
Amar masih berada di rumah sakit, Amar masih enggan untuk kembali ke perusahaannya dan Amar masih merasa betah berada di dekat sang adik..
"Mas ada perlu apa lagi? Aku masih banyak pasien gak mungkin juga kan Mas mau disini sendiri.." ucap Graha sembari tertawa..
Amar masih saja duduk di tempatnya dan otaknya masih saja berfikir keras untuk mencari cara mengungkapkan perasaan nya kepada Salsa..
"Kamu gak ngerti banget si Gra aku masih bingung ini gimana caranya ngomong sama Salsa bahwa aku suka sama dia." ucap Amar sembari menatap Graha..
Graha pun tertawa setelah mendengar ucapan sang kakak yang menurutnya sangat konyol..
"Mas,, Mas itu sudah pernah menikah sampai dua kali loh kenapa sekarang mendadak sudah menahlukan hati seorang polwan cantik yang menurutku dia juga punya perasaan yang sama terhadapmu.." ucap Graha sembari tertawa geli setelah mendengar ucapan sang kakak..
Amar pun merasa malu di hadapan Graha. Walaupun dulu dia menikahi Berlian itu dasar dari perjodohan namun saat Amar menikahi Fani itu entah dasar apa..
"Kamu itu bikin Mas malu aja udah ah aku mau balik ke kantor dulu ya. Oh iya nanti malam aku mau ke rumah ya bilang sama Lian aku mau numpang makan.." ucap Amar sembari berlalu pergi meninggalkan Graha yang belum menjawab ucapan Amar..
__ADS_1
Graha pun hanya bisa menggeleng sembari menyaksikan Amar yang berlalu pergi meninggalkannya..
"Mas,, Mas kamu itu lucu, jatuh cinta tapi malu untuk mengungkapkannya. Aku saja yang sekali jatuh cinta rela menunggu bertahun tahun demi mendapatkan hati dan cinta Berlian, kamu kok menyerah sebelum berjuang.." ucap Graha sbari tertawa..
🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂
Di lain tempat..
Berlian dan Opa Rahman telah sampai di rumah Kakek Sandy. Dan Berlian melihat ada mobil milik Ayah Wiguna disana mungkin mereka juga sedang datang untuk berkunjung pikir Berlian..
Berlian memencet bel dan tak lama kemudian seorang wanita paruh baya yang tak asing buatnya pun keluar dan dia adalah Bunda Hesty.
Opa Rahman pun merasa senang dan beruntung bahwa ternyata Amar selama ini telah di asuh dan di jaga oleh wanita yang sangat baik..
"Kabar Opa sangat baik kamu bagaimana Hesty?" tanya Opa Rahman kembali bertanya..
__ADS_1
"Saya juga baik Opa Alhamdulillah.. Ayo masuk kebetulan kami sedang berkunjung. Eh cucu Nenek cantik banget ayo sini sama Nenek Hesty." ucap Bunda Hesty ketika melihat Cahaya yang berdiri di belakan Berlian.
Opa Rahman dan Berlian pun masuk mengikuti Bunda Hesty dan Aya..
Ayah Wiguna dan Kakek Sandy sangat senang melihat kedatangan Cahaya..
"Cicit Kakek berkunjung, udah gede ya cantik lagi persis seperti Bundanya." ucap Kakek Sandy sembari mengelus rambut Cahaya..
Ayah Wiguna pun tak mau kalah, beliau langsung mendekati Aya yang masih berdiri dekat Bunda Hesty.
"Cucu Kakek cantik banget, sini sama Kakek, Kakek kangen sama Cahaya." ucap Ayah Wiguna kemudian langsung menggendong Cahaya..
Sebelumnya Ayah Wiguna telah menyapa Opa Rahman dan juga Berlian. Dan Kakek Sandy nampak senang ketika Opa Rahman dan Berlian datang untuk mengunjunginya..
Opa Rahman dan juga Kakek Sandy sedang asik mengobrol dan Ayah Wiguna juga sedang adik bermain dengan Cahaya. Kini tinggal Berlian dan juga Bunda Hesty yang masih duduk di sofa, kemudian datanglah inisiatif mereka untuk memasak dan makan siang bersama..
__ADS_1
Bunda Hesty mengajak Berlian untuk memasak tentu saja Berlian dengan antusis mengiyakan ajakan dang mantan Mertua..
Berlian dan Bunda Hesty asik meyiapakan makan siang, mereka memasak berbagai makanan dan keduanya pun tertawa bersama sembari mengingat masa masa dulu di mana Berlian masih menjadi menantunya..