DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 11


__ADS_3

Berlian menjadi sedih setelah mendengar cerita Bunda Hesti, tapi dia berfikir apakah dia sanggup menghadapi dan merubah laki laki yang kini telah menyandang sebagai suaminya..


"Sayang kamu kenapa bengong?" tanya Bunda Hesti dengan tatapan penuh arti.


"Enggak Bunda, Lian berfikir kenapa Mas Amar sampai begitu?" ucap Berlian pelan...


Bunda Hesti memeluk Berlian di dalam mobil yang mereka tumpangi..


"Bunda berharap kamu sabar ya sayang, Bunda sangat yakin suatu hari nanti Amar pasti akan mencintaimu dengan setulus hatinya dan karena mu Bunda juga yakin Amar akan bisa berubah menjadi Amar kecil milik Bunda." ucap Bunda Hesti dengan tatapan penuh arti.


Berlian tersenyum mencoba menguatkan sang Bunda dan mencoba untuk menenangkan fikiran Bundanya..


"Bunda yang sabar ya, Lian janji Lian akan mencoba untuk membuat Mas Amar berubah. Bunda bantu doa ya supaya Mas Amar berubah." ucap Berlian dengan sopan.


Bunda Hesti menatap Berlian dengan tatapan yang berbeda..


"Kamu memang wanita yang berhati mulia, tak sia sia Bunda menjadikanmu menantuku dan tak sia sia pula perjuangan Bunda untuk menyakinkan mu menjadi putri Bunda, terima kasih sayang." ucap Bunda Hesti sembari menangis..


"Iya Bunda, sudah Bunda jangan menangis lagi malu sama Pak Maman."ucap Berlian mencoba mengalihkan pembicaraan...


☪️☪️☪️

__ADS_1


Sesampainya di kantor Amar langsung duduk di kursi kebesarannya, di ambilnya ponsel miliknya dari dalam saku jas yang dia kenakan, kemudian dia memencet nomor telfon seseorang...


"Selamat siang cantik..." ucap Amar pada sambungan telfonnya..


"Siang juga Mas Amar..." ucap Fani dengan manjanya...


Amar dan Fani janjian untuk bertemu di jam makan siang di sebuah cafe mewah di pusat kota...


Jam makan siang pun telah tiba, kini Amar bersiap menuju tempat dimana dirinya akan bertemu dengan Fani..


Dua puluh lima menit kemudian Amar telah Sampai di tempat yang mereka sepakati.


Amar takjub melihat penampilan Fani yang begitu menggoda, kala itu Fani mengenakan dress cukup mini yang mempertontonkan kemolekan tubuhnya..


"Mas Amar kenapa malah jadi bengong?" ucap Fani dengan manjanya.


"Iya,, habis kamu cantik banget hari ini Sampai Mas tak bisa menahannya." ucap Amar pelan..


"Menahan apa?" ucap Fani dengan manjanya.


Amar masih terus saja memandangi kemolekan tubuh Fani, Amar dan Fani menghabiskan waktu bersama bahkan hingga larut malam...

__ADS_1


Sementara itu pada sore harinya Berlian pulang dari butik dan langsung menuju dapur untuk menyiapkan semuanya,menyiapkan makanan untuk semua orang..


"Sayang kamu kan cape, kamu istirahat aja." ucap Bunda Hesti lembut..


"Bunda... Gak apa apa Bunda, Lian gak cape kok. Oh iya Bunda mau di buatin apa?" tanya Berlian dengan sopan.


Bunda Hesti tersenyum kemudian menghampiri sang menantu di dapur..


"Apa aja yang kamu masak Bunda suka sayang.." ucap Bunda Hesti dengan tersenyum..


Sementara itu Bi Ijah yang bertugas membantu Berlian pun ikut berbicara.


"Benar sekali Nyonya, MBK Lian memang jago dalam memasak, Bibi aja gak bisa masak sendiri enak masakan MBK Lian." puji Bi Ijah dengan tersenyum..


Sementara itu Berlian hanya tersipu malu mendengarkan pujian dari sang Bunda dan Bisa Ijah..


"Bunda dan Bibi berlebihan, Lian masih banyak belajar kok." ucap Berlian merendahkan diri.


☪️☪️☪️☪️


Jam menunjukan pukul 11 malam namun Amar tak kunjung juga pulang. Hal itu membuat Berlian merasa khawatir. Mau menelfon namun Berlian tak mempunyai kontak sang suami..

__ADS_1


"Kamu kemana si Mas, udah malam gini kamu juga belum pulang.." ucap Berlian dalam hatinya...


__ADS_2