
Berlian sangat bahagia sampai dirinya tak bisa menahan airmatanya..
"Bunda jangan kemana mana lagi ya, Bunda di sini saja bersama Lian." ucap Berlian sembari memeluk Bunda Risa..
"Maafkan Bunda Lian, tapi Bunda gak bisa tinggal sama kamu disini. Lain kali pasti Bunda akan sering datang untuk mengunjungi kalian." ucap Bunda Risa sembari tersenyum..
Bunda Risa menghapus airmatanya kemudian menghapus airmata Berlian..
"Kamu gak boleh nangis, kamu harus selalu bahagia sudah cukup airmata yang kamu keluarkan selama ini. Oh iya dimana Aya, dimana Cucuku?" tanya Bunda Risa dengan wajah yang bahagia...
"Bunda kok tahu nama cucu Bunda Cahaya?" tanya Berlian mulai curiga..
Bunda Risa menarik nafas panjang lalu membuangnya secara perlahan..
"Maafkan Bundamu ini Lian, sebenarnya sudah sejak lama Bunda itu bekerja di rumah sakit milik nak Graha sebagai OG,dan Bunda tahu saat kamu melahirkan, saat kamu mengunjungi rumah sakit. Namun Bunda selalu mencoba untuk melihatmu dari kejauhan. Maafkan Bunda ya Lian." ucap Bunda Risa dengan menunduk....
Berlian pun mengerti dan Berlian juga mempunyai firasat bahwa sang Bunda selalu ada di dekatnya.
__ADS_1
"Iya Bunda gak apa apa, tapi kenapa Bunda harus jadi OG,Bunda kan bisa bekerja yang lebih baik Bunda." ucap Berlian sembari memegang tangan sang Bunda dan melihat bahwa tangan itu telah berubah menjadi kasar, airmata Berlian pun kembali terjatuh..
Airmata Berlian terus membasahi kedua sudut pipinya..
"Bunda, kenapa menjadi seperti ini. Lihatlah kamu Bunda kamu sekarang sudah tak terawat lagi. Bunda jangan bekerja jika Bunda butuh uang atau butuh apapun Bunda tinggal bilang sama Lian, aku enggak mau Bunda harus kesusahan seperti ini." ucap Berlian sembari menitipkan airmata.
Bunda Risa pun hanya bisa ikut menangis betapa tulusnya hati seorang putri yang telah dia sia siakan selama ini. Walaupun Berlian tak lahir dari rahimnya tapi kasih sayangnya luar biasa. Walaupun seribu kali di sakiti Berlian akan memberi maaf..
" Sayang Bunda enggak mau merepotkanmu, lagian Bunda sekarang sudah bersama adikmu.dan kami akan selalu baik baik saja, kamu jangan khawatir." ucap Bunda Risa sembari tersenyum..
Berlian terkejut mendengar nama Fani..
Bunda Risa hanya tersenyum.
"Apa kamu memaafkan Fani putriku. Fani sudah sangat menyakiti hatimu bahkan Fani yang membuatmu di ceraikan oleh Amar dan Fani juga telah menipu kalian dengan kehamilannya?" tanya Bunda Risa dengan serius.
Berlian semakin tak mengerti dengan maksud ucapan sang Bunda.
__ADS_1
"Maksud Bunda?"tanya Berlian pelan.
"Fani yang telah mencoba untuk membunuhmu, namun dia salah sasaran, dan Anak yang Fani mandi g bukanlah anak Amar." ucap Bunda Risa mengejutkan Berlian dan juga Graha.
Bunda Risa mulai menceritakan semuanya mungkin dengan begitu semua permasalahannya akan ada penyelesaian.
"Tapu Fani telah membayar semuanya, Setelah rahim Fani diangkat dan Fani pun divonis Dokter tak akan bisa mendapatkan keturunan lagi dia menikah dengan Ari, namun nasibnya gak beruntung justru Fani di jadikan wanita pemuas nafsu dan karena kesal Fani pun mencoba menghabisi Ari."ucap Bunda Risa dengan terbata bata..
Berlian pun kembali menangis setelah mendengar ucapan sang Bunda.
"Lalu sekarang Fani bagaimana Bunda?" tanya Berlian dengan sura yang nyaris tak terdengar.
"Setelah peristiwa itu Fani di penjara selama 7 tahun dan hari kemarin dia baru menghirup udara kebebasan." ucap Bunda Risa sembari menunduk....
Semakin kencang suara tangisan Berlian. Berlian tak pernah menyangka jika nasib Fani akan seburuk itu.
Berlian di sini hidup dengan nyaman sementara adik dan Bundanya menderita..
__ADS_1
"Maafkan Lian Bunda, maafkan Lian yang membiarkan semuanya terjadi.Seandainya Lian tahu Lian pasti enggak akan membiarkan semua ini Bunda dan Fani mengalaminya maafkan Lian Bunda." ucap Berlian sembari terus menagis..