DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 128_s2


__ADS_3

Amar manatap Fani dan kemudian tersenyum..


"Baiklah aku maafin kamu Fan, yang sudah terjadi biarlah terjadi kita ambil hikmah dibalik semua ini saja." ucap Amar sembari tersenyum..


Fani merasa bahagia permintaan maafnya di terima dengan baik, walaupun dulu Fani pernah meminta maaf saat dirinya mengakui semua kejahatannya namun Fani masih saja terus dihantui bayang bayang rasa bersalah yang teramat dalam..


Fani pun menatap kearah sang kakak dan tersenyum..


"Terima kasih semuanya, Fani harap kita bisa tetap menjalin tali silaturahmi walaupun kita tak menjadi satu rumah namun kita bisa tetap menjadi satu keluarga. Oh iya Tante.. Om, bolehkan Fani tetap memanggil kalian dengan Ayah dan Bunda?" tanya Fani dengan sopan..


Ayah Wiguna merasa bangga dengan sikap Fani yang sekarang. Walaupun dulu Ayah Wiguna sangat tidak suka dengan sikap Fani tapi kini dia akui Fani berhasil belajar dari masalalunya, dan Fani juga masih pantas untuk mendapatkan kesempatan kedua..


"Tentu saja Fani, anggaplah kami tetap seperti orang tuamu, kamu dan Berlian sama buat kami." ucap Ayah Wiguna sembari tersenyum..


Fanipun merasa sangat bahagia dan Fani bercerita bahwa Fani akan segera melangsungkan pernikahan ketiga nya dengan Revan..


"Apa kamu akan menikah lagi Fan?"tanya Bunda Hesti pelan..


"Iya Bunda doain yang terbaik ya buat Fani, sekarang Fani lega karena kalian telah benar benar memaafkan kesalahan Fani dulu." ucap Fani sembari tersenyum..


Amar menatap kearah Fani, ternyata kedua wanita yang dulu pernah bersamanya kini telah bisa menjalani hidupnya. Contohnya Fani walaupun dia harus mengalami susahnya cobaan hidup dari buah kesalahannya di masalalu namun Fani tak pernah berputus asa..

__ADS_1


Amar masih terdiam sembari terus mengingat ingat akan masalalunya hingga sebuah sentuhan lembut membuyarkan lamunan Amar..


"Kamu kenapa sayang?" tanya Bunda Hesti pelan..


"Bunda.. Amar gak apa apa, Amar ikut senang atas rencana pernikahanmu Fan, semoga lancar hingga hari H ya." ucap Amar sembari tersenyum..


"Amin." ucap semua orang secara bersamaan..


💟💟💟💟💟💟💟


Seusai makan siang bersama kini Berlian dan Fani pun berpamitan untuk pulang menjemput Cahaya di sekolahnya..


Sementara itu Salsa adik Revan yang baru kembali ke jakarta setelah satu tahun dinas di luar daerah pun merasa senang mendengar rencana sang kakak yang hendak menikah lagi..


Salsa nampak sangat cantik mengenakan pakaian rumahan yang sejak lama tak dia kenakan..


"Kamu sangat cantik adikku." ucap Revan sembari tersenyum..


Salsa merasa sangat malu, jika dia tidak mau menghadiri acara pernikahan temannya mungkin dia tak akan berdandan ala ala wanita pada umumnya..


"Mas jangan bikin Salsa gak percaya diri deh, malu ah gak usah pergi udah." ucap Salsa yang tak percaya siri dengan penampilannya..

__ADS_1


Revan mendekat ke arah Salsa..


"Adikku yang paling cantik, beneran kamu terlihat sangat cantik malam ini, kamu harus percaya diri, mau sampai kapan kamu jomblo kalau kamu aja selalu kayak laki laki." ucap Revan menggoda sang adik..


Salsa menaikan satu alisnya dan kemudian mencubit perut sang kakak..


"Mas jangan ngeledek terus deh, nanti juga ada yang mau Mas tinggal tunggu aja." ucap Salsa sembari berlari kecil ke halaman rumah mereka..


Salsa hendak pergi menggunakan motor kesayangannya dan itu membuat Revan tertawa geli dibuatnya..


"Dee kamu yakin akan pergi menggunakan itu?" tanya Revan sembari menunjuk kearah motor kesayangan sang adik..


Salsa pun bingung dengan pertanyaan sang kakak.


"Iya lah Mas, masa Salsa kesana jalan kaki kan gak mungkin." ucap Salsa yang tak sadar dengan penampilannya..


"Kamu mau naik motor pakai dress De?? Apa gak salah?" tanya Revan sembari tersenyum..


Salsa pun ikut tertawa menertawakan kekonyolannya..


"Iya ya Mas, apa jadinya aku kalau naik motor dengan dandanan gini, huh kenapa si jadi cewek itu harus ribet banget?" ucap Salsa sembari menggerutu dalam hati...

__ADS_1


__ADS_2