DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 33


__ADS_3

Setelah mengantar Revan mencari tempat tinggal kini Berlian kembali kebutik milik keluarga Wiguna, Berlian sengaja tak menggunakan sopir hari ini Berlian lebih senang menggunakan taxsi online karena Berlian enggan untuk berdebat dengan Amar jika Amar tahu dia bertemu Revan..


Di perjalanan Berlian melihat restoran yang cukup ramai karena perutnya sudah minta di isi dia pun berkunjung kesana untuk makan..


Pada saat yang bersamaan Graha dan Anton pun berada di tempat yang sama.


Graha menatap ke arah Berlian, dan kemudian berucap dalam hati. "Seandainya kau jodohku akan aku jaga kau sebaik mungkin. Ingin rasanya aku menyapamu dan mendekatimu namun nyaliku terlalu ciut untuk melakukan itu." ucap Graha dalam hati.


Anton yang memperhatikan Graha pun hanya bisa senyum melihat sang sahabat sepertinya tengah jatuh cinta.


"Kalau aku jadi kamu Gra aku dekatin dia,ajak kenalan langsung minta nomer kontaknya,jangan hanya menatap dari jauh." ucap Anton setengah berbisik..


"Kalau dia memang jodohku aku yakin Allah akan menunjukan jalan agar kami bisa saling mengenal." ucap Graha sembari menghabiskan makanannya..


Berlian kini telah selesai dengan acara makan siangnya, ketika hendak membayar seorang pelayan mengatakan bahwa makanan yang dia makan telah dibayarkan oleh seorang lelaki.


Berlian kaget dan mencari cari di sekitar tempat itu namun tak menemukannya, bahkan Berlian berfikir bahwa itu Amar.


Seorang pelayan menunjuk seorang lelaki yang telah berada di parkiran dan mengatakan bahwa dia yang telah membayar makanannya..

__ADS_1


Berlian mencoba mengejar lelaki itu namun gagal, Berlian hanya bisa menatap punggung laki laki itu.


"Siapa laki laki itu sepertinya aku tak mengenalnya?" ucap Berlian dalam hatinya..


Sesampainya di Butik, Berlian langsung melakuakan semua pekerjaannya. Berlian masih penasaran dengan laki laki yang membayarkan makannya di restoran tadi.


"Siapa laki laki itu apa aku mengenalnya?" ucap Berlian dalam hati..


Graha merasa senang karena bisa melakukan suatu hal untuk wanita yang dia kagumi, mungkin wanita itu bingung bahkan akan sangat marah jika mengetahui akan hal tersebut...


Graha pun menjadi senyum senyum sendiri sepanjang hari...


"Gra kamu sehat?"ucap Opa Rahman sembari memeriksa kening Graha..


Graha menatap ke arah Opa'nya..


"Aku sehat Opa,cuma lagi bahagia aja." ucap Graha dengan jujur.


Opa Rahman hanya bisa tersenyum dan berterima kasih kepada sang pencipta karena telah membuat cucunya merasakan indahnya jatuh cinta.

__ADS_1


"Terima kasih ya Allah akhirnya cucuku jatuh cinta juga." ucap Opa Rahman dalam hati..


Grahapun segera pergi kekamarnya untuk menyegarkan diri..


💖💖💖💖💖


Dilain tempat Berlian baru saja sampai di rumahnya sekitar pukul 9 malam. Sepeeti biasanya Amar selalu saja mengintrogasi kemana dia pegi seharian..


"Darimana kamu jam segini baru pulang?" ucap Amar dengan sedikit emosi..


Berlian hanya diam saja kemudian pergi berlalu ke dalam kamarnya. Merasa tak di hargai Amar pun menyusul Berlian ke kamarnya..


"Aku masih berbicara denganmu?Apa kamu gak dengar?" ucap Amar sembari berteriak..


"Aku cape Mas,Aku seharian di butik Mas pikir aku kemana?" ucap Berlian dengan kesal..


Amar merasa semakin kesal karena kini Berlian telah berani melawan..


"Aku ini suami kamu ya, aku tanya baik baik kenapa jawabnya begitu?" ucap Amar tanpa rasa malu..

__ADS_1


"Mas tolong keluar aku cape." ucap Berlian sembari menorong tubuh Amar dan kemudian menutup pintu kamarnya...


__ADS_2