." ucap Revan sembari menepuk sofa di sebelahnya..


Dalam hati Salsa sudah berfikir hal yang aneh aneh apa mungkin Mas Revan akan marah kepadanya..


"Iya Mas ada apa?" tanya Salsa yang masih penasaran dengan apa yang mau di bicarakan oleh sang Kakak..


Revan pun tersenyum dan kemudian mulai menjelaskan maksud dan tujuannya memanggil sang adik..


"Sa ada yang mau Mas sampaikan,,mungkin sebentar lagi kamu juga akan menikah dan Mas sangat ingin agar kamu bahagia. Tapi ada satu hal yang Mas harus kasih tahu ke kamu Sa,sebenarnya Mas itu bukanlah kakak kandung kamu."ucap Revan lirih..


Salsa kaget lalu menangis setelah mendengar ucapan sang Kakak karena bagi Salsa,Revan adalah kakak terbaik yang dia punya..

__ADS_1


"Mas jangan bohongi aku Mas."ucap Salsa sembari menatap mata Revan..


Revan pun menjelaskan bahwa sebenarnya Revan hanyalah anak angkat dari Ayah dan Ibu mereka tepatnya Revan adalah anak dari sahabat sang Ayah karena kedua orang tua Revan meninggal akibat kecelakaan dan pada akhirnya orang tua Salsa mengadopsinya..


Revan pun menjelaskan sembari menitikan airmata Revan sedih dan tak berharap kalau Salsa marah dan justru membenci dirinya..


"Maafkan Mas Sa, tapi perlu kamu tahu Mas itu sangat menyayangimu melebihi nyawa kakak sendiri." ucap Revan sembari menitipkan airmata..


Salsa pun hanya terdiam dan kemudian tersenyum..


"Aku gak perduli kakak itu kakak kandungku atau bukan, yang pasti kakak adalah kakak terbaik yang Salsa miliki. Dan Salsa akan tetap menganggap kakak sebagai kakak kandungku sampai kapanpun karena kakak adalah kakak terbaik di dunia yang pernah Salsa temui.."ucap Salsa sembari memeluk Revan tak terasa airmata keduanya sama sama menetes dengan derasnya..


Fani yang tanpa sengaja mendengarkan pembicaraan mereka pun ikut bersedih ketika melihat mereka berdua yang begitu dekat. Fani jadi mengingat Berlian yang begitu sangat tulus menyayangi nya dan Fani merasa bersyukur karena mendapatkan kasih sayang yang begitu besar dari Berlian..


Tak terasa airmata Fani pun ikut menetes melihat Revan dan Salsa yang sedang saling peluk karena mereka memang memiliki ikatan batin yang luar biasa..


"Alhamdulillah jika Salsa bisa menerimanya dengan baik karena hal ini bukan hal yang sepele. Tapi alhamdulillah semuanya baik baik saja.."ucap Fani sembari tersenyum..

__ADS_1


__ADS_2