DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 30_s3


__ADS_3

Fani pun tersenyum bahagia melihat adik dan suaminya saling berpelukan..


Fani pun masuk kedalam kamarnya dan kemudian ikut memeluk Salsa..


"Sa apapun itu Mbk harap kamu sama Mas Revan akan selamanya seperti ini ya. Dan Mbak juga ingin kamu selalu bahagia dalam hal apapun."ucap Fani sembari memeluk Salsa dari belakang..


Salsa pun tersenyum..


"Iya Mbak, Salsa akan sellu mengingat itu walaupun kami gak ada hubungan darah tapi sampai kapanpun Mas Revan tetap akan menjadi kakak kebangganku dan selamanya akan tetap seperti ini."ucap Salsa sembari menatap kearah Revan.


Revan pun tersenyum bahagia mendengar ucapan Salsa yang ternyata sangat menyayanginya dan rasa khawatirnya pun telah hilang..


"Terima kasih ya Allah karena engkau telah memberikan aku seorang adik yang luar biasa."ucap Revan dalam hatinya..


Fani pun langsung menghapus airmatanya dan mengatakan bahwa malam nanti keluarga besar Amar akan datang dan Fani langsung mengajak Salsa dan Revan untuk berbelanja..


Salsa sendiri tak tahu tentang niatan Amar untuk menemui keluarganya hal itu membuat Salsa merasa sedikit canggung dan juga tegang..

__ADS_1


"Mbak aku takut,Aku malu Mbak nanti malam harus pakai baju apa?"tanya Salsa sedikit membuat Fani berfikir keras.


Fani pun langsung berfikir dengan keras, dan Fani juga mengajak Salsa ke sebuah butiq untuk mencari gaun yang sederhana namun terlihat elegan..


"Menurut Mbk ini cocok buat kamu Sa.."ucap Fani sembari mengambil salah satu gaun yang berwarna coklat cocok dengan kulit Salsa yang putih..


Salsa pun langsung menyukai pilihan sang kakak ipar,dan disaat Salsa mencoba gaunnya ternyata pas di badannya..


"Mbak bagus gak?"ucap Salsa dengan kurang percaya diri karena gaunnya terlihat terbuka di bagian belakangnya..


Fani dan Revan pun terpana melihat kecantikan Salsa..


Fani pun langsung mengancungkan jempolnya dan mengatakan bahwa itu sangat bagus..


"Kamu terlihat sangat cantik Sa, dan kamu harus percaya sama Mbak."ucap Fani sembari tersenyum..


Salsa pun menjadi sedikit lega karena merasa semuanya tak sia sia..

__ADS_1


"Terima kasih ya Mbak."ucap Salsa dengan mata yang berkaca kaca..


Singkat cerita kini Fani, Revan dan Salsa telah sampai di rumah mereka untuk mempersiapkan acara nanti malam..


Semua orang bekerja sama untuk melakukan banyak hal termasuk dengan Revan yang dengan cekatan membantu Fani di dapur..


Semua orang terlihat sibuk dengan pekerjaan masing masing..


Bunda Risa pun terlihat ikut membantu dan ikut merasa sangat bahagia karena pada akhirnya Salsa telah menemukan lelaki yang di cintainya.


Tepat pada pukul 7 malam keluarga Amar telah sampai di kediaman Revan, di sana juga terlihat rombongan Graha dan Berlian berserta Opa Rahman dan juga Aya..


Semua orang terpana melihat kecantikan Salsa dengan gaun yang terlihat sederhana namun memancarkan aura yang luar biasa..


Amar tak berhenti menatap kecantikan wanita yang kini telah mengisi hatinya..


Ayah Wiguna pun menyampaikan niat baik mereka untuk melamar Salsa sebagai calon istri buat Amar..

__ADS_1


Revan dan Fani pun bertanya kepada Salsa apakah Salsa menerima lamaran dari keluarga Amar atau menolaknya..


Salsa pun dengan malu malu mengangguk dan semua orang pun merasa senang karena pada akhirnya niat baik mereka di sambut baik juga oleh keluarga Revan..


__ADS_2