DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 15_s3


__ADS_3

Berlian mengetuk pintu rumah Fani, dan tak lama kemudian Fani datang untuk membukakan pintu..


"Ka Lian.." ucap Fani sembari memeluk Berlian..


"Fan kamu apa kabar?" tanya Berlian sembari tersenyum..


Fani pun melepas pelukannya lalu menatap kearah Berlian..


"Kabar aku baik Fan, kamu sendiri bagaimana?tanya Fani sembari melihat Aya yang berada di sebelah Berlian lalu berjongkok untuk memberi ciuman manis kepada keponakannya tersebut..


Fani mencium kening Aya lalu memeluknya..


"Keponakan Tante cantik banget ayo masuk main sama Vano." ucap Fani sembari menuntun tangan Aya dan membawanya masuk kedalam rumahnya..


Bunda Risa yang melihat Berlian dan juga Aya datang beliau langsung senang..


"Sayang.. Bunda kangen deh sama kamu? Sudah lama kamu gak mrnungunjungi Bunda, Sayang bagaimana kabarmu dan bagaimana kabar Graha suamimu?" tanya Bunda Risa yang ingin tahu semuanya..

__ADS_1


Berlian tersenyum dan kemaudian memberikan dalam tak lupa juga untuk mencium tangan Bunda Risa..


"Bunda kabar Lian baik bahkan sangat baik, Mas Graha juga baik terus kabar Bunda bagaimana?"tanya Berlian sembari tersenyum dan kemudian memeluk Bunda Risa..


Setelah selesai berbincang kini Bunda Risa dan langsung duduk bersama di sana terlihat Aya dan Vano sedang bermain bersama..


"Bunda sangat senang deh kamu mengunjungi Bunda,, kamu tahu Lian, Bunda baru saja ingin mengajak Fani untuk mengunjungimu tapi ternyata malah kamu sudah mengunjungi Bunda. Lihatlah Aya dan Vano mereka itu akur banget seperti kakak sama adik.." ucap Bunda Risa sembari tersenyum menatap kearah Vano dan Aya..


Berlian pun tersenyum dan juga sangat senang karena bisa melihat Aya sebahagia karena bisa bermain dengan anak yang sebaya..


"Iya Bunda lihatlah Aya terlihat sangat bahagia.." ucap Berlian sembari menatap kembali kepada dua anak kecil yang sedang bermain...


"Kenapa ini Bunda dan Kak Lian kok senang banget, kasih tahu dong ada apa?" tanya Fani yang tiba tiba datang membawa teh dan juga beberapa cemilan..


Berlian pun tersenyum dan menatap kearah Fani, Fani juga nampak senang melihat Aya bermain dengan Vano. Fani memang tak bisa mempunyai anak yang lahir dari rahimnya namun Fani juga sangat bersyukur karena bisa memiliki anak sambung seperti Vano.


Fani teramat sangat menyayangi Vano terlebih lagi kepada Revan yang kini telah menjadi suaminya...

__ADS_1


Berlian menatap Fani yang sedang memikirkan sesuatu..


"Fan,, Mas Revan kemana?" tanya Berlian yang menanyakan keberadaan Revan suaminya.


Fani menatap kearah Berlian dan tersenyum..


"Mas Revan berada di showroom Kak, katanya hari ini sibuk banget jadi tadi pagi pagi Mas Revan susah berangkat." ucap Fani menjelaskan..


Bunda Risa membiarkan Fani dan Berlian berbincang berdua, Bunda Risa lebih memilih untuk bermain dengan kedua cucunya.


"Ya sudah kalian berbincang lah Bunda mau main sama cucu cucu Bunda.." ucap Bunda Risa sembari pergi berlalu meninggalkan Berlian dan Fani..


Berlian dan Fani kembali berbincang kali ini mereka membahas tentang Amar dan Salsa.


"Kak kamu tahu gak kalau Mas Amar dan Salsa sudah jadian?" ucap Fani yang memberi tahu kalau kini Amar dan Salsa telah berhubungan..


Berlian yang sedang menikmati teh yang di sediakan Fani pun menjadi tercengang..

__ADS_1


"Kamu benaran Fan, ya bagus lah kalau mereka bersama karena Kakak juga melihat mereka itu sama sama tertarik. Dan semoga kelak Mas Amar dan Salsa akan mendapatkan kebahagiaan." ucap Berlian sembari tersenyum..


Fani dan Berlian yang pernah menjadi istri Amar pun mendukung 100% hubunga Amar dan Salsa karena menurut mereka Salsa dan Amar sama sama saling mencintai dan mereka juga pasangan yang serasi..


__ADS_2