
Salsa menatap Berlian, mencoba mengingat kembali.
"Sepertinya aku mengenal wanita ini tapi dimana?" ucap Salsa dalam hati..
Kamu Berlian bukan?" tanya Salsa tiba tiba..
Berlian kaget mendengar wanita tadi mengenalnya?
"Iya maaf kamu Salsa siapa?" tanya Berlian masih sedikit bingung...
Salsa kemudian mendekati Berlian. Mereka seumuran dan kini Salsa tak merasa canggung lagi de depan Berlian..
"Kak Lian masa lupa aku Salsa adiknya Mas Revan. Mas Revan yang dulu nyaris menjadi adik ipar kakak." ucap Salsa sembari tertunduk..
Berlian kaget mendengar nama Revan, dan Berlian mulai mengingat kembali kisah terdahulunya. Berlian dan Salsa memang belum pernah bertemu namun Revan selalu bercerita tentang keluarga Fani termasuk tentang Berlian..
"Salsa ya ampun maafkan aku, aku tak mengenalimu sama sekali. Kamu sekarang menjadi seorang polisi?" tanya Berlian tiba tiba..
Salsa tersenyum kemudian mengangguk..
"Iya kak, semenjak dulu Mas Revan di penjarakan karena di fitnah telah membunuh kak Siska, aku bertekad untuk menjadi penegak hukum kak, dan Alhamdulillah sekarang cita citaku tercapai." ucap Salsa sembari tersenyum..
Berlian kemudian menjabat tangan Salsa..
"Selamat ya kamu hebat. Oh iya kamu mau bertemu dengan Mas Graha ya, ayo masuk." ucap Berlian dengan lembut..
Tiba tiba ada suara seseorang dari belakang yang mengagetkan keduanya..
"Siapa yang datang sayang kok lama banget." ucap Graha dengan sedikit kencang..
__ADS_1
Salsa.." ucap Graha pelan..
Berlian dan Salsa sama sama menatap heran kearah Graha..
"Ini Mas, Salsa katanya pengin ketemu sama kamu dan Opa." ucap Berlian sembari tersenyum..
Graha menjadi sedikit cemas takut jika Berlian akan marah dengan kehadiran Salsa..
Salsa seperti mengerti dengan sikap Graha, Salsa menghargai perasaan keduanya.
"Mas Gra bagaimana kabarnya?udah lama tak bertemu denganmu semenjak di penjara waktu itu." ucap Salsa sembari tersenyum..
Berlian mengajak Salsa untuk masuk dan mempersilahkan tamunya untuk duduk kemudian menyuruh sang asisten rumah tangganya untuk membuatkan minuman..
"Aku sama Mas Gra itu dulu satu SMA Kak, Aku adalah juniornya Mas Gra.Saat itu Mas Gra kelas tiga aku kelas satu." ucap Salsa mencoba menjelaskan..
Berlian pun menatap kerah Graha dan mengerti tentang kekhawatirannya..
"Iya sayang.." ucap Graha kemudian mendekat dan duduk disamping sang istri..
"Kalian pasangan yang serasi,, uhh kapan aku dapat jodoh!" pekik Salsa dalam hati dan kini imajinasinya mulai berandai andai..
Berlian menatap kearah suaminya dan kemudian membisikan sesuatu..
"Mas kenapa? Jangan kaku kayak gini Mas ada tamu aku enggak apa apa lagian aku mengenalnya juga.." bisik Berlian di telinga sang suami..
"Kalian saling kenal." ucap Graha tiba tiba..
Salsa menatap heran kearah Graha..
__ADS_1
"Iya Mas Gra, aku mengenal Kak Lian. Walaupun kita belum pernah bertemu sebelumnya tapi Mas Revan selalu bercerita banyak tentang Kak Lian." ucap Salsa membuat Graha sedikit cemburu..
Berlian melihat ada tanda bahaya di mata sang suami..
"Maksud Salsa gini Mas, dulu Mas Revan itu kan hampir menikah dengan adikku Fani. Namun karena sebuah masalah pernikahan mereka gagal dan aku yang menggagalkannya." ucap Berlian sembari menunduk..
Salsa sendiri merasa bingung mendengar kata bahwa Berlian lah yang menggagalkan acara pernikahan itu..
"Karena aku dulu tahu jika Mas Revan telah memiliki kekasih lain dan aku enggak mau jika adikku harus terluka karenanya di kemudian hari. Saat itu aku tak sengaja melihat Mas Revan dengan kekasihnya dan disaat itu aku berkata kepada Mas Revan untuk mengakhiri hubungannya dengan Fani adikku." ucap Berlian dengan menunduk dan mencoba menginggay kembali hal yang paling menyedihkan untuk hidupnya, demi menyelamatkan satu hati dia mengorbankan banyak hati bahkan Berlian harus rela kehilangan sang Ayah karena masalah itu..
Graha mencoba menenangkan sang istri..
"Sudah yang lalu biarlah berlalu."ucap Graha dengan lembut..
"Iya Kak sudah jangan di ingat lagi aku sudah tahu semua ceritanya dari Mas Revan, pasti Mas Revan akan sangat senang jika tahu aku telah menemukanmu kaka. Karena Mas Revan ingin mengucapkan terima kasih berkat uang dari kakak dulu kini usaha Mas Revan kian berkembang." ucap Salsa dengan tersenyum..
Berlian tersenyum mendengar bahwa Revan telah sukses dan menepati janjinya untuk berubah menjadi orang yang lebih baik lagi..
"Bagaimana kabarnya Mas Revan? Apa kini dia telah menikah?" tanya Berlian.
Salsa menunduk kemudian menceritakan tentang hal yang dialami sang kakak..
"Mas Revan telah menikah kaka, namun di saat istrinya melahirkan anak mereka, Mas Revan harus rela kehilangan sang istri dan kini Mas Revan masih menduda, dan lebih memilih u tuk membesarkan Devano sendiri." jelas Salsa dengan raut wajah penuh kesedihan..
Graha dan Berlian saling tatap kemudian tersenyum..
"Udahlah Sa, namanya juga takdir. Kita tak dapat meminta takdir kita harus seperti apa? karena Jodoh, Maut, Rizky dan takdir hanya Allah yang tahu, kita hanya berusaha untuk menjalaninya. Percayalah suatu saat nanti pasti akan ada hikmahnya." ucap Berlian lirih..
Salsa pun tersenyum dan kemudian menyudahi drama mereka..
__ADS_1
"Sudahlah kita lupakan kesedihan kita dan kita hanya boleh mengingat hal yang membuat kita bahagia biarkanlah itu semua menjadi pelajaran untuk kita bisa menata kehidupan kita lagi. Oh iya dimana Opa Rahman bolehkah aku menemuinya." ucap Salsa sembari tersenyum...