
Graha merasa sangat bahagia karena Berlian mau jika harus memiliki anak lagi, karena menurut pemikiran Graha mungkin dua anak lebih baik..
Sementara itu kini Berlian sedang menikmati udara segar di balkon kamar miliknya dan kemudian Graha datang langsung memeluk Berlian dari belakang...
Berlian kaget karena tiba tiba saja Graha memeluknya dengan sangat erat..
"Mas kenapa Mas, kok malah meluk aku katanya mau berangkat kerja?"tanya Berlian sembari kembalikan badannya.
"Aku masih ingin bersama denganmu Sayang? Aku ingin secepatnya memiliki anak lagi.." ucap Graha sembari mencium kening Berlian dengan lembut..
Berlian tersenyum mendengar ucapan Graha memeng membuat anak sama dengan membuat kue donat tinggal tuang adonan tunggu mengembang dan goreng..
Berlian senyum senyum sendiri mendengar ucapan Graha yang menurutnya itu lucu..
Graha bingung melihat Berlian tertawa..
"Sayang kenapa kamu katawa? Apakah ada yang lucu?" tanya Graha sembari menatap dirinya di kaca jendela..
__ADS_1
Berlian menggeleng dan kemudian tersenyum lagi..
"Habis ucapan kamu itu lucu Mas, masa kamu mau secepatnya punya anak lagi, kan kamu itu dokter kamu tahu mengandung itu butuh waktu 9 bulan dan membuat anak itu gak semudah membuat kue donat." ucap Berlian sembari ketawa..
Graha pun menjadi ikut tertawa karena ucapan Berlian yang memang banar bahwa membuat anak gak semudah membuat kue donat..
"Sayang ih kamu ini ada ada aja, ya sudah aku mau berangkat dulu ya, udah mau telat tapi janji ya nanti malam kita dinner berdua aku kangen suasana romantis sama kamu." ucap Graha sembari mencium kening Berlian..
Berlian pun mengangguk dan kemudian mencium punggung tangan suaminya..
"Kamu hati hati ya Mas, oh iya siang nanti aku mau izin mengunjungi Bunda Risa dan Fani apa Mas mengizinkan?" tanya Berlian sembari menatap sang suami..
Berlian pun mengangguk kemudian bersama sama turun ke lantai bawah untuk sarapan setelah itu mengantar Graha sampai depan pintu..
Graha dan Berlian selalu terlihat romantis dam harmonis karena Graha sendiri adalah orang yang humoris..
"Ya sudah Mas berangkat ya sayang, kamu nanti perginya harus hati hati ya.." ucap Graha sembari membuka pintu mobil miliknya..
__ADS_1
Berlian pun mengangguk dan kemudian Graha pergi ke rumah sakit sementara Berlian membereskan sisa sarapan dan kemudian bersiap untuk mengunjungi Bunda Risa..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Dilain tempat..
Fani yang sedang menemani Vano bermain pun si kejutkan dengan seseorang yang menekan bel dari luar rumahnya. Dia ternyata Amar, Amar yang ingin menjemput Salsa untuk mengantarkannya berangkat kerja..
"Assalamualaikum Fan, bagaimana kabarmu?" tanya Amar ketika yang keluar adalah Fani..
"Waalaikumsalam Mas Amar, kabar aku baik alhamdulillah.." ucap Fani sembari tersenyum..
Tak lama kemudian Salsa keluar dari dalam kamarnya dam melihat Amar telah berada di luar..
"Mas kamu sudah disini? Kok gak masuk aja." ucap Salsa sembari merapikan seragamnya..
Amar pun tersenyum kearah Salsa dan kemudian mengangguk..
__ADS_1
"Iya baru saja sampai dan pintunya saja baru dibuka." ucap Amar sembari menatap Salsa..
"Masuk dulu saja Mas Amar sembari menunggu Salsa siap. Maaf aku mau melihat Mas Revan dulu." ucap Fani sembari pergi meninggalkan Amar yang masih berada di ambang pintu...