
Berlian masih saja menangis, Graha pin semakin tak tega melihat sang istri yang begitu kacaunya..
"Sayang sudah ya, sekarang kan kita sudah bertemu Bunda,dan kita juga bisa membantu Fani untuk mendapatkan pekerjaan." ucap Graha dengan penuh kelembutan..
Sesekali Berlian menatap kearah sang suami..
"Terima kasih ya Mas, kamu selalu bisa ngertiin aku." ucap Berlian dengan lirih..
Dari sebuah kamar yang sangat besar keluarlah seorang anak yang sangat cantik dia adalah Cahaya yang nampak bingung melihat sang Bundanya menangis.
Cahaya ikut menangis melihat sang Bunda menangis.
"Bunda.. kenapa?" tanya Cahaya yang berlari menghampiri sang Bunda...
"Sayang,, Bunda gak apa apa. Sayang kenalin ini Nenek Nak, ayo salim dulu." ucap Berlian memperkenalkan Bunda Risa dengan lembut..
Cahaya menatap bingung wanita paruh baya yang sedang menangis menatap dirinya..
"Cucu Nenek.." ucap Bunda Risa sembari memberikan tangannya..
Cahaya yang masih lugu pun menatap kearah sang Bunda kemudian menatap sang Ayah lagi..
"Sayang putri Ayah ini Nenek Risa, Nenek Risa ini Bundanya Bunda. Ayo sekarang Aya salim sama Nenek." ucap Graha dengan lembut...
Cahaya menatap senang setelah mendengar penjelasan dari sang Ayah..
"Nenek.." panggil Cahaya dengan lembut..
__ADS_1
Bunda Risa tak berhentinya menangis hatinya sangat bahagia dipanggil Nenek, dan dengan lembut Bunda Risa pun memeluk Cahaya..
"Cucu Nenek.." ucap Bunda Risa sembari mempererat pelukannya..
Cahaya hanya tersenyum di peluk oleh sang Nenek..
"Nenek jangan menangis." ucap Cahaya sembari menyeka kedua sudut mata wanita paruh baya yang kini menyandang sebagai sang Nenek..
"Nenek sangat bahagia, ini adalah airmata bahagia sayang." ucap Bunda Risa sembari tersenyum...
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Kini hari sudah semakin larut namun Bunda Risa belum juga nampak pulang hal itu membuat Fani merasa sangat khawatir..
"Bunda kamu dimana? Kenapa sudah malam sekali kamu jga belum pulang?" ucap Fani dalam hati..
Fani melihat sang Bunda turun dari dalam mobil mewah tersebut disusul kemudian dengan sosok wanita yang tak asing untuk dirinya.
Sebenarnya Fani belhm siap untuk bertemu dengan Berlian. Fani hendak berbalik badan dan berusaha menghindar namun Berlian terlebih dulu melihatnya dan kemudian memenggil namanya..
"Fani Adikku.." ucap Berlian menghentikan langkah Fani..
Berlian mendekat ke arah Fani yang nampak lusuh dan juga tubuh yang tak terawat..
"Fani,,kenapa kamu jadi seperti ini?" tanya Berlian ketika tengah berdiri di belakang Fani sang Adik..
Fani masih mematung dan kemudian bersujud di kaki sang kakak untuk meminta maaf..
__ADS_1
"Kak Liqn maafkan kesalahan Fani, karena Fani kakak menderita dan karena Dani juga kakak pernah menjanda." ucap Fani dengan isak tangisnya..
Berlian memegang pundak sang Adik..
"Sudah Fani ayo berdirilah jangan seperti ini,Kakak sudah memaafkanmu jauh sebelum kamu meminta maaf. Apapun yang pernah kakak alami itu adalah bagian dari perjalanan hidup dan takdir kakak. Dan kakak ikhlas menjalani semua itu.Sudah sekarang bangunlah izinkan kakakmu ini memelukmu." ucap Berlian dengan lembut..
Isak tangis diantara keduanya pecah takala mereka berpelukan..
"Kakak maafin Fani, Fani telah jahat sama Kakak, dan Fani akan melakukan apapun untuk menebus kesalahan Fani." ucap Fani lirih..
Bunda Risa dan Graha pun tersenyum melihat pemandangan indah yang menyentuh hati.
Disini kita bisa belajar satu hal seberat apapun kesalahan yang pernah dilakukan itu seharusnya masih bisa di maafkan. Karena Allah saja maha pemaaf apalagi kita sebagai umatnya..
Graha dan Bunda Risa mendekat kearah Berlian dan Fani..
"Sudah kalian jangan sedih lagi, sekarang saatnya untuk berbahagia." ucap Graha sembari tersenyum..
Berlian pun menatap kearah Graha kemudian memperkenalkan suaminya kepad Fani..
"Fan ini Mas Graha suami kakak." ucap Berlian sembari tersenyum..
"Fani Mas, senang bisa berkenalan dengan Mas, Mas Fani titip kakaku ya jaga dia baik baik jangan sakiti hatinya." ucap Fani penuh dengan ketulusan..
Grahapun tersenyum..
"Aku janji aku enggak akan pernah menyakiti hatinya bagiku dia adalah segalanya.." ucap Graha pelan..
__ADS_1
Sejenak mereka tertawa bersama hingga kemudian airmata Berlian kembali menetes takala melihat tempat tinggal yang kini Bunda dan adiknya tempati...