DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 121_s2


__ADS_3

Revan masih saja berusaha untuk menyakinkan hati Fani untuk mau memberikannya kesempatan kedua??


Fani masih terdiam tanpa berkata apa apa..


"Fan aku mohon beri aku satu kesempatan lagi, aku akan membuatmu bahagia sampai akhir hidupku. Izinkan aku untuk menebus kesalahanku di masalalu,dan mari kita besarkan Vano bersama sama." ucap Revan dengan setulus hatinya..


Fani menatap kearah Revan kemudian memalingkan wajahnya kembali..


"Enggak ada yang bisa kamu harapkan dari wanita sepertiku Mas, aku bukan wanita yang sempurna dan aku juga bukan wanita yang baik. Kamu masih bisa mencari seseorang yang jauh lebih baik dariku." ucap Fani sembari menitikan airmata..


Revan kemudian mendekat kearah Revan dan memeluk tubuh Fani, Fani menolak lalu pergi..


"Fan maafin aku, aku mohon jangan seperti ini, kasih aku kesempatan aku mohon? Aku akan menerima mu dengan lapang dada dan aku tak akan menuntut apapun darimu aku hanya ingin kita menua bersama dan kita melewati hari tua kita bersama sama.." ucap Revan masih mencoba meyakinkan hati Fani..


Fani terdiam kemudian berhenti dan kembali menoleh kearah Revan..


"Apakah ucapan kamu bisa di pegang Mas, aku masih trauma dengan masalaluku yang kelam, aku juga bukan wanita yang baik aku pernah menjadi wanita yang gak baik di masalalu sudah banyak laki laki yang menikmati tubuhku dan aku enggak mau membuatmu kecewa di kemudian hari." ucap Fani sembari menatap kearah Revan...


Revan hanya tersenyum kemudian mendekat kearah Fani..

__ADS_1


"Aku tidak akan mempermasalahkan masalalumu, aku pun bukan orang yang suci dan tidak ada satu manusia pun yang jauh dari dosa. Tugas kita hanya memperbaiki diri kita Fan." ucap Revan sembari memegang kedua tangan Fani..


Fani masih terdiam mendengar ucapan Revan, kini Fani sudah tak lagi menolak ketulusan hati Revan.


"Sudah kamu jangan berfikir yang macam macam? Aku janji hanya kamu satu satunya wanita yang akan ada di kehidupanku." ucap Revan pelan..


Fani pun kini tersenyum. Lelaki yang dahulu pernah akan menjadi imam untuknya kini Allah mempertemukan nya kembali, Allah selalu punya rencana yang indah untuk semua mahluk ciptaannya..


"Iya Mas terima kasih. Aku akan mencoba untuk membuka hatiku lagi, dan maafkan aku jika semuanya butuh proses." ucap Fani pelan..


Revan tersenyum bahagia mendengar ucapan Fani dan kini Revan dapat melihat senyum manis dari bibir wanita yang kini sedang berada di hadapannya..


Fani pun tersenyum dan mengangguk kemudian tak lama setelah itu Vano kembali menemui Ayah dan calon Bundanya..


"Ayah,, Bunda kenapa menangis?" tanya Vano dengan polosnya..


"Bunda gak apa apa Sayang, sini nak." ucap Fani sembari mengulurkan tangannya pada Vano..


Revan pun sangat bahagia melihat kebahagiaan sang putra yang pada akhirnya menemukan sosok Fani sebagai pengganti Bundanya yang telah tiada..

__ADS_1


"Terima kasih ya Allah kau telah memberiku kebahagiaan dan anugrah berlipat lipat ganda." ucap Revan dalam hati...


💕💕💕💕💕💕💕


Dilain kisah kini Amar telah di izinkan pulang oleh sang Adik Graha, semua keluarga menyambut kedatangan Amar di kediaman Wiguna..


"Selamat datang kembali cucuku." ucap Kakek Sandy dan Opa Rahman secara bersamaan..


Disana juga ada Berlian dan Graha, dan juga si cantik cahaya yang kala itu telah mengetahui bahwa Amar adalah Om nya sendiri...


"Om Amar..." panggil Cahaya sembari tersenyum..


"Keponakan cantik Om, apa kabar sayang." tanya Amamr sembari memeluk gadis kecil berusia 5 tahunan.


Cahaya tersenyum dan kemudian membalas pelukan sang Om..


"Aya baik Om, Om bagaimana? apakah Om sudah sembuh?" tanya Cahaya sembari tersenyum..


"Om sudah sehat sayang, kan ada Ayah Cahaya yang ngobatin Om?" ucap Amar sembari tersenyum..

__ADS_1


__ADS_2