
Berlian menatap ke arah Amar kemudian tersenyum..
"Seandainya kamu seperti ini semenjak dahulu mungkin kita memiliki kisah yang berbeda." gerutu Berlian dalam hati..
Amar yang melihat Berlian bengong pun menyapanya..
"Lian kamu kenapa?" tanya Amar dengan suara yang sedikit pelan..
Berlian kaget mendengar ucapan Amar...
"Lian gak apa apa Mas, Lian senang aja bisa melihat Aya makan selahab itu terima kasih Mas untuk bonekanya."ucap Berlian sedikit berbohong...
Amar tersenyum kemudian Amar menanyakan keberadaan sang adik..
"Lian suami kamu dimana? Apa dia masih tidur jam segini?" tanya Amar sembari melirik kearah arloji yang melingkar di lengan tangannya..
Graha yang baru selesai bersiap pun menjawab ucapan sang kakak..
"Mas adikmu inj orang sibuk mana mungkin jam segini aku masih tidur?" jawab Graha sedikit ngegas karena kesal mengingat peristiwa semalam..
Amar pun tersenyum bahkan sampai tertawa..
"Iya iya orang sibuk, slow dong Gra. Mas kan hanya bercanda Mas kan tahu kamu."ucap Amar tanpa merasa bersalah..
Oh iya Lian,Opa dimana.tanya Amar kemudian..
Berlian membuatkan Graha secangkir kopi lalu menghidangkannya di atas meja.
"Opa tadi masih dikamar, Mas kekamar aja." ucap Berlian dengan lembut..
__ADS_1
Graha pun menarik kursi lalu duduk di sebelah sang kakak..
"Mas ini kejam juga ya, masa adik sama adik iparnya di tinggal begitu saja? Kalau lagi pendekatan si boleh saja tapi gak seperti ini caranya?" ucap Graha sembari sedikit mencubit lengan Amar..
Amar tertawa bahkan sampai terbahak bahak..
"Iya maafin Mas, Mas lupa jika kalian gak bawa mobil sendiri Mas janji lain kali gak akan seperti itu lagi." ucap Amar masih sembari tertawa..
Karena mendengar suara yang gaduh Opa Rahman pun keluar dari dalam kamarnya..
"Ada apa ini pagi pagi udah ribut aja." ucap Opa Rahman sembari berjalan kearah meja makan..
Amar bangun dari duduknya kemudian menghampiri sang Opa dan kemudian mencium tangan Opa Rahman..
"Assalamualaikum Opa.." ucap Amar sembari mencium tangan sang Opa.
Opa Rahman tersenyum senang melihat Amar berkunjung ke rumah...
"Iya Opa alu kangen sama keponakan aku." ucap Amar sembari melirik kearah Aya yang sedang makan..
Graha pun ikut menatap sang putri dan melihat Aya yang sedang makan dengan sangat lahabnya..
"Wah putri Ayah pinter ya makannya?" ucap Graha sembari menatap sang putri..
"Ayah kata Om Amar kalau makannya gak Aya habiskan nanti Bunda akan marah sama Aya." ucap Aya dengan polosnya...
Berlian menatap kearah Amar, sedangkan Amar berpura pura tak melihatnya..
"Maksud Mas hanya supaya Aya makan aja kok." ucap Amar sembari tersenyum..
__ADS_1
Sedangkan sang Opa malah memuji perbuatan Amar..
"Kamu pintar Mar, biasanya Aya paling sudah makan kamu hebat." ucap sang Opa sembari mengacungkan jempol..
Sementara itu Berlian dan Graha hanya saling memandang dan kemudian menggeleng..
Amar dan sang Opa mereka semua menikamti sarapan bersama,Amar makan dengan sangat lahab karena sesungguhnya Amar selalu merindukan masakan Berlian..
Setelah selesai sarapan Graha pun pamit untuk berangkat ke rumah sakit, begitupun dengan Amar yang berpamitan untuk berangkat ke kantor..
Tinggalah Opa Rahman dan Berlian beserta Aya dirumah karena Aya hari itu libur sekolah..
Opa Rahman menatap kearah sang cicit dan kemudian menemaninya bermain..
"Aya sayang ini boneka dari siapa?" tanya sang Opa kepada Aya..
"Dari Om Amar Opa tadi Aya juga sudah bilang terima kasih." ucap Aya sembari memainkan boneka pemberian Amar..
"Wah Aya pinter ya." ucap Opa Rahman bahagia..
note: Hai readers ku maaf ya up nya lama karena banyak kesibukan di dunia nyata jadi waktu buat menulis kadang sedikit..
Oh iya teman teman author punya cerita baru mohon dukungannya yaa..
judulnya Find Me In Your Heart
Kisah ini menceritakan tentang perjalanan cinta seorang gadis yatim piatu yang sangat berliku, hingga membuatnya harus mengandung tanpa status yang jelas dan pada akhirnya harus kehilangan buah hatinya..Bagaiman kisahnya intip yuk...
__ADS_1
Maksih All salam sehat selalu...