DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 26


__ADS_3

Berlian masih berada di rumah sakit untuk menemani Intan..


"Lian kamu pulang saja, nanti suamimu marah sama kamu." ucap Intan merasa gak enak..


"Udah gak apa apa aku enggak akan pulang, aku mau menemanimu disini." ucap Berlian dengan pelan..


"Tapi nanti kamu di marahin sama Mas Amar." ucap Intan mengingatkan..


Berlian berfikir sejenak.


"Ya sudah aku mau telfon Bunda Hesti dulu mau minta izin." ucap Berlian kemudian keluar meninggalkan ruangan Intan..


Dari arah yang berlawanan munculah Dokter yang tadi tak sengaja menabrak Berlian..


"Gadis itu masih di sini? Seandainya aku bisa mengenalnya." ucap Dokter ganteng itu...


"Dokter Graha ngapain anda di sini? dan sedang menyapu siapa?" tanya Dokter Anton sahabat Dokter Graha..


Tubagus Graha Prawira itulah nama lengkap sang dokter yang memiliki hati pada Berlian sejak pandangan pertama..


"Kebiasaan kamu Ton, mengagetkan saja." ucap Graha pelan..


"Habis kau ini masih muda, jomblo terus sekarang tukang curi curi pandang sama.." ucap Anton terpotong setelah melihat wajah cantik Berlian...


Anton melihat Berlian seperti mutiara yang bersinar,


"Cantik.." ucap Anton pelan..


"Kamu ini Ton, nenek nenek aja kamu bilang cantik.." ucap Graha sembari tertawa..

__ADS_1


Sementara itu Berlian menelfon Bunda Hesti untuk meminta izin menginap di rumah sakit.


"Assalamu'alaikum, Bunda." ucap Berlian pelan..


"Waalaikumsalam,sayang kamu dimana kok belum pulang?" tanya Bunda Hesti khawatir.


"Iya Bunda, Berlian ada di rumah sakit, Berlian minta izin untuk menemani Intan disini. Apa Bunda mengizinkan?" ucap Berlian dengan sopan.


Setelah Berlian menjelaskan kondisi Intan, akhirnya Berlian di izinkan untuk menemani Intan di rumah sakit.


"Baiklah kalau begitu gak apa apa sayang, ingat kamu jangan telat makan ya." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum..


"Baiklah terima kasih Bunda." ucap Berlian sembari tersenyum...


🌸🌸🌸


"Kemana kau wanita jelek." ucap Amar dalam hatinya sembari berjalan mondar mandir gak jelas..


Bunda yang melihat Amar pun mendekat ke arahnya..


"Apakah yang sedang kau lakukan putraku?" tanya Bunda Hesti pelan.


Amar menoleh kearah sang Bunda sembari terus menatap ke arah jam dinding..


"Berlian belum juga pulang." ucap Amar pelan..


Bunda Hesti tersenyum, apakah telah ada cinta di hati Amar sehingga dia menjadi seperti itu?


"Malam ini Berlian gak akan pulang?" ucap Bunda Hesti pelan..

__ADS_1


Amar yang mendengar itu langsung menatap ke arah sang Bunda?


"Maksud Bunda apa?" tanya Amar pelan.


Bunda Hesti tersenyum melihat kekhawatiran di mata Amar.


"Intan sahabat Berlian kecelakaan dan dia sekarang di rawat di RS, tadi Berlian sudah menelfon Bunda untuk meminta izin menemani Intan." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum.


"Ya gak bisa gitu dong Bunda, dia kan punya suami mana gak izin aku lagi?" ucap Amar sedikit kesal..


Bunda Hesti tak bisa menahan tawanya lagi..


"Kenapa kamu jadi seperti ini Amar, apa uang telah terjadi? Dia hanya menginap satu malam kamu seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga buat kamu." ucap Bunda Hesti menggoda Amar..


"Bunda ini gak lucu ya." ucap Amar sembari pergi meninggalkan Bundanya karena malu..


Amar menggerutu dalam hati..


"Apa benar kamu menjaga teman kamu, apa sebenarnya dia untukmu sehingga kau tak memperdulikan aku suamimu." ucap Amar dalam hati..


Dari dalam kamar Fani memanggil Amar.


"Sayang kamu dimana?" teriak Fani yang semakin seperti anak kecil.


Amar memasuki kamar miliknya dan kemudian melihat Fani yang hanya mengenakan baju tidur yang super tipis, untuk menggoda Amar.


"Sayang kamu darimana?" ucap Fani sembari bergelayut manja di pundak Amar..


Amar hanya diam saja melihat tingkah Fani, entah kenapa yang ada dalam pikiran Amar hanya Berlian. Dimana dia dengan siapa dia di sana?

__ADS_1


__ADS_2