
Kini rencana pernikahan Berlian dan Graha telah sampai ke telinga Amar, Amar sangat marah mendengar hal itu hingga pada akhirnya Amar menyuruh seseorang untuk mencelakai Graha..
"Halo saya ada kerjaan untukmu." ucap Amar pada sambungan telfon nya.
"Siap bos laksanakan." ucap salah seorang yang dibayar oleh Amar untuk mencelakai Graha..
Pada sore itu Berlian dan Graha baru saja pulang dari restoran milik mereka dan tiba tiba mobil yang mereka kendarai di srempet oleh orang yanv tidak bertanggung jawab dan alhasil keduanya pun mengalami kecelakaan.
Graha melihat Berlian bersumpah darah dan itu membuat Graha menangis dan secepat kilat menelfon ambulance..
Sebagai seorang Dokter Graha sendiri yang menyelamatkan calon istrinya..
"Sayang kamu harus bertahan, sayang kamu harus kuat." ucap Graha dengan sangat cemas..
Graha pun yang terluka tak mementingkan dirinya yang terpenting baginya adalah Berlian masa depannya..
"Dokter Graha sepertinya anda juga terluka? Mari saya obati juga." ucap dokter Irawan patner Graha..
__ADS_1
"Jangan perdulikan aku kita tolong dulu calon istriku." ucap Graha sembari menahan sakit di sekujur tubuhnya.
Amar yang mendengar bahwa didalam mobil itu ada Berlian pun marah besar kepada Irang orang yang dia bayar..
"Bodo* kalian bagaimana? Awas kalau sampai terjadi apa apa sama Berlianku kalian yang harus membayarnya dengan mahal." ucap Amar dengan sangat kesal..
Secepat kilat Amar kuni telah sampai di rumah sakit untuk melihat kondisi Berlian..
"Lian maafkan aku, aku ingin laki laki itu yang terluka agar kita busa kembali lagi seperti dulu. Aku sangat mencintaimu Lian dan aku enggak mau kehilanganmu." ucap Amar dalam hatinya..
Graha tanpa sengaja melihat Amar yang sedang berada di depan ICU, Graha yang baru saja memastikan kondisi Berlian pun berfikir.
Berlian mengalami pendarahan di bagian kepalanya akibat dari benturan yang terjadi saat kecelakaan itu namun masih baik kondisi Berlian masih di katakan baik baik saja namun Berlian masih belum sadar..
"Sayang kamu harus bangun.." ucap Graha dengan terus berada disampingnya..
Ketika sang suster keluar Amar menanyakan kondisi Berlian..
__ADS_1
"Sus bagaimana kondisi pasien di dalam apa dia baik baik saja." ucap Amar yang bertanya kepada suster..
Graha mendengar ucapan Amar dan kemudian dirienya pun keluar..
"Ada apa? Sepertinya anda sangat mencemaskan calon istri saya? Ingat Tuan kalian sudah tak ada hubungan apa apa lagi jadi tolong anda pergi dari sini." ucap Graha yang menyuruh Amar meninggalkan ruang ICU.
Amar merasa kesal karena seharusnya yang terbaring disana adalah Dokter ini bukan Berlian..
"Anda tak punya hak apa apa karena anda bukan apa apanya Berlian," ucap Amar dengan ketusnya..
Graha tersenyum..
"Maaf bisa di ralat lagi kata kata anda, say calon suami Berlian sedangkan anda hanya mantan suami, jadi saya tak akan membiarkan orang dari masalalunya menyakitinya sampai sini anda paham." ucap Graha dengan serius..
Amar hanya diam setelah mendengar ucapan Graha memang benar dia hanyalah masalalu Berlian dan Berlian lebih memilih Graha.
"Anda pergi sendiri dari sini apa saya perlu panggil satpam." ucap Graha membuyarkan lamunan Amar.
__ADS_1
"Saya bisa pergi sendiri." ucap Amar dengan sangat marah karena merasa telah terusir..
Sementara itu Graha kembali ke ruang ICU lagi untuk menemani Berlian...