
Fakta baru di dapatkan oleh Graha mengenai Amar.
Orang kepercayaan Graha memberitahu bahwa Amar adalah anak angkat pasangan Alamsyah dan Hesti.
Graha begitu tercengang ketika mendengar kabar itu?.
"Apakah ucapan kamu bisa di pegang kebenarannya?"tanya Graha dengan serius..
Seseorang yang diperintahkan untuk mencari informasi telah menemukan sebuah fakta baru mengenai Amar.
"Benar Bos, dia adalah anak angkat dari pasangan Alam dan Hesti karena mereka sendiri mandul dan tak dapat memiliki keturunan." ucap Wildan orang kepercayaan Graha..
"Baiklah cari informasi lebih banyak lagi tentang keluarga itu." perintah Graha kepada Wildan.
"Baiklah Bos." ucap Wildan kemudian memutuskan sambungan telfon nya...
Berlian yang kini melihat ke arah sang suami pun menjadi bertanya tanya tentang siapa yang telah menelfonnya karena raut wajah sang suami berubah..
"Mas siapa yang menelfonmu? Apa kamu baik baik saja?" tanya Berlian sedikit menyelidik.
"Tadi Wildan sayang orang kepercayaan Mas, biasa ini mengenai pekerjaan." ucap Graha sedikit berbohong.
__ADS_1
Graha tak ingin jika Berlian menjadi berfikir yang bukan bukan jika tahu bahwa dirinya sedang menyelidiki sang mantan suaminya..
"Baiklah kalau gitu, ayo kita pulang kasihan Aya." ucap Berlian dengan lirih karena bayu mungil itu telah tertidur dengan pulasnya di gendongan Berlian pasca di imunisasi.
Graha kemudian tersenyum..
"Baiklah istriku, sini biar baby Mas aja uang gendong takut kamu cape." ucap Graha dengan tersenyum..
"Mas mau Ayavbangun terus nangis? Udah gak apa apa kok aku gak cape Mas." ucap Berlian menolak dengan lembut...
"Baiklah ayo kita pulang." ucap Graha srmabri menggandeng bahu sang istri..
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
"Apa yang kamu dapatkan Hen?" tanya Opa Rahman dengan tersenyum..
"Begini Opa, ternyata Amar hanyalah anak angkat dari Tuan Alam dan Nyonya Hesti." ucap Hendrawan dengan lirih, mereka tak dapat memiliki keturunan dan anaknya itu mereka adopsi semenjak umur satu tahun." jelas Hendrawan.
Opa Rahman diam sejenak..
"Kenapa umur anak itu sama dengan umur Grahadi waktu hilang? Apakah Amar itu Grahadi cucuku?" ucap Opa Rahman dalam hatinya.
__ADS_1
"Tuan anda baik baik saja?" tanya Hendrawan yang nampak khawatir.
Opa Rahman menatap ke arah Hendrawan.
"Cari informasi tentang anak itu, dan aku ingin kabar baiknya." ucap Opa Rahman sembari pergi...
"Baik Opa, saya akan memberikan informasi seperti yang Opa mau." jelas Hendrawan dengan penuh rasa hormat..
Setelah itu Opa Rahman pergi meninggalkan Hendrawan di ruang tamu rumahnya dan Opa Rahman kembali kedalam kamarnya kemudian menarik laci nakas kamarnya mengambil sebuah bingkai yang berisi foto Maheswari dan Grahadi waktu baru lahir..
"Ayah janji akan menemukan putramu anakku, kamu harus tenang disana. Ayah janji Ayah akan menyatukan kembali Graha dan Grahadi sebagai kakak dan adik." ucap Opa Rahman sembari menitikan airmata mengingat bagaimana syoknya sang anak waktu kehilangan Grahadi..
Graha dan Berlian baru sampai di rumah mereka, Graha sempat bertemu dengan Om Hendrawan orang kepercayaannya sang Opa..
"Om, ada apa Om kesini? Apa Opa memanggil Om?" tanya Graha sembari menjabat tangan orang yang selalu berjasa untuk keluarganya...
Hendrawan tersenyum kearah Graha dan Berlian..
"Iya Nak Graha ada pekerjaan yanv harus di kerjakan sehingga beliau menyuruh saya kemari." ucap Hendrawan dengan penuh rasa hormat...
"Baiklah Om kalau begitu." ucap Graha pelan...
__ADS_1
"Sudah siang Nak Graha saya pamit dulu masih banyak hal yang harus saya lakukan." ucap Hendrawan undur diri..
Setelah Hendrawan pergi banyak pertanyaan yang kembali muncul didalam fikiran Graha, ada sesuatu hal yang Opa sembunyikan selama ini tapi tentang apa?