DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 35


__ADS_3

Berlian mendapat banyak pujian atas keberhasilannya, saat merayakan acara keberhasilannya Fani merasa sangat kecewa..


"Kenapa si harus kamu kamu kamu yang di puji banyak orang? Pokoknya aku harus bisa menyingkirkanmu dari keluarga Wiguna." ucap Fani dalam hatinya.


Fani pun menyusun rencana liciknya untuk melenyapkan Berlian..


Fani menelfon Ari kekasihnya untuk meminta bantuan..


"Sayang kita ketemu.." ucap Fani pada sambungan telfonnya..


"Bailah kita bertemu di tempat biasa.."ucap Ari pelan..


Ari dan Fani bertemu di tempat yang mereka maksud..


"Kamu perlu bantuan apa?" tanya Ari pelan..


"Aku ingin melenyapkan Berlian kakak tiriku?Aku butuh racun atau obat apa yang bisa membuatnya hilang dari dunia ini." ucap Fani dengan tersenyum...


"Baiklah ambil ini." ucap Ari sembari menyerahkan satu botol kecil obat untuk melemahkan syaraf sehingga dia bisa lenyap pelan pelan..


Fani mengambil botol tersebut kemudian memasukannya kedalam tas miliknya..


"Terima kasih sayang kamu memang yang terbaik." ucap Fani sembari bergelayut manja.,


Setelah itu keduanya pergi ke apartemen milik Ari untuk menyalurkan hasrat mereka..


Sekitar pukul enam sore Fani baru kembali dan kemudian menyusun rencana untuk memberikan obat tersebut kepada Berlian...

__ADS_1


Fani mengawasi semua sudut rumah dan di pikirnya aman.


Pada malam harinya ketika acara makan malam berlangsung Bunda Hesti meminta Berlian untuk membuatkan semua orang teh, dan disaat yang bersamaan Fani melancarkan rencananya.


Ketika sedang berdua di dapur Fani yang berpura pura membantu Berlian pun menaruh obat tersebut ke dalam minuman yang akan dia berikan sendiri kepada Berlian...


"Selamat tinggal kakaku sayang." ucap Fani dalan hatinya.


Setelah selesai membuatkan minuman Berlian dan Fani kembali ke ruang tengah tempat semua orang berkumpul, Amar nampak senang menatap wajah cantik Berlian..


Amar memandang dan terus memandang, Fani yang melihat itu menjadi terbakar api cemburu dan tak terima dengan apa yang Amar lakukan..


"Mas Amar perutku sakit.." ucap Fani mengalihkan pembicaraan..


Amar pun berubah menjadi memperhatikan Fani..


Berlian yang mendengar kata sayang pun menjadi sedikit sakit, hatinya terluka lagi namun tak berdarah..


"Kalian memang pasangan yang serasi.."ucap Berlian dalam hati...


Ayah Wiguna memperhatikan Berlian dan kemudian berusaha mengalihkan Pandangan Berlian..


"Lian anakku, bagaimana acara tadi siang apa semuanya lancar."tanya Ayah Wiguna pelan..


"Lancar dong Ayah dan Ayah tahu Berlian kita menang." ucap Bunda Hesti dengan penuh kebahagiaan..


Perhatian Amar pun kembali kepada Berlian..

__ADS_1


"Wah kamu hebat Lian." ucap Amar pelan..


Fani berbah menjadi baik, Fani lupa letak cangkir yang dia kasih obat, dan seingat dia di nomer tiga.


Fani mengambil cangkir tersebut kepada Berlian dan mengucapkan selamat kepada kakaknya..


Fani tersenyum untuk pertama kalinya kepada Berlian.


"Wah kakaku memang hebat." ucap Fani sembari memberikan secangkir teh yang dia pegang..


"Terima kasih Fan.." ucap Berlian sembari mengambil cangkir tersebut dari tangan Fani..


Sebagai perayaan untuk Berlian, mereka meminum teh bersama dan suatu kejadian pun terjadi..


Apa yang dilakukan Fani salah sasaran...


"Bunda Bunda kamu kenapa?" ucap Berlian sembari memegang sang Bunda yang tengah pingsan.


Dari sudut mulut Bunda Hesti mengeluarkan busa dan semua orang pun menjadi panik....


"Bunda... Bunda kenapa?" teriak Amar dengan keras..


Dengan cepat dan sigap Bunda Hesti di larikan kerumah sakit.


Sementara itu Berlian terus saja menangis..


Next part siapkan tisu dulu...

__ADS_1


__ADS_2