DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 75_s2


__ADS_3

Tuan Sandy seperti mempunyai rencana yang jahat terhadap Graha karena telah memasukan cucunya kedalam penjara.


"Kau tunggu saja Graha dan Opamu akan mendapatkan akibatnya, dan jangan berharap aku akan memberitahu kalian bahwa Amar adalah Grahadi." ucap Tuan Sandy dalam pikirannya...


Sedangkan Ayah Wiguna merasa cemas,dia tahu bahwa sang Ayah memiliki rencana yang gak baik buat Graha dan Berlian..


"Ayah sudahlah jangan bertindak kegabah, ini juga atas keinginan Amar." ucap Ayah Wiguna dengan suara yang lirih...


Tuan Sandy menatap ke arah sang putra dengan tatapan yang mengancam.


"Kamu diam saja, ini urusan Ayah kamu terima beres." ucapnya dengan diiringi tawa..


Tuan Wiguna semakin khawatir mendengar ucapan sang Ayah..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Di lain tempat Berlian dan Graha sedang merasakan bahagia yang tiada tara dimana mereka akan segera memiliki anak...


"Terima kasih ya sayang kamu akan segera memberiku harta yang tak ternilai harganya.." ucap Graha ketika hendak mengantar Berlian pulang..


Berlian tersenyum bahagia melihat raut bahagia di wajah sang suami..


"Sayang apa kamu bahagia." tanya Berlian dengan tiba tiba...

__ADS_1


Graha menatap ke arah Berlian dan tersenyum..


"Jika istriku bahagia kenapa aku harus bersedih, ingat ya sayang sedihmu adalah sedihku dan bahagiamu adalah prioritas ku." ucap Graha dengan mencubit hidung sang istri..


Kebahagiaan terpancar diraut wajah keduanya, dan tak terasa mereka pun telah samapi di rumah mereka dan di sambut oleh sang Opa..


"Bagimana Gra apa Lian benar benar hamil?" tanya sang Opa dengan antusias..


Graha diam saja kemudian pura pura bersedih dan langsung masuk kedalam rumah..


Opa Rahman merasa bingung dan kemudian menyusul sang cucu masuk sementara Berlian tertawa heli melihat keduanya.


Opa Rahman duduk di sebelah sang cucu sembari menyentuh pundaknya...


"Opaaaaa.. Sebentar lagi Opa akan mempunyai cicit." ucap Graha dengan tertawa..


Wajah bahagia terpancar dari raut lelaki tua tersebut tak terasa airmatanya menetes membasahi kedua pipinya karena bahagia..


"Benarkah itu Gra, Lian selamat cucuku sayang dan terima kasih kamu telah memberi Opa ini suatu kebahagiaan yang tak dapat di nilai dengan apapun." ucap Opa Rahman dengan mata yang berkaca kaca..


Berlian ikut terharu setelah mendengar ucapan Opa Rahman..


"Iya Opa Lian sangat senang bisa membuat Opa dan Mas Gra bahagia, doain Lian Opa agar bisa menjaga kandungan Lian sampai di lahir nanti." ucap Berlian sembari tersenyum...

__ADS_1


Opa Rahman bangkit dari duduknya kemudian pergi menuju kamarnya untuk mengambil sesuatu...


Tak lama kemudian Opa Rahman kembali dengan membawa sebuah kotak kecil..


"Lian cucuku ini hadiah dari Opa untukmu. Terimalah Opa harap kamu enggak menolaknya." ucap Opa Rahman sembari memberikan kotak kecil berwarna emas itu..


Berlian menatap kearah sang suami untuk meminta persetujuan.


Graha mengangguk menandakan mengizinkan sang istri untuk menerimanya.


"Apa ini Opa?" tanya Berlian sembari membuka kotak tersebut..


Berlian melihat sebuah kalung yang sangat indah berada di dalam kotak tersebut..


Berlian di buat takjub dengan hadiah yang Opa Rahman berikan..


"Opa ini..." ucap Berlian terpotong..


"Kalung itu adalah milik Maheswari Bundanya Graha dan Opa menyimpannya dan baru akan memberikan kepada Istri Graha jika dia telah mengandung, dan kini Opa serahkan kalung itu untukmu cucuku." ucap Opa Rahman pelan..


Berlian sangat bahagia dan tak terasa airmatanya mengalir membasahi kedua pipinya..


"Terima kasih Opa, Lian akan menjaga hadiah ini sebaik mungkin." ucap Berlian dengan mata berkaca kaca..

__ADS_1


Raut bahagia terpancar dari ketiganya dan mereka memutuskan untuk merayakan kehamilan Berlian dengan mengundang anak anak yatim dan orang yang tak mampu kerumah mereka sebagai tanda syukur atas niknat dan berkah yang mereka terima..


__ADS_2