DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 22_s3


__ADS_3

Fani merasa bahagia setelah mendengar ucapan Salsa.


"Selamat ya Sa, Mbak senang kalau pada akhirnya kamu bisa mendapatkan restu dari Mas Revan, Mbak tahu kok Mas Amar adalah lelaki yang baik dan Mbk doain semoga hubungan kalian akan segera memasuki jenjang yang lebih serius lagi ya."ucap Fani sembari tersenyum...


Salsa pun tersenyum kemudian memeluk Fani dengan erat..


"Iya Mbak makasih ya, karena Mbak adalah penyemangat aku sekarang." ucap Salsa sembari tersenyum..


Di lain tempat...


Berlian dan Graha sedang menikmati makan siang bersama Amar dan Opa Rahman beserta Aya putri kecil mereka..


Amar pun terlihat bahagia hari itu entah apa yang membuatnya bahagia..


Graha yang melihat Amar senyum senyum sendiri pun akhirnya menegurnya..


"Mas kamu kenapa apa kamu sakit? Sini biar aku periksa kenapa kamu senyum senyum sendiri gak jelas seperti itu?" tanya Graha sembari tersenyum..


Berlian pun menyenggol lengan sang suami, takut takut jika Amar tersinggung dengan ucapan suaminya..


"Mas kamu jangan seperti itu, gak enak sama Mas Amar." ucap Berlian setengah berbisik.

__ADS_1


Amar pun menaikan satu alisnya..


"Gra Mas masih sehat kok jadi gak perlu kamu periksa, lagian juga Mas cuma sedang bahagia kok kamu ini dasar adik yang gak peka." ucap Amar sembari menaikan alisnya...


Opa Rahman pun ikut menimpali ucapan ucapan sang cucu..


"Sudah sudah ini meja makan sebaiknya kita makan dulu, gak baik juga kalau kita ngobrol di depan rezeki yang sedang kita nikmati saat ini." ucap Opa Rahman lirih..


Sontak semua orang terdiam termasuk Aya, Aya hanya asik menikmati makanan yang tersaji di atas piringanya.


Ketika suasana sedang tenang tiba tiba saja Berlian merasakan mual yang sangat luar biasa hal itu membuat Berlian berlari menuju kamar mandi..


"Sayang kamu kenapa?" tanya Graha sembari mengetuk pintu kamar mandi..


Tak ada jawaban dari Berlian, karena rasa mual yang begitu hebat membuat Berlian terus saja muntah..


Graha menjadi sedikit panik setelah mengetuk berapa kali namun Berlian tak memberikan jawaban.


Lima belas menit kemudian Berlian keluar dari dalam kamar mandi, wajah Berlian berubah menjadi pucat..


Graha yang melihat Berlian pucat pun langsung memegang tangannya..

__ADS_1


"Sayang kamu kenapa?" ucap Graha sembari memegang tangan Berlian..


"Gak tahu Mas, tiba tiba saja aku merasakan mual dan kepalaku juga agak pusing." ucap Berlian sembari memegang kepalanya.


Graha pun langsung membawa Berlian kedalam kamar kemudian memeriksanya.


Sementara itu Amar dan Opa Rahman pun ikut panik mereka menunggu Graha yang sedang memeriksa Berlian di dalam kamar mereka..


Wajah Graha berubah berseri seri, setelah memeriksa Berlian, kini Graha memberikan tespek untuk lebih memastikan tentang apa yang dia ketahui..


Berlian yang merasa bingung pun langsung kedalam kamar mandi dan Berlian kaget dan juga sangat senang karena hasilnya adalah garis dua, itu menandakan bahwa Berlian kembali mengandung...


Berlian pun langsung memanggil Graha dan kemudian menunjukan tespek yang dia pegang..


"Mas aku hamil.." ucap Berlian sembari tersenyum..


Graha sangat bahagia karena harapannya untuk memiliki anak lagi kini telah terwujud..


"Apa sayang, kamu hamil. Alhamdulillah kalau begitu.." ucap Graha sembari memeluk Berlian dengan sangat erat..


Rasa bahagia pun dirasakan oleh Berlian dan Graha, mereka lun langsung keluar dan memberikan kabar baik kepada Opa Rahman dan Amar yang sedang menunggu mereka di ruang tamu...

__ADS_1


__ADS_2