DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 09_s3


__ADS_3

Revan masih belum bisa terlelap masih ada sesuatu yang menganjal pada hatinya..


"Aku harus ngomong apa sama Salsa jika pada kenyataannya Salsa bukanlah adik kandungku? Haruskah aku menyembunyikan ini darinya haruskah aku jujur. Tapi jika aku terus berbohong maka nanti akan ada masalah baru." ucap Revan dalam hatinya..


Salsa dan Revan bukanlah saudara kandung, Revan hanyalah anak angkat dari Pak Sudibyo orang tua kandung Salsa sedangkan Revan hanyalah anak yang di adopsi dari panti asuhan..


Revan masih ingat benar pesan terahir sang Ayah untuk selalu menjaga dan melindungi Salsa dengan sangat baik..


"Ayah sekarang Revan bingung disaat Salsa sudah mulai dekat dengan seseorang akankah aku membiarkan hubungan mereka ataukah aku harus melarangnya."gerutu Revan dalam hatinya..


Revan masih terjaga hingga pagi menjelang, Revan masih bingung harus memberikan penjelasan seperti apa nanti. Apalagi kini Salsa sudah menginjak usai 27 tahun bukan usai yang muda lagi dan juga kini Revan melihat bahwa di antara Salsa dan Amar saling mencintai..


Revan masih saja terus memikirkannya hingga Fani terjaga dari tidurnya dan melihat Revan yang masih saja duduk dan seperti sedang memikirkan sesuatu..

__ADS_1


"Mas kenapa kamu kok gak tidur?Ada apa apa Mas masih memikirkan masalah Salsa dan Mas Amar semalam?" tanya Fani yang tiba tiba membuat Revan kaget..


Revan menatap kearah Fani dan tersenyum..


"Gak kok sayang. Mas gak bisa tidur aja ada sesuatu yang mengganjal di pikiran Mas. Kamu tidur lagi ini masih sangat pagi." ucap Revan sembari membelai rambut Fani..


Fani pun mengubah posisinya menjadi duduk..


"Mas ada apa kamu cerita saja sama aku, jangan ad yang kamu sembunyikan bukankah sekarang kita adalah suami istri. Jika kamu pendam sendiri itu akan mengganggu pikiran kamu kenapa Mas ada apa?" tanya Fani dengan lembut..


"Belum waktunya aku cerita sama kamu sayang maaf ya, Mas janji suatu saat nanti Mas pasti akan cerita sama kamu." ucap Revan sembari tersenyum..


Fani pun tak bisa memaksa Revan untuk bercerita mungkin Revan masih belum percaya sepenuhnya kepadanya namun Fani tidak mau berfikir buruk terlebih dahulu..

__ADS_1


"Ya sudah Mas gak apa apa, bagaimana kalau kita sholat saja, mumpung sudah mau jam tiga juga, supaya hati dan fikiran Mas lebih tenang." ucap Fani yang mengajak Revan untuk sholat tahajud bersama..


Revan pun mengiyakan permintaan Fani keduanya langsung bangun dan ambil air wudhu kemudian sholat sunnah secara berjamaah supaya hati dan fikiran Revan jauh lebih tenang..


Fani dan Revan terlihat sangat khusuk dalam mengerjakan sholat setelah keduanya selesai sholat kini wajah Revan terlihat lebih tenang..


Revan menatap kearah Fani kemudian tersenyum.


"Terima kasih ya sayang kamu selalu mengingatkan aku untuk sholat dan kamu juga selalu menenangkan hatiku dengan caramu terima kasih karena kamu telah menjadi istri dan ibu yang sangat baik buatku dan juga Vano." ucap Revan sembari tersenyum kemudian mencium kening Fani..


Fani pun tersenyum dan juga merasa sangat bersyukur karena mendapatkan lelaki yang mau menerima segala kekurangannya dan membuat Fani menjadi wanita yang sempurna di mata Revan..


"Aku yang seharusnya berterima kasih Mas, karena kamu aku merasakan kebahagiaan yang tiada terkira karena Mas dan Vano bisa menerima aku dengan sangat baik." ucap Fani sembari mencium tangan Revan..

__ADS_1


Setelah keduanya selesai sholat keduanya pun merebahkan tubuhnya kembali sembari menunggu waktu sholat subuh tiba..


__ADS_2