DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 45


__ADS_3

Berlian dan Opa Rahman sedang berbincang di ruang tamu tak lama setelah itu ada suara bel..


Setelah Art disana membukakan pintu sang Tanu telah di persilahkan masuk...


"Assalamualaikum, selamat siang Tuan Prawira." ucap Laki laki yang tak asing di telinga berlian...


Berlian menengok kearah pintu utama..


"Om Wisnu...." panggil Berlian pelan..


"Lian kamu disini?" tanya Om Wisnu pelan..


Opa Rahman pun menjadi bingung kenapa mereka bisa saling mengenal..


"Apa kalian saling mengenal? Wisnu apa kamu mengenal Berlian?" tanya Opa Rahman pelan..


"Lian itu anak dari sahabat saya yang telah meninggal dan Lian itu sudah aku anggap seperti putriku sendiri." jelas Om Wisnu sembari tersenyum...


Opa Rahman pun hanya manggut manggut bertanda dia mengerti..


"Maaf Tuan Prawira tadi Tuan Graha menelfon saya dan beliau bilang Tuan mau bertemu saya ada apakah gerangan?" tanya Om Wisnu dengan sopan...


Opa Rahman tersenyum..

__ADS_1


"Begini Wisnu aku mau kamu membuatkan dokumen lengkap buat Berlian, kemarin semua dokumennya hilang dan Berlian ini rencananya akan menetap di Bali." ucap Opa Rahman pelan..


"Lian apakah semuanya bilang?" tanya Om Wisnu pelan.


"Iya Om semuanya.." jelas Berlian sembari menunduk..


Om Wisnu pun berfikir sejenak kemudian menyetujui permintaan bosnya itu..


"Baiklah Tuan, kebetulan berkas yang kemarin di gunakan untuk melakukan gugatan di pengadilan masih ada pada saya jadi kita akan mudah membuatnya kembali, beri saya waktu satu minggu." ucap Om Wisnu dengan penuh kepercayaan diri.


"Baiklah, usahakan secepatnya." ucap Opa Rahman dengan tersenyum..


Om Wisnu nampak senang karena menurutnya Berlian mengenal orang yang tepat. Sudah hampir 10 tahun Om Wisnu menjadi pengacara pribadi keluarga Oeawira dan sejauh itu mereka selalu baik.


"Kamu masuk ke keluarga yang tepat putriku, semoga kelak kau akan berjodoh dengan Tuan muda agar hidupmu selalu di penuhi kebahagiaan." ucap Om Wisnu dalam hati..


Dilain tempat..


Suasana di keluarga Wiguna kini menjadi hambar, tak ada lagi senyum kebahagiaan yang selalu terpancar dari wajah cantik Berlian, tak ada lagi hidangan hidangan istimewa yang seperti Berlian buat dan tak ada lagi suara orang melafazkan al Qur'an semua trasa hampa..


Amar kian merasa terpuruk dia masuk kedalam kamar yang biasa Berlian tempati dan dia merenung disana.


Mengingat kejadian pada malam itu dan mengingat senyuman Berlian.

__ADS_1


Tak terasa airmatanya menetes takkala dia menatap surat dari pengadilan itu, hatinya benar benar hancur..


"Lian maafkan aku, aku memang tak berguna aku yang selalu menyakitimu padahal kamu selalu bisa membuatku bahagia, kamu mampu bertahan dengan semua sikap egoisku dan kamu juga wanita yang mempunyai hati baik. Maafkan aku Lian maafkan aku, pulanglah aku merindukanmu?" ucap Amar dalam hatinya di sela sela isak tangisnya hati Amar pun menjerit..


Bunda Hati menemui Fani yang sesnag berada di kamarnya kemudian menatap Fani dengan tatapan yang penuh dengan kekecewaan..


"Kenapa kamu melakukan ini pada keluargaku? Apa sebenarnya maksud dan tujuanmu?" ucap Bunda Hesti dengan penuh emosi..


Fani pun menjadi bingung dengan ucapan Bunda Hesti..


"Maksud Bunda apa?" tanya Fani dengan pelan..


"Kamu kan yang menaruh racun di minuman itu dengan maksud kamu ingin mencelakai Berlian kami, lihat ini Bunda telah merekam semua kejahatanmu. Kamu tahu kenapa minuman itu bisabertukar posisi Bunda yang menukarnya."ucap Bunda Hesti dengan raut wajah penuh kesedihan..


Fani hanya menunduk dan tak berani mengeluarkan satu patah katapun..


"Bunda masih memikirkan mu Fani, memikirkan nasib cucu Bunda yang ada di perutmu sehingga Bunda memilih diam, tapi jika kamu berulah lagi maka jangan salahin Bunda jika bukti ini akan sampai di tangan polisi."ucap Bunda Hesti dengan penuh emosi.


Fani bersujud di kaki Bunda Hesti memohon agar jangan melakukan itu..


Fani menjelaskan alasan kenapa dia sangat membenci kakaknya, Fani sampai menitikan airmata..


"Jika bukan karena Berlian yang bersujud di kaki Bunda meminta agar Bunda mau merestui hubungan mu dan Amar dan mau mengakui jika anak yang ada di rahimmu itu cucu kami, kami tak sudi menerimamu menjadi menatuku. Tapi seperti inikah caramu membalas pengorbanan kakakmu, apakah kamu tahu betapa sakitnya dia harus rela berbagi suami dengan adiknya sendiri, dan apakah kamu tahu Fani Berikan itu sangat menyayangimu." ucap Bunda Hesti dengan menangis tersedu..

__ADS_1


Fani pun terdiam tanpa berkata apa apa mungkin yang di katakan Bunda itu benar bahwa Berlian selalu menyayangi nya...


(Segini dulu ya semuanya Author masih kerja nanti malam jika ada waktu author up lagi, ayo silahkan berbagi komen. Oh iya bagaimana Cover di atas keren gak? Sehat selalu ya buat kalian semua dimana pun kalian berada..)( love you all)


__ADS_2