DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 59


__ADS_3

Graha masih dengan setia menunggu Berlian di rumah sakit, dengan penuh cinta dia terus memang tangan Berlian..


"Sayang Ayo bangun buka matamu.." ucap Graha pelan..


Sepertinya tubuh Berlian merespon ucapan Graha dan samar samar Berlian mulai membuka kedua matanya..


"Mas, aku dimana?" ucap Berlian pelan..


Graha sangat bahagia karena Berlian telah berhasil melewati masa kritisnya dan telah kembali membuka matanya..


"Sayang kamu di rumah sakit, maafkan aku sayang aku hampir membuatmu celaka." ucap Graha sembari megang tangan Berlian.


Berlian mencoba untuk tersenyum..


"Iya Mas gak apa apa, toh aku juga baik baik saja." ucap Berlian pelan..


"Ya sudah kamu harus banyak istirahat dan aku akan selalu menemanimu disini, kamu tahu aku udah ketakutan melihatmu tak sadarkan diri." ucap Graha dengan menundukkan wajahnya..


Berlian tersenyum melihat sikap Graha, laki laki yang begitu menghawatirkan dirinya, laki laki yang selalu berada di sampingnya dan laki laki yang dengan tulus ikhlas mencintai dirinya..

__ADS_1


"Mas, terima kasih ya." ucap Berlian sembari tersenyum..


Graha menatap tak mengerti dengan apa yang si ucapakan oleh Berlian, dirinya hampir membuatnya celaka malah mengucapkan terima kasih..


"Sayang aku hampir saja membuatmu celaka dan kenapa kamu berterima kasih." ucap Graha pelan.


Berlianpun tersenyum..


"Walaupun aku hampir celaka aku tahu Mas kamu tak akan membiarkan ku celaka dan aku berterima kasih karena aku bersyukur bisa mendapatkan cinta yang begitu besar darimu Mas." ucap Berlian sembari tersenyum..


Berlian merasakan nyeri di bagian kepalanya..


"Mas kepala Lian sakit banget.." ucap Berlian sembari meringis menahan sakit..


"Udah sayang sekarang di bawa istirahat aja ya, kamu kan baru sadar lagian kepala kamu kan terluka, sekarang pejamkan matamu dan aku akan menemanimu disini." ucap Graha sembari menaikan selimut yang hingga ke atas dada.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Dilain tempat ada Amar yang sangat marah karena mendapatkan perlakuan yang menurutnya tidak baik dari Graha..

__ADS_1


"Awas saja kau aku pasti akan merebut Berlian dari tanganmu, dan jangan sebut aku Amar jika aku tak bisa melakukannya." ucap Amar sembari tertawa jahat..


Amar menyusun rencana untuk menculik Berlian, dan akan membuat Berlian kembali menerima dirinya.


Amar mungkin udah gila, gila karena pernah melakukan kesalahan yang justru membuat orang yang di cintainya berpaling kepada laki laki lain..


"Lian kamu miliki dan akan tetap menjadi milikku." ucap Amar sembari memandangi foto Berlian...


Setelah mendapatkan perawatan dan kondisi Berlian pun membaik kini Berlian telah di pindahkan ke ruang rawat, Graha selalu setia berada di samping sang calon istri karena Graha enggan untuk jauh dari Berlian..


Tepat pukul 12 siang disaat sedang sholat Graha meninggalkan Berlian yang sedang terlelap sendirian di ruang rawatnya sedangkan Graha pergi ke mushola untuk melakukan sholat Dzuhur, seperti perencanaan awal Amar memasuki kamar rawat Berlian dan kemudian membawanya pergi..


Berlian hendak berteriak namun tiba tiba Amar memberi Berlian obat bius dan Berlian tidur dengan nyenyak nya..


Amar membawa Berlian ke sebuah villa yang sangat mewah. Diletakannya tubuh mungil Berlian di atas pembaringan dan kemudian Amar meninggalkannya di dalam kamar..


Dilain tempat Graha sangat panik melihat Berlian tak ada ditempat tidur, Graha berteriak memanggil pihak keamanan untuk segera mencari keberadaan Berlian..


"Dimana calon istri saya." ucap Graha dengan berteriak..

__ADS_1


"Maaf Tuan kami tidak tahu." ucap salah seorang satpam yang ada di tempat itu..


"Cepat cari dan temukan segera calon istriku." ucap Graha memberi perintah .


__ADS_2