DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 116_s2


__ADS_3

Fani membawa Vano keliling mencari bengkel milik Ayahnya Vano.


Dilain posisi Revan nampak kebingungan mencari keberadaan sang putra yang tiba tiba saja hilang dari pandangan matanya.


"Ya Allah Vano kamu kemana?" ucap Revan dengan penuh kekhawatiran...


Revanpun mencoba mencari posisi Vano sang putra namun masih juga belum bisa dia temukan..


Revan nampak semakin panik dan rasanya ingin meminta bantuan sang adik Salsa untuk mencari Vano namun jika belum 24 jam mana bisa.


"Vano kamu dimana nak." ucap Revan sembari terus berkeliling mencari keberadaan sang putra..


Tak jauh dari tempatnya berdiri tiba tiba ada yang memanggil dirinya.. suara itu..


"Ayah....." ucap seorang anak yang berusia baru sekitar 6 tahunan itu...


Revan mencoba mencari sumber suara dan dengan jelas Revan melihat sang putra di gandeng oleh seorang wanita yang tak ading baginya..


Revan nampak senang melihat sang putra baik baik saja..


"Ayah..." ucap Vano ketika mereka telah bertemu.


"Vano sayang, kamu kemana saja kamu tahu jika sedari tadi Ayah bingung mencarimu. Kamu darimana?" tanya Revan dengan lembut..


Mata Revan tertuju kepada sosok wanita yang cantik yang pernah begitu mencintai dirinya di masa lalu.

__ADS_1


"Fani.... benar kah itu kamu?" tanya Revan yang sedikit pangling melihat penampilan Fani.


"Mas Revan jadi Vano putramu? Maaf tadi gak sengaja aku menemukannya di jalan dan aku berniat mengantarnya pulang, tapi syukurlah sekarang Vano sudah bersama keluarganya." ucap Fanindengan lembut..


Revan menatap Fani dengan tatapan yang tak biasa, Revan bisa melihat dengan jelas perubahan pada diri Fani.


"Kamu mau kemana? Jika tidak keberatan ikutlah denganku ke bengkelku gak jauh kok dari sini." ajak Revan semabri tersenyum..


"Ayo Tante cantik, kita main Vano punya banyak mainan." ucap Vano sembari menarik narik tangan Fani..


Fani berfikir sejenak kemudian mengangguk. Semenjak pertama bertemu dengan Vano, Fani merasa ada sesuatu dalam hatinya..


"Baiklah, tapi Tante gak bisa lama lama ya sayang, karena Tante masih ada urusan." ucap Fani dengan lembut..


Revan nampak senang melihat sang putra terlihat sangat bahagia bersama dengan Fani..


"Maksud Mas Revan apa?" tanya Fani tak mengerti..


"Nanti aku ceritakan." ucap Revan sembari tersenyum kemudian mengajak Fani dan Vano mengendarai sepeda motor miliknya..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿.


Sesampainya di bengkel miliknya Revan mengajak Fani untuk masuk kedalam ruangannya tentunya bersama Vano sang putra..


"Kalian disini dulu ya, aku ada kerjaan sebentar." ucap Revan sembari tersenyum...

__ADS_1


"Baiklah Mas." ucap Fani sembari tersenyum dengan manisnya membuat hati Revan bergetar..


Setelah Revan meninggalkan Fani dan Vano, Revan kembali untuk melihat karyawannya bekerja.


Sementara itu Fani dan Vano asik bermain bahkan kini Vano nampak sangat senang..


"Tante kenal sama Ayah Vano ya? Ayah Vano orang yang baik kan Tante?" tanya Vano dengan lugunya.


Vani tersenyum kemudian memeluk tubuh mungil sang anak..


"Iya Vano, Tante itu temannya Ayah Vano dulu, oh iya Bunda Vano dimana?" tanya Fani hal itu membuat Vano nampak sedih..


"Vano enggak punya Bunda, kata Ayah Bunda Vano ada di syurga bersama Allah." ucap Vano sembari menunduk..


Ucapan Vano benar benar menusuk hati Fani, dia tak menyangka bahwa anak sekecil itu tidak memiliki Ibu.


"Bundanya meninggal saat melahirkannya dulu, dan aku bertekad untuk membesarkannya sendiri." ucap Revan dari belakang.


Fani merasa tak enak hati karena telah menanyakan hal yang terlihat sangat pribadi..


"Maaf ya Mas aku enggak tahu." ucap Fani sembari menunduk..


"Iya gak apa apa, kamu sendiri bagaimana Fan? Anak kamu tentu sudah besar sekarang?" tanya Revan sembari tersenyum..


Fani nampak sedih di todong pertanyaan yang sangat menghujam jantungnya..

__ADS_1


"Anakku meninggal semenjak hari itu, dan karena aku terjatuh kini Dokter memvonisku sudah tak dapat memiliki keturunan lagi." ucap Fani sembari menitikan airmata.


__ADS_2