DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 78_s2


__ADS_3

Berlian dan Graha berpamitan untuk pulang karena jam besuk pun telah habis, Berlian menatap ke arah Amar.


"Mas kamu baik baik ya disini?" ucap Berlian dengan tersenyum..


"Iya Lian, terima kasih kamu juga harus jaga kandungan kamu baik baik dan jika kamu sudah melahirkan jangan lupa kasih kabar ke aku." ucap Amar dengan tulus..


"Tentu saja Mas, aku janji aku akan sering mengunjungimu ke sini, kita juga bisa berteman bukan?" ucap Graha sembari tersenyum...


Amar pun membalas senyuman Graha dan kemudian keduanya berpelukan layaknya saudara kandung. Amar merasa nyaman berada si pelukan Graha begitupun sebaliknya mungkin itu yang dinamakan ikatan batin.


Berlian hanya bisa menatap keduanya sembari tersenyum dan juga mengucapkan syukur atas apa yang telah terjadi hari ini.


Graha dan Amar bisa berdamai dengan keadaan, Graha pun kini telah memaafkan Amar begitupun sebaliknya Amar berusaha melepaskan Berlian...


Setelah Berlian dan Graha pergi, Amar di bawa kembali ke dalam sel'nya Amar tersenyum mengingat semuanya.


Alif sang sahabat pun heran melihat kebahagiaan yang nampak di wajah Amar..


"Mas Amar kelihatannya lagi bahagia? Siapa tadi yang datang??" tanya Alif dengan tersenyum..

__ADS_1


Amar menatap ke arah Alif dan kemudian duduk disampingnya..


"Tadi mantan istriku dan suaminya." ucap Amar pelan..


Alif merasa lebih bingung lagi, Karena Amar baru bertemu dengan mantan dan suaminya kenapa malah dia sebahagia itu?


"Mantan istriku sedang hamil, dan aku merasa bahagia.


Aku juga yakin Berlian mendapatkan laki laki yang sangat tepat buat dirinya. Kini aku yang harus mencoba untuk berdamai dengan masalaluku dan mencoba membuka lembaran baru." ucap Amar dengan tersenyum..


Alif semakin kagum dengan keteguhan hati Amar, Amar mampu belajar dari masalalunya yang memang kurang menyenangkan.


Amar pun kembali mengingat wajah Bahagia Berlian..


"Aku turut bahagia untukmu Lian, maafkan aku yang tak pernah membuatmu bahagia selama bersamaku dulu. Aku hanya mampu memberimu luka sedangkan suamimu mampu memberikamnu cinta." ucap Amar sembari menitikan airmata..


Graha dan Berlian pun kini telah berada di dalam perjalanan menuju rumah mereka, Berlian tersenyum kearah sang suami..


"Mas Gra terima kasih ya telah mengabulkan permintaan Lian, enggak tahu kenapa kok aku tiba tiba ingin sekali mengunjungi Mas Amar dari kemarin." ucap Berlian sedikit bercerita.

__ADS_1


Graha hanya tersenyum kemudian dalam benaknya muncul suatu pertanyaan.


"Jika Berlian itu ngidam, masa iya ngidamnya bertemu sang mantan. Kan bisa juga ngidam minta di belikan mobil, perhiasan atau kapal laut sekalian." Batin Graha tertawa mengingat semuanya.


Berlian menatap ke arah sang suami yang sedang tertawa geli sendiri..


"Mas kok malah tertawa si? Kenapa?" tanya Berlian sembari cemberut..


"Jangan ngambek dong sayang, Mas cuma merasa lucu aja jika kamu lagi ngidam kenapa meski ngidamnya bertemu mantan itu kan lucu menurutku." ucap Graha sembari tertawa geli...


Berlian pun berfikir sejenak dan ikut tertawa.


Dia baru menyadari bahwa dirinya kini tengah berbadan dua namun kenapa ngidamnya kok bertemu mantan.


Berlian dan Graha sama sama tertawa.


"Sayang kamu mau makan apa?" tanya Graha membuyarkan lamunan Berlian.


"Apa aja Mas, aku ikut Mas kali ini, sepertinya calon anak kita senang deh Mas setelah bertemu sama Mantan suami dari Bundanya." ucap Berlian kembali menimbulkan tawa..

__ADS_1


Graha sedikit sedih mendengar ucapan Berlian, Akankah berlian berniat untuk meninggalkan dirinya setelah Amar bebas dari penjara nanti??.


__ADS_2