
Hati Tuan Sandy menjadi gelisah ketika mendengar bahwa sang cucu di penjarakan oleh Adiknya sendiri.
Tuan Sandy tak mau jika harus kehilangan Amar karena Alamsyah Wiguna sang anak tak dapat memberikannya keturunana...
"Rahasia ini harus aku simpan sampai mati, biarlah aku dikutuk oleh tuhan karena telah memisahkan Amar dari keluarganya."ucap Tuan Sandy sembari melamun..
Tuhan Sandy pun berencana untuk tetap menyembunyikan identitas Grahadi sebagaimana dia jaga sampai saat ini..
Setelah itu Tuan Sandy kembali memikirkan cara untuk tetap merahasiakan identitas asli Amar..
Tuan Sandy telah menyayangi Amar dengan setulus hati meskipun dia bukanlah keturunan Wiguna melainkan keturunan Prawira sang musuh..
"Walaupun Amar bukan cucu kandungku namun aku sangat menyayangi dia seperti aku menyayangi diriku sendiri." ucapnya dalam hati...
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Kehidupan pilu pun kini di lalui oleh Fani pasca bertemu lagi dengan sang Suami Ari.
Fani merasa tertekan dan hampir depresi hatinya terluka, karena dia sangat mencintai Ari namun pada akhirnya Fani yang menjadi korban dari cintanya sendiri..
Fani mengingat masa lalunya kembali, masa dimana dirinya merebut Amar dari Berlian, Fani kembali menangis...
__ADS_1
"Ya Allah,, seandainya dulu aku tak sejahat itu mungkin Engkau tak akan memberiku balasan sepedih ini."ucap Fani dalam kegelisahan hatinya.
Fani kemudian meminta kepada polwan untuk meminjamkannya perlengkapan untuk sholat, kemudian Fani sholat untuk menenangkan hatinya dan meminta ampun kepada Allah..
Fani menangis di dalam sujudnya menyesali segala perbuatannya terdahulu dan berharap masih ada sedikit cahaya didalam kehidupannya..
Fani ingin memperbaiki ahlaknya dan Fani ingin lebih mendekatkan diri kepada Allah agar dia bisa mendapatkan ketenangan batin dan juga lebih membuatnya menjadi wanita yang baik..
"Ya Allah tuntunlah aku selalu kejalanmu dan jauhkanlah aku dari sifat sifat yang kau benci." ucap Fani di tengah tengah doanya.
Perasaan Fani pun terasa semakin membaik setelah mencoba untuk memperbaiki dirinya, sudah hampir satu tahun Fani berada di hotel prodeo dan kini Fani sudah terlihat jauh lebih baik lagi...
🌿🌿🌿🌿
Berlian sedang berada di balkon teras kamarnya, Lian sedang menghirup udara segar di pagi hari demi kesehatan dirinya dan juga untuk calon sang buah hatinya. Tiba tiba Berlian mengingat sosok Amar..
Berlian sedang bengong di teras balkon kamarnya tiba tiba Graha sang suami datang dari arah belakang dang langsung memeluknya...
"Sayangku, istriku, bidadari syurgaku kenapa pagi pagi sudah bengong aja." ucap Graha dengan lembut..
Berlian tertegun dengan kehadiran sang suami yang tiba tiba telah memeluk dirinya.
__ADS_1
"Mas sejak kapan datang?" tanya Berlian dengan pelan..
"Kamu pasti lagi bengong ya, Mas sudah dari tadi hayo kamu lagi mikirin apa? Ayo cerita Mas gak mau kamu sampai stress kasihan kan calon anak kita." ucap Graha dengan penuh perhatian..
Berlian menarik nafas panjang dan kemudian membuangnya secara berlahan..
"Mas.. tiba tiba aku mengingat Mas Amar, bagaimana kabar dia disana? Mas apakah Mas mau mengantarkan ku untuk menjenguknya?" ucap Berlian dengan ragu..
Graha tersenyum dan kemudian mencium kening istrinya.
"Kamu mau menemuinya? Apa kamu sudah bisa untuk memaafkan Dia?tanya Graha dengan tersenyum.
Berlian hanya mengangguk..
"Ya sudah kalau kamu mau menjenguknya Mas temani kamu ya, tapi kamu harus sarapan dulu kemudian minum vitamin, dan ingat kamu enggak boleh stress." ucap Graha dengan sangat lembut..
Berlian tersenyum namun ada keraguan dihatinya, Berlian takut jika Suaminya akan marah karena Berlian ingin menemui sang mantan yang telah menyakitinya dan juga nyaris mecelakainya..
"Mas apa kamu enggak marah aku memintamu mengantarkan ku menemui Mas Amar?" tanya Berlian dengan penuh keraguan..
Graha tersenyum dan kemudian memeluk istrinya..
__ADS_1
"Aku percaya sama kamu istriku, walaupun dia mantan yang sudah pernah menyakitimu kita tak boleh memutuskan tali silaturahmi sayang, apapun itu adalah bagian dari masa lalu kalian dan aku sebagai suami kamu sekarang tak mau egois karena melarangmu bertemu dengan siapapun, apalagi aku tak akan melarang jika kamu dan Mas Amar bertemu, Mas selalu yakin selalu ada hikmah dibalik semuanya sayang." ucap Graha dengan penuh kedewasaan..
Berlian merasa sangat bersyukur karena diberi suami sebaik dan selembut Graha, Allah memang selalu adil kepada siapa saja yang tak pernah meninggalkannya..