
Suara seseorang membuyarkan lamunan Bunda Risa, iya itu suara Ari sang menantu yang tak tahu diri...
"Bunda...." Ari memanggilnya dengan pelan..
Bunda Risa hanya menoleh dan kemudian membuang muka saat sang menantu mendekatinya...
Ari mendekati sang mertua dan bermaksud untuk meminta maaf..
"Bunda maafkan kesalahan Ari, Ari tahu jika apa yang di lakukan Ari itu salah." Ari mencoba menyakinkan Bunda Risa..
Bunda Risa hanya diam dan kemudian pergi..
"Pergilah dan jangan pernah ganggu kami lagi, dan saya minta ceraikan putri saya, biarkan dia mencari kebahagiaan nya sendiri kelak." ucap Bunda Risa sebelum pergi dan melanjutkan lagi pekerjaannya..
Lagi lagi Ari hanya mampu menyesali perbuatannya, jika saja dirinya dulu tak sejahat itu mungkin kini Ari dan Fani telah bahagia walaupun tanpa memiliki anak..
"Aku memeng bodoh." tutur sembari mengacak acak rambutnya sendiri.
🌿🌿🌿🌿🌿
Dilain tempat kehidupan yang manis di alami oleh Berlian, kini dia diperlakukan ibaratkan ratu.
Graha selalu memanjakan Berlian, memberikan segala apa yang dia inginkan bahkan selalu ada di dekat sang istri bila Berlian sedang mau berdua dengannya..
Usia pernikahan mereka kini menginjak 6 bulan, semakin menunjukan bahwa keduanya adalah pasangan yang sangat cocok..
Tanda tanda kehamilan pun semakin nampak di sikap Berlian, kini Berlian mulai meminta yang aneh kepada Graha suaminya...
__ADS_1
Pada tengah malam ketika mereka sedang terlelap dalam tidurnya, tiba tiba Berlian ingin makan..
Berlian mencoba membangunkan sang Suami, karena Berlian ingin makan masakan suaminya itu..
"Mas... Bangun aku boleh minta tolong gak?" ucap Berlian sembari menggoyangkan pelan lengan sang suami..
Sebagai suami siaga Graha langsung membuka matanya ketika mendengar suara sang istri..
"Iya sayang kenapa?" ucap Graha pelan..
"Mas aku mau makan, tapi aku mau Mas yang masakin." ucap Berlian dengan manjanya..
Graha melongo mendengar ucapan sang istri..
Dan sebagai seorang dokter dia mengerti bahwa kini di rahim istrinya ada benih dirinya.
"Terima kasih ya sayang, oh iya mau di buatkan makanan apa?" ucap Graha sembari tersenyum...
Berlian bingung dengan ucapan terima kasih dari sang suami, Berlian belum memahami bahwa dirinya sedang mengandung..
"Apa aja Mas, yang penting Mas yang masak, gak tahu kenapa aku tiba tiba ingin makan masakan Mas Gra." ucap Berlian dengan polosnya...
Graha yang tengah mengerti pun hanya tersenyum kemudian dia bangun dari tempat tidurnya..
"Ya udah kamu tunggu aja di sini, aku enggak lama kok." ucap Graha kemudian dia pergi menuju dapur untuk membuat makanan..
Tak perlu menunggu waktu yang lama, kini Graha telah kembali dengan sebuah nampan di tangannya. Graha membuatkan nasi goreng dan segelas susu panas untuk sang istri. Tak perlu kesusahan untuk membuatkannya karena Graha sendiri jago dalam hal memasak...
__ADS_1
Perut Berlian langsung bergejolak minta di isi setelah mencium aroma yang sangat nikmat dari nasi goreng buatan sang suami..
"Mas.. Ini Mas yang buat kan?" tanya Berlian dengan ragu..
"Iya sayangku, ayo sekarang dimakan ya terus susunya di habiskan biar kamu sehat." ucap Graha sembari mengelus pucuk kepala sang istri..
Tanpa Abc Berlian langsung melahab nasi goreng yang di buat oleh suaminya itu..
Graha melihatnya nampak senang melihat sang istri menyukai masakannya..
"Bagaimana rasanya sayang?" tanya Graha memastikan..
"Ini sangat enak, entah kenapa aku mau menghabiskan semuanya." ucap Berlian sembari terus makan..
Graha sangat bahagia karena kini dia akan menjadi seorang Ayah..
"Sayang kapan terahir kamu datang bulan?" tanya Graha tiba tiba..
Berlian diam lalu meletakan sendoknya di atas piring, Berlian mengingat kembali tanggal yang harusnya dia sudah libur...
"Kalau gak salah bulan lalu Mas,." ucap Berlian dengan polos..
Graha sangat senang mendengarnya dan dengan begitu sudah dapat di pastikan jika Berlian tengah mengandung buah cinta mereka.
"Besok kamu ikut Mas ke rumah sakit ya,kita priksa." ucap Graha sembari mencium tangan sang istri...
Berlian yang masih merasa bingung pun hanya mengangguk....
__ADS_1