DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 131_s2


__ADS_3

Amar dan Salsa saling diam keduanya hanya menatap lurus kedepan..


"Sa.. kamu tinggal dimana?" tanya Amar membuka percakapan..


"Dijalan XXX" ucap Salsa pelan..


Setelah sampai di jalan tersebut dan kini Salsa telah sampai di depan sebuah Rumah yang cukup besar dengan hiasan nuansa modern terlihat sangat rapi..


"Terima kasih Mas." ucap Salsa dengan senyum yang menawan.


"Sama sama ya sudah kalau begitu aku pamit." ucap Amar sembari tersenyum dan kemudian pergi berlalu meninggalkan rumah Salsa..


Dalam perjalanan pulang Amar merasa sangat bahagia bisa mengantar wanita cantik seperti Salsa..


"Kamu cantik dam kamu baik, salahkah jika aku katakan aku menyukaimu? Salahkah jika aku berharap agar Allah menyatukan hatimu dan hatimu?" pekik Amar dalam hatinya..


Sesampainya Amar di rumahnya tepat tengah malam dan sang Ayah masih dengan setia menunggu sang putra pulang..


"Kamu dari mana jam segini baru pulang?" tanya Ayah Wiguna yang tengah berada di rumah Tv sedang menunggunya..

__ADS_1


"Ayah.. kok belum tidur? Maaf tadi Amar pergi sama Graha dan Lian ke acara pernikahan teman Graha." jelas Amar sembari membuka kancing jas yang dia kenakan..


Ayah Wiguna menatap ke arah Amar kemudian tersenyum..


"Ya sudah sekarang istirahatlah, Ayah hanya takutasaja kamu kembali seperti dulu Nak." ucap Ayah Wiguna sembari memegang bahu sang putra..


"Amar janji Ayah, Amar akan berubah dan Amar akan menjadi Amar yang baru. Amar sudah enggak mau mengecewakan kalian semua orang orang yang menyayangiku." ucap Amar pelan..


Setelah berbincang dengan sang Ayah Amar kini tengah berada di kamarnya direbahkan tubuhnya di atas pembaringan, sepintas bayangan Salsa kembali menghiasi fikirannya..


"Kenapa bayangmu kembali muncul di ingatanku, apakah ini yang di sebut cinta." gerutu Amar dalam hati..


"Ya Allah kenapa bayangan Mas Amar kembali menghiasi fikiran ku, ada apa ini ya Allah." ucap Salsa dalam hatinya..


Seorang beberapa bulan kini tibalah acara sakral untuk Fani dan Revan. Hari dimana kini merka akan menjadi raja dan ratu dalam satu hari.


Semua orang telah berlalu lalang di acara yang di siapkan oleh Graha dan Berlian..


"Kamu terlihat sangat cantik adikku." ucap Berlian yang sedang menemani Fani berdandan..

__ADS_1


"Kakak bisa saja." ucap Fani dengan senyum bahagia..


Semua tamu tengah berada di acara tersebut termasuk keluarga Wiguna, terlihat Kakek Sandy, Ayah Wiguna dan juga Bunda Hesti tengah berada di acara tersebut.


Tak lama kemudian terlihat Amar memasuki tempat acara guna menghadiri acara pernikahan sang mantan.


Ada raut bahagia di wajah Amar menyaksikan Fani tengah melanjutkan kehidupannya dengan lelaki yang dulu menjadi penyebab kehancurannya karena sang kekasih uang berselingkuh dengannya.


Namun Amar sadar itu adalah bagian dari masalalu dan tak semua orang pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua..


Amar sedang bengong tiba tiba suara Graha menghentikan lamuannya..


"Mas jangan bengong nanti ada bidadari lewat kamu gak lihat lagi." ucap Graha meledek sang kakak..


"Kamu itu kebiasaan Gra ngagetin kakak aja. Untung kakakmu gak punya penyakit jantung." ucap Amar menggerutu..


"Kalau nanti kena serangan jantung aku panggilan suster tercantik di rumah sakit kita." ucap Graha kembali meledek Amar..


Ketika sedang bercanda tiba tiba Salsa lewat dan membuat Amar terdiam melihat pancaran kecantikan dari wajah Salsa..

__ADS_1


__ADS_2