
Ketika sudah dalam perjalanan Salsa diam saja hatinya masih berkecamuk karena takut Amar marah..
"Sa.. kamu kenapa kok diam saja?" tanya Amar sembari menatap kearah Salsa..
Salsa pun menatap kearah Amar..
Salsa masih terdiam dan hanya menatap Amar saja..
"Saa.. Kamu kenapa?" tanya Amar mengulangi pertanyaannya..
"Mas tadi Mas Revan gak ngomong macam macam kan sama Mas? Aku takut Mas Revan malah melukai hati Mas Amar." ucap Salsa memberanikan diri menanyakan nya..
Amar pun tersenyum dan kemudian membelai rambut Salsa..
"Gak kok Sa.. Tadi Mas Revan hanya mengajak aku untuk sarapan itu aja." ucap Amar sembari tersenyum..
Salsa langsung tersenyum karena mendengar ucapan Amar yang ternyata Revan sendiri tak melakukan hal hal yang aneh aneh..
Amar menatap kearah Salsa yang sedang tersenyum sendiri..
"Sa.. kok malah kamu sekarang tersenyum si? Ayo lagi mikirin apa?" tanya Amar sembari bercanda..
Salsa menatap kearah lelaki yang sedang bersamanya..
__ADS_1
"Gak Mas aku hanya senang saja mendengar Mas Revan hanya mengajak sarapan semoga saja Mas Revan akan segera memberi restu untuk hubungan kita." ucap Salsa sembari tersenyum..
Amar pun ikut tersenyum..
"Amin.. semoga saja ya Saa.. " ucap Amar sembari tersenyum..
Tak lama kemudian kini Salsa telah sampai di depan kantornya..
"Sa sudah sampai.." ucap Amar lirih..
Salsa pun melihat sekitar dan ternyata sudah sampai di tempatnya bekerja..
"Iya Mas terima kasih ya udah mengantar ku, nanti gak usah jemput ya aku kan bawa mobil." ucap Salsa sembari tersenyum..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Setelah mengantar Salsa ke kantornya kini Amar pun langsung pergi kekantor karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan..
Sesampianya di kantor Amar langsung kedalam ruangannya untuk melanjutkan beberapa pekerjaan yang sudah menumpuk..
Ketika Amar masuk kedalam ruangannya tiba tiba Amar dikejutkan dengan keberadaan Opa Rahman yang memang sedang menunggunya..
"Opa......." ucap Amar yang kaget melihat sang Opa tiba tiba ada di dalam ruangannya..
__ADS_1
Opa Rahman pun menatap kearah Amar dan langsung tersenyum kemudian memeluk cucu kesayangannya..
"Kamu kemana aja beberapa hari ini? Opa sangat merindukanmu maka itu Opa minta Graha mengantarkan kesini.." ucap Opa Rahman sembari tersenyum..
Amar pun membalas pelukan sang Opa dengan erat..
"Iya Opa maaf ya belakangan ini sibuk jadi jarang main ke rumah Opa? Oh iya katanya sama Graha dimana dia?" tanya Amar yang melihat sekeliling mencari Graha namun tak terlihat..
Opa Rahman pun tersenyum dan menepuk pundak sang cucu..
"Graha hanya mengantar saja tadi dia buru buru ke rumah sakit karena ada pasien gawat darurat.." ucap Opa Rahman sembari duduk diatas sofa di ruangan Amar..
Amar pun ikut duduk di sebelah sang Opa..
"Graha memang contoh orang yang sangat disiplin dengan waktu, dia selalu menunjukan kinerjanya bahkan dia mampu menangani beberapa usaha keluarga diluar tugas dia sebagai Dokter.."ucap Amar memuji sang adik di depan Opa Rahman..
Opa Rahman pun tersenyum kemudian menggenggam tangan Amar..
"Kamu juga sama hebatnya sama adik kamu Graha, lihatlah kamu sekarang kamu juga hebat.." ucap Opa Rahman sembari menatap Amar dengan tatapan yang memuji..
Amar pun tersenyum kemudian menatap kearah Opa Rahman..
"Opa lah yang terbaik di antara kami karena kami banyak belajar dari Opa.." ucap Amar lirih..
__ADS_1
Opa Rahman ingin memberikan kepada Amar satu perusahaannya sebagai tanda sayang dia kepada Amar dan keinginan tersebut di kabulkan oleh Graha sebagi pengelola di semua perusahaan yang di miliki oleh Prawira company..