
Revan menatap kearah Fani dan Salsa yang sedang berpelukan hatinya merasakan kebahagiaan yang tiada terkira karena ternyata Fani telah menjadi wanita yang luar biasa hebat untuk keluarganya..
Revan merasa bahagia bisa mendapatkan Fani walaupun Revan tak bisa memiliki keturunan dari Fani tapi Revan menerima Fani dengan ikhlas dan apa adanya..
"Kamu adalah wanita terbaik yang Allah titipkan kapadaku Fan, terima kasih atas cinta tulus yang kau berikan untuk kami." ucap Revan dalam hatinya..
Revan pun masuk kedalam kamar Salsa sembari tersenyum..
"Sudah dong pelukannya hari bahagia gak boleh bersedih.. Sa apa kamu sudah siap dan yakin dengan semua keputusanmu? Mas hanya ingin melihat kebahagiaanmu bukan airmatamu?" ucap Revan sembari mendekat kearah Fani dan Salsa..
Salsa pun tersenyum..
"InsyaAllah Mas keputusan aku sudah aku pertimbangkan,,dan aku yakin atas pilihanku." ucap Salsa sembari tersenyum...
Revan pun duduk di sebelah Salsa sembari memegang rambut sang adik..
Revan tersenyum dan tanpa sadar menitikan airmata..
__ADS_1
"Mas bahagia Sa, akhirnya adik kakak yang dulunya lucu dan menggemaskan sebentar lagi akan menjadi seorang istri. Mas sangat terharu karena Mas bisa di beri kesempatan untuk mendampingimu di hari bahagiamu nanti." ucap Revan dengan mata yang berkaca kaca...
Susana haru campur bahagia pun sangat terasa di antara mereka sehingga membuat Salsa tak kuasa menahan tangisnya sembari memeluk sang kakaknya..
"Mas jangan menangis ya, Salsa gak mau melihat Mas Revan sedih Mas kan tahu Salsa sangat menyayangimu Mas kamulah satu satunya keluarga yang aku punya." ucap Salsa sembari menatap kearah sang kakak..
Selepas dari cerita keluarga Revan,,kini Amar dan kedua orang tuanya pun telah sampai di rumah mereka dengan perasaan yang bahagia karena pada akhirnya Salsa menerima lamaran Amar dengan begitu baik..
"Bunda...Ayah terima kasih ya telah membantu acara malam ini terima kasih juga untuk restu yang Ayah dan Ibu kasih buat Amar." ucap Amar sembari mencium tangan Bunda Hesty dan Ayah Wiguna secara bergantian..
"Bunda sangat bahagia Mar hari ini, akhirnya Bunda akan memiliki seorang menantu lagi dan Bunda sangat sangat bahagia.." ucap Bunda Hesty sembari menatap kearah Amar..
Amar pun merasakan bahagia karena kedua orang tuanya sangat mendukung keinginannya termasuk sang Adik Graha dan kedua Kakeknya Opa Rahman dan Kakek Sandy..
Pada keesokan harinya Amar pagi pagi sekali sudah sampai di kediaman Graha untuk mengunjungi sang keponakan Aya, Aya yang hari itu berulang tahun yang ke 6 tahun membuat Berlian dan Graha pun sibuk mempersiapkan acara untuk Aya..
Amar pun menekan bel dan kemudian seorang Art pun membukakan pintu dan mempersilahkan Amar untuk masuk..
__ADS_1
"Mas Amar ayo silahkan masuk.." ucap Sang Art yang bekerja di rumah besar itu..
"Makasih Bi.." ucap Amar sembari tersenyum..
Berlian dan Graha yang sedang berada di dapur pun di kejutkan dengan kedatangan Amar yang tiba tiba berada di ruang tamu..
"Mas sudah lama?" tanya Graha yang langsung keluar dari dalam dapur ketika mendengar suara Amar..
Amar pun menatap kearah Graha yang sedang menyiapkan sesuatu untuk Aya..
"Gra.. belum baru saja datang? Keponakan aku dimana? "tanya Amar yang langsung menanyakan keberadaan Aya..
"Ada di dalam kamarnya Mas. Mas bawa apa kok besar banget?" tanya Graha sembari tersenyum..
Amar datang sembari membawa sebuah boneka panda yang sangat besar, Aya sangat menyukai boneka maka Amar sengaja memberikan Aya boneka yang besar..
"Boneka buat Aya, kan hari ini Aya ulang tahun. Aku gak mau melewatkan momen ini aku ingin menjadi orang yang pertama yang memberikan Aya hadiah." ucap Amar dengan penuh bahagia..
__ADS_1