
Amar tersenyum setelah berada di dalam tahanan, bukan karena dia stres tapi karena dia akan buah lebih mudah melupakan Berlian dan melupakan rasa salahnya kepada wanita yang sangat di cintainya..
"Kamu memang pernah menjadi milikku tapi itu dulu, dan sekarang aku tahu bahwa takdir kita berbeda. Maafkan aku yang selalu saja menyakitimu." ucap Amar dalam hati..
Graha merasa semakin kesal dengan sikap Tuan Wiguna, karena Tuan Wiguna sudah membuat wanitanya bersedih..
"Sudahlah Mas sebaiknya kita pulang saja." ucap Berlian pelan...
Graha pun mengikuti ucapan Berlian kemudian mereka meninggalkan Tuan Wiguna sendirian di kantor polisi..
Tuan Wiguna menemui sang anak didalam bui..
"Kamu tenang saja putraku Ayah janji Ayah akan membuat mereka melepaskan mu." ucap Tuan Wiguna dengan pelan..
Amar hanya tersenyum mendengar ucapan sang Ayah..
"Ayah.. Amar memang salah dan sudah sepantasnya Amar di hukum, dan dengan seperti ini Amar udah bahagia." ucap Amar pelan..
"Apa maksud kamu??" ucap Tuan Wiguna pelan..
__ADS_1
"Lebih baik Amar disini Ayah, dengan begitu Amar akan lebih mudah melupakan dia dan membayar rasa bersalah Amar kepada Berlian." ucap Amar pelan..
Tuan Wiguna merasa kesal mendengar ucapan sang anak..
"Amar jangan bodoh kamu disini bukan sehari dua hari tapi 9 tahun Amar." ucap Tuan Wiguna dengan kesalnya..
Amar hanya menarik nafas panjang..
"Ayah Amar mohon Ayah sudahlah mau 9 tahun atau berapapun gak jadi masalah yang penting itu bisa menghilangkan rasa bersalah ku sama Berlian, udahlah Yah aku mohon jangan buat aku serba salah lagi." ucap Amar dengan sedikit keras..
Sementara itu Berlian nampak murung setelah mendengar ucapan Tuan Wiguna tadi, ucapan dari seorang laki laki yang telah dianggapnya sebagai pengganti Ayahnya justru kembali melukai perasaannya..
Graha mengerti dan memahami perasaan Berlian dan mencoba menenangkan Berlian..
Berlian kembali menangis dan kini memeluk Graha calon imam nya..
"Mas, apakah aku tak pantas untuk bahagia, dan apakah aku tak pantas untukmu Mas." ucap Berlian dengan berlinang airmata.
Hati Graha terasa perih mendengar ucapan Berlian..
__ADS_1
"Sayang sudah ada aku disini aku akan selalu menjagamu dalam suka atau duka dan aku juga akan selalu melindungimu dari orang orang yang akan menyakitimu, percayalah." ucap Graha sembari membalas wanita yang sebentar lagi menjadi makmumnya..
Kini Amar telah kembali masuk kedalam kamarnya 😂😂 dan dia mencoba menenangkan dirinya kembali.
Amar mengerti jika orang tuanya pasti kecewa dan merasa sedih melihat putra satu satunya berada di dalam sel namun inilah pilihan Amar, pilihan untuk melupakan semua masalalunya berasa Berlian dan juga Fani..
Amar duduk diam dan kemudian seorang napi lainnya mengajak Amar untuk sholat..
"Mas solat dulu sudah waktunya." ucap Seorang napi yang namanya Alif..
Amar termenung sejenak..
"Sholat?" ucap Amar pelan..
"Iya ayo kita berjamaah." ucap Alif pelan..
Amar merasa sangat malu, seumur hidupnya tak pernah melakukan sholat entah bagaimana gerakannya dan apa bacaannya pun Amar gak tahu..
"Tapi aku tak pernah solat sebelumnya." ucap Amar dengan tertunduk.
__ADS_1
"Baiklah saya akan mengajarkan Mas ikuti gerakan saya." ucap Alif yang berusaha membimbing Amar..
Alif adalah seorang yang taat beragama dia terkena fitnah oleh seseorang dan dituduh membunuh rekannya sendiri sehingga Alif di vonis hukuman 15 tahun penjara...