DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 06


__ADS_3

Berlian dengan cekatan menyiapkan berbagai makanan untuk sarapan, ada nasi goreng, roti bakar dan beberapa makanan lainnya..


"Wah Ibu ini pintar sekali memasak yaa.. " ucap Bi Ijah dengan tersenyum...


"Enggak Bi, Saya masih belajar?" ucap Berlian sembari tersenyum...


Tepat pukul 07 pagi, kini semua anggota keluarga telah siap untuk menikmati sarapan pagi mereka..


"Wah sepertinya makanan pagi ini ada yang berbeda ya? Siapa yang menyiapkan ini?" ucap Tuan Wiguna sembari duduk di meja makan sembari menyeruput secangkir kopi yang rasanya sangat berbeda...


Kopi ini enak sekali rasanya siapa yang membuatnya Bisa? tanya Tuan Wiguna kemudian..


"Ibu Berlian yang membuatnya Tuan?" ucap Bi Ijah dengan sopan.


Tuan Wiguna tersenyum senang..


"Memang enggak salah Bunda memilih menantu." ucap Tuan Wiguna dalam hatinya..


Sementara itu Lian sedang berada di kamarnya dia melihat sang suami masih tertidur dengan pulasnya.


Berlian mencoba untuk membangunkan sang suami, namun bukannya langsung bangun justru Lian kena marah..


Dengan lembut Lian mencoba membangunkan sang suami..


"Mas,, bangun ini udah siang. ." ucap Berlian sembari menggoyangkan tubuh sang suami..


"Apaan si, Aku masih mau tidur." ucap Amar sembari mendorong tubuh Berlian hingga tersungkur..

__ADS_1


Berlian hanya meringis menahan sakit karena tersungkur ke lantai..


Dengan sabar Berlian masih mencoba membangunkan Amar.


"Mas udah jam 7, Ayah dan Bunda sedang menunggu kita di meja makan." ucap Berlian dengan lembut..


Mendengar jam 7, Amar langsung bangun kemudian berlari ke kamar mandi..


"Kenapa gak bangunin aku dari tadi?" ucap Amar tanpa dosa..


Berlian hanya mampu mengelus dada mendengar ucapan sang suami..


"Sabar Berlian, hari harimu masih panjang." ucap Berlian dalam hati...


Seusai membersihkan diri, Amar keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk saja.


Amar merasa marah melihat sikap berlian, secara agama dan negara mereka sah sebagai sepasang suami istri namun sikap mereka seperti bukan siap siapa.


"Kenapa kamu membuang muka? Apa kamu pikir aku akan melakukan hal bodoh dengan menjamah tubuhmu? Maaf kamu bukanlah tipeku." ucap Amar sembari setengah berteriak..


Hati Berlian merasa sangatlah sakit setelah mendengar ucapan dari sang suami. Hatinya terluka namun tak berdarah, dan batinnya terluka..


Tanpa berbicara apa apa Berlian berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, Di dalam kamar mandi berlian menangis sejadi jadinya.


10 menit Berlian telah selesai dengan ritual mandinya, Lian keluar dengan mengenakan pakaian lengkap, di lihatnya Amar yang telah menunggunya di kamar..


"Cepetan lelet banget si kayak siput?" ucap Amar dengan keras.

__ADS_1


Setelah itu Berlian berjalan di belakang Amar, setelah melihat Ayah dan Bunda Amar berubah menggandeng tangan Berlian.


Berlian hanya menurut bagaikan boneka, hatinya sedih namun tak dapat berkata apa apa, mungkin inilah takdir hidupnya..


"Selamat pagi Ayah... Selamat pagi Bunda.." ucap Amar dengan berbasa basi.


"Pagi sayang.." ucap Bunda pelan...


"Wah menantu Ayah ini membagi juara, makanan yang kamu buat ini sangat enak." ucap Ayah Wiguna Dengan senangnya..


Bunda Hesti pun ikut memuji masakan Berlian..


"Iya Sayang kamu memang pintar sekali memasak, ini sangat lezat.." ucap Bunda Hesti dengan antusias.


"Terima kasih Ayah... Bunda." ucap Berlian pelan.


Setelah Amar duduk dan mencicipi masakan Berlian,


Pertamanya Amar enggan untuk berkomentar namun kenyataannya memang masakan Berlian sangatlah enak..


"Lumayan." ucap Amar sedikit membuat hati Berlian kecewa..


Berlian mencoba untuk tersenyum untuk menutupi luka dalam hatinya..


"Mau nambah lagi Mas?" ucap Berlian sembari berbasa-basi.


"Enggak udah kenyang aku." ucap Amar dengan tegas'nya.. Masakanmu sangat enak, tapi aku enggak akan pernah mengakuinya aku mau kamu membayar mahal untuk pernikahan ini. ucap Amar kemudian..

__ADS_1


Setelah selesai sarapan, Ayah Wiguna dan Amar pergi ke kantor, sementara Berlian dan Bunda Hesti pergi ke butik. Hari ini Bunda Hesti mengumumkan bahwa Butik Bintang berpindah nama menjadi Berlian butik...


__ADS_2