
Berlian dan Opa Rahman berniat untuk segera berangkat ke rumah Kakek Sandy.
Aya juga sudah siap, Aya terlihat sangat cantik dan juga mungil dengan pakaian yang terlihat pas di tubuh mungilnya..
"Cicit Opa cantik banget.." ucap Opa Rahman sembari mencubit pipi gembul Aya.
Berlian pun tersenyum melihat sang Opa yang terlihat sangat bahagia mungkin karena ingin bertemu dengan sahabat lamanya sekaligus mandmtan besannya..
"Opa sudah siap, kalau sudah siap mari kita berangkat saja.." ucap Berlian sembari tersenyum..
"Iya Lian Opa sudah siap ayo kita berangkat.." ucap Opa Rahman sembari tersenyum..
Berlian dan Opa Rahman pun berangkat menuju kediaman Sandy rumahnya cukup jauh dari kediaman Prawira. Aya terlihat sangat senang karena bisa menemui sang Kakek yang sudah lama tak menemuinya.
"Bunda kita mau kerumah Kakek Sandy ya? Aya nanti boleh main ya sama Kakek Sandy." ucap Cahaya sembari tersenyum bahagia...
Berlian mengangguk kemudian tersenyum..
"Iya sayang tapi Aya janji ya Aya gak boleh nakal ya. Terus kalau Bunda bilang jangan Aya harus dengerin ya " ucap Berlian memberi tahu Cahaya hal yang bener..
Cahaya pun mengangguk senang dan kemudian memeluk Berlian dengan sangat erat.
"Iya Bunda terima kasih ya.." ucap Cahaya sembari tersenyum..
💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫💫
Ketika sedang dalam perjalanan ke rumah Kakek Sandy tiba tiba saja Graha menelfon Berlian..
__ADS_1
"Assalamualaikum Mas..." ucap Berlian sembari tersenyum..
"Waalaikumsalam sayang, sayang kamu dimana koj rame?"tanya Graha yang mendengar suara bising kendaraan yang melintas..
Berlian lupa bahwa dirinya belum meminta izin kepada Graha..
"Iya Mas maaf ya Lian lupa izin sama Mas, ini sekarang Lian mau antar Opa ke rumah Kakek Sandy katanya dia ingin bertemu, aku juga bawa Cahaya bolehkan Mas?" tanya Berlian mencoba meminta izin dari sang suami..
Graha pun tersenyum..
"Iya sayang tentu saja boleh, yang penting kalian hati hati ya terus tolong bilang sama Pak Toni bawa mobil nya jangan ngebut ngebut karena keselamatan kalian itu yang utama." ucap Graha sembari tersenyum..
Berlian merasa sangat beruntung dan juga bersyukur karena mendapatkan suami yang super perhatian terhadap keselamatan dirinya dan juga orang orang yang dia sayangi..
"Iya Mas itu pasti ya sudah nanti Lian telfon lagi ya soalnya sudah sampai di rumah Kakek." ucap Berlian lirih..
"Selamat siang adikku yang paling ganteng..😋😋" ucap Amar setengah meledek..
Graha pun kaget melihat Amar yang tiba tiba sudah berada di hadapannya.
"Mas Amar,, kebiasaan deh ngagetin orang aja. Untung aku gak punya penyakit jantung." ucap Graha sedikit terkejut..
Amar tertawa..
"Gra kalau kamu punya penyakit jantung itu aneh kamu kan Dokter masa Dokter sakit?"ucap Amar masih bercanda..
"Ada apa Mas kesini tumben?" tanya Graha sembari menyuruh sang kakak untuk duduk..
__ADS_1
Amar pun menarik nafas panjang kemudian membuangnya secara berlahan..
"Mas mau cerita tapi ini rahasia. Kamu harus janji kamu gak akan ngomong sama siapapun termasuk sama Lian." ucap Amar dengan seriusnya..
Graha pun bingung dengan ucapan Amar kenapa tiba tiba main rahasia rahasian..
"Mas kenapa ini kok main rahasia rahasiaan. Ya sudah cerita saja aku janji aku gak akan kasih tahu siapapun termasuk istriku." ucap Graha sembari meletakan ponselnya di atas meja.
Amar pun merasa canggung untuk bercerita namun Amar ingin meminta bantuan Graha untuk memberikan solusi atas apa yang dia rasakan..
"Sepertinya aku jatuh cinta lagi. Awas ya jangan bilang siapa siapa." ucap Amar malu malu..
Graha tertawa mendengar ucapan Amar..
"Apa Mas jatuh cinta lagi? Pasti sama Salsa hemss kejar dong Mas jangan sampai terlambat." ucap Graha mencoba memberikan solusi..
"Iya aku tahu tapi aku malu, kamu kan tahu Mas itu punya masa lalu yang buruk. Mas pernah gagal dua kali dan apakah mungkin Salsa mau menerima aku?" tanya Amar yang benar benar bingung dengan perasaannya..
Graha pun menatap kearah sang Kakak..
"Mas semua orang pernah punya masa lalu entah itu baik atau buruk yang terpenting sekarang Mas kan sudah berubah dan Mas juga bukan orang yang sembarangan aku yakin kok Salsa akan bisa menerima kamu dengan sangat baik. Karena aku juga melihat tatapan Salsa itu mengandung arti jika sedang menatap Mas." ucap Graha yang semakin membuat Amar percaya diri..
Amar tak percaya dengan apa yang di dengar nya bahwa Graha melihat Salsa juga punya perasaan yang sama kepadanya..
"Apa kamu serius Gra, kamu gaj bercanda kan?" tanya Amar ingin tahu.
"Iya Mas aku serius dan tenang saja aku pasti bantu Mas untuk mengejar wanita yang Mas cintai. Ayo Mas semangat.." ucap Graha memberi harapan baru untun Amar berjuang..
__ADS_1