DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 17_s3


__ADS_3

Setelah berpamitan untuk pulang,Berlian dan Aya langsung pulang untuk menemani Opa Rahman di rumah..


"Sayang kita pulang sekarang ya, kasihan Opa sendirian di rumah.." ucap Berlian kepada Aya sembari memainkan rambut Aya..


Aya hanya mengangguk dan kemudian tersenyum..


"Iya Bunda,, Aya mau main lagi nanti ya sama Opa." ucap Aya sembari tersenyum..


"Iya sayang tapi Aya harus bobo siang dulu ya." ucap Berlian dengan lembut..


Aya pun mengangguk menandakan bahwa dia setuju dan mau menuruti semua ucapan sang Bunda..


"Anak pinter..." ucap Berlian sembari mengusap rambut Aya dengan lembut..


Tak lama kemudian Berlian dan Aya sampai di kediaman Prawira di rumah besar dimana mereka tinggal..


"Sayang ayo bangun kita sudah sampai.." ucap Berlian yang membangunkan Aya yang tertidur..


Opa Rahman pun keluar dari dalam kamarnya ketika melihat Berlian dan Cahaya pulang..


"Cicit Opa sudah pulang.. Ayo Aya darimana?" ucap Opa Rahman sembari tersenyum..


Berlian pun mencium tangan Opa Rahman sembari mengucapkan salam..

__ADS_1


"Aya habis main sama Vano Opa, Vano baik banget sama Aya.." ucap Aya sembari bercerita bahwa mereka telah bermain bersama..


Opa Rahman pun tersenyum bahagia karena melihat Aya dan Berlian telah sampai di rumahnya..


"Iya sudah Aya sekarang bersih bersih dulu ya, terus nanti Aya bobo siang nanti sore baru main sama Opa?" ucap Opa Rahman sembari tersenyum..


Aya pun mengangguk dan langsung pergi bersama pengasuhnya untuk bersih bersih. Berlian juga berlalu kedalam kamarnya dan juga membersihkan diri..


Setelah Berlian bersih bersih Berlian pun kembali keruang tamu untuk menemui sang Opa yang sedang menonton acara televisi..


Berlian membuatkan Opa Rahman secangkir teh hangat dan juga beberapa cemilan untuk menemani Opa Rahman menonton televisi..


"Opa ini Lian buatkan Opa teh." ucap Berlian sembari meletakan nampan di meja dekat dengan sang Opa..


"Terima kasih ya Lian kamu selalu mengurus Opa dengan sangat baik.. Opa sangat bersyukur memiliki cucu menantu sebaik kamu." ucap Opa Rahman sembari tersenyum..


Berlian yang sudah terbisa mendengar ucapan Opa Rahman pun hanya tersenyum..


"Ya sudah Opa minum dulu mumpung masih hangat.. Berlian mau ke dapur mau menyiapkan makanan buat nanti malam. Oh Iya Opa mau di masakin apa?" ucap Berlian sembari tersenyum..


Opa Rahman pun bingung mau minta di masakin apa..


"Terserah Lian aja, apapun yang Lian masak Opa pasti akan menghabiskannya. Kamu tanya saja sama suami kamu mau di siapkan makanan apa?" ucap Opa Rahman sembari tersenyum..

__ADS_1


Berlian pun menjelaskan bahwa Mas Graha akan pulang telat malam ini karena akan menemani Mas Amar untuk menghadiri suatu acara.


"Kapan Graha menelfon kamu Nak.?" tanya Opa Rahman sembari menatap kearah Berlian..


"Tadi siang Opa, pas Lian di rumah Bunda.."ucap Berlian kemudian pergi ke dapur untuk menyaiapkan beberapa menu makanan untuk mereka bertiga..


Dilain tempat..


Amar menjemput Graha di rumah sakit, Amar juga telah menyiapkan jas buat sang adik karena Graha tak mungkin pulang terlebih dahulu..


"Gra apa kamu sudah selesai?" tanya Amar sembari membuka pintu ruangan Graha..


Graha yang masih mengerjakan sesuatu pun kaget melihat pintu terbuka tanpa di ketuk terlebih dahulu..


"Mas kamu kebiasaan deh membuat aku spot jantung?" ucap Graha sembari mendumel..


Amar tertawa karena merasa lucu setiap kali membuat Graha kaget..


Amar meletakan paper bag di atas meja kemudian duduk di depan sang adik..


"Sorry Gra, eh ini aku sudah bawa jas buat kamu.."ucap Amar sembari menyodorkan paper bag yang berada di hadapannya..


Graha pun tersenyum..

__ADS_1


"Ya sudah aku bersiap dulu, setelah itu baru jalan.." ucap Graha sembari berlalu kedalam kamar mandi untuk mengganti bajunya...


__ADS_2