
Graha mengejar sang istri hingga ke dapur, Berlian hanya tersenyum dalam hati karena merasa lucu dengan tingkah sang suami..
"Sayang kamu jangan marah dong?" ucap Graha sembari menarik tangan Berlian dengan lembut..
Berlian tak bisa menahan tawanya lagi..
"Siapa yang marah Mas, Mas justru lucu tahu persis seperti Aya coba saja rambut Mas di ikat terus di pakaiin pita pasti tambah lucu." ucap Berlian sengaja menggoda suaminya..
Graha pun langsung memeluk sang istri dan kemudian membawanya hingga ke kamarnya..
Aya dan Amar yang sedang bermain pun heran melihat Berlian dan Graha yang sedang tertawa bersama dari arah kamar mereka..
"Aya sayang ayo kita pindah tempat sepertinya di sini panas.." ucap Amar sembari tersenyum..
Graha dan Berlian saling tatap dan kemudian tertawa.
"Mas kamu mau apa? Di luar ada Mas Amar kakakmu apa kamu gak malu." ucap Berlian sembari tersenyum..
"Biarkan saja siapa suruh kamu menggodaku."Graha sembari terus memeluk Berlian tanpa melepaskannya..
Singkat cerita kini Berlian dan Graha telah kembali ke ruang tamu untuk menemui Amar, namun mereka tak melihat Amar disana..
"Sayang Mas Amar kemana?" tanya Graha sembari mencari Amar dan juga Aya putri kecilnya..
__ADS_1
Berlian juga bingung karena ternyata Amar dan Aya gak ada di ruang tamu..
"Iya Mas mereka kemana ya?" tanya Berlian sembari mencari ke setiap sudut ruangan..
Tak lama kemudian Amar dan Aya kembali masuk ke dalam rumah..
"Gra.. Lian.. kalian nyariin apa?" tanya Amar yang tiba tiba nongol di ambang pintu bersama Aya..
Graha dan Berlian kaget melihat Amar yang tiba tiba datang dari arah halaman..
Graha menatap sang kakak..
"Mas darimana? kok aku cari cari gak ada?" tanya Graha sembari duduk di sofa ruang tamu..
Amar pun hanya tersenyum bahkan tertawa..
Graha merasa malu kemudian menumpuk bahu sang kakak dengan bantal yang disambut tawa oleh Amar dan juga Opa Rahman..
🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂🥂
Di lain tempat.
Salsa yang baru saja bangun tidur pun langsung membantu sang kakak ipar Fani untuk menyiapkan sarapan karena hari ini hari minggu jadi Salsa juga libur dalam bekerja..
__ADS_1
"Kak ada yang bisa Salsa bantu gak?" tanya Salsa sembari tersenyum..
Fani yang sedang menyiapkan roti kaget karena tiba tiba mendengar suara Salsa..
"Sa.. kamu sudah bangun? Boleh sini kita buat sarapan buat semuanya? Oh iya Sa apa kamu gak kerja hari ini?" tanya Fani sembari menyiapkan roti bakar keju untuk Vano putra kesayangannya..
Salsa pun mendekat kearah Fani dan langsung mengerjakan apa yang bisa dia kerjakan..
"Gak kak, kan hari ini libur, oh iya kak nanti siang kita belanja ya, aku pengin banget beliin kakak sesuatu." ucap Salsa sembari tersenyum..
Fani bingung dengan ucapan Salsa..
"Kamu mau beli apa Sa? Kalau buat kakak gak usah kakak bisa lihat kamu aja sudah senang Sa.." ucap Fani yang memang kini telah jauh menjadi seseorang yang lebih baik..
"Pokoknya kakak gak boleh nolak. Terus kakak harus ikut ya." ucap Salsa sembari tersenyum..
Jam pun telah menunjukan pukul 07.00 wib Vano yang baru saja bangun pun langsung mencari snaga Bunda..
"Bunda.." ucap Vano sembari mengucek matanya dan berlari ke dapur untuk mencari Fani..
Semenjak menjadi ibu sambung Vano, Fani adalah sosok yang lebih kasih sayang sehingga membuat Vano cendrung manja dan tergantung dengan Fani..
Fani pun menghentikan aktifitasnya kemudian tersenyum..
__ADS_1
"Anak Bunda sudah bangun.." ucap Fani sembari mendekati Vano yang terlihat masih ngantuk..
Salsa terlihat sangat senang karena sang kakak tak salah memilih pendamping, Fani adalah wanita terbaik sekaligus Ibu yang terbaik buat Vano bahkan Fani bisa menyayangi Vano seperti anak kandungnya sendiri..