DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 60


__ADS_3

Amar merasa sangat senang karena bisa membawa Berlian kabur dari calon suaminya, sementara itu Graha masih uring uringan mencari keberadaan Berlian..


Graha melihat cctv rumah sakit dan melihat bahwa Berlian di culik oleh seorang laki laki yang memakai jaket hitam namun wajahnya yerliaht samar..


Graha menjadi tambah panik setelah melihat semuanya..


"Lian sayang kamu dimana?" ucap Graha dalam hatinya.


Sementara itu Berlian samar samar mulai membuka kedua matanya.


"Aku dimana?" ucap Berlian ketika menyadari dirinya berasa di dalam sebuah kamar yang sangat mewah..


Tak selang berapa lama Amar masuk kedalam kamar tersebut dan melihat Berlian telah sadarkna diri..


"Hai sayang kamu sudah bangun, Selamat datang di kehidupan baru kita. Aku mau hanya ada aku dan kamu." ucap Amar dengan tersenyum jahat..


Berlian merasa ketakutan melihat Amar..


"Apa yang telah kau lakukan untuka apa kamu membawaku kesini Mas lepaskan." ucap Berlian sembari berteriak..

__ADS_1


"Sayang aku mau kamu hanya menjadi milikku dan selamanya kamu milikku." ucap Amar tanpa basa basi..


"Kamu sudah gila Mas." ucap Berlian dengan sangat emosi..


Amar tertawa melihat Berlian ketakutan..


"Iya sayang aku memang sudah gila dan itu karena mu, karena mu tak mau kembali lagi kepadaku percuma aku jadi orang baik jika aku harus tanpamu." ucap Amar dengan tersenyum..


"Kamu sendiri yang telah membuatnya Mas, apakah kamu lupa bahwa kamu telah menjatuhkan talak tiga mu padaku kamu tahu artinya apa?" ucap Berlian dengan berani..


Amar hanya diam tanpa berkata apapun..


"Mas aku mohon jangan buat aku membencimu Mas, kamu harusnya sadar dengan apa yang telah kau lakukan dulu kepadaku, keluargamu membawa ku masuk kedalam keluargamu dengan begitu hormat sedangkan kamu Mas, kamu menendangku layak ya sampah yang tak berguna." ucap Berlian dengan berani melawan Amar..


"Tapi aku mau kamu tetapenjadi milikku, dan aku mau kita rujuk kembali." ucap Amar dengan menatap Berlian dalam dalam..


Berlain justru tertawa mendengar ucapan Amar..


"Kamu sudah menjatuhkan talak mu kepadaku dan sekarang kamu minta rujuk? Maaf Mas hatiku telah menjadi milik Mas Graha laki laki yang begitu tulus mencintaiku, bukan laki laki munafik sepertimu Mas." ucap Berlian dengan beraninya..

__ADS_1


Amar merasa sakit hati mendengar ucapan Berlian.


"Kenapa kamu bisa sekasar ini." ucap Amar penuh rasa kecewa..


Berlian tertawa..


"Kamu lupa Mas bahwa satu batang pohon bisa menjadi ribuan korek api, tapi apa kamu tahu satu batang korek apai bisa membakar ribuan pohon. Maaf bukannya aku mau kurang ajar tapi keadaan yang mengajariku, aku harap Mas tak melupakan semua perlakuan burukmu terhadapku." ucap Berlian dengan entengnya..


Semakin kecewa perasaan Amar dia tak menyangka wanita yang dulu sangat lembut bisa menjadi sosok wanita yang begitu berani.


"Lian aku mohon maafkan aku, aku janji akua akan menjadi laki laki yang baik untukmu, aku akan menjadi suami yang terbaik untukmu dan menjadi ayah yang baik untuk anak anak kuta kelak." ucap Amar sembari memohon..


Berlian berdiri san kemudian mendekatbkearah jendela..


"Maaf Mas Amar aku tidak akan pernah bisa kembali kepadamu, kamu luap bahwa kamu telah menjatuhkan talak tiga mu kepadaku itu artinya aku harus menikah dengan orang lain. Dan kamu tahu bagaimana perasaanku dulu saat melihatmu menikahi adikku Fani, dengan begitu bahagia kau bersanding dengannya tanpa memperdulikan bagaimana sakitnya perasaanku. Mas aku mohon lepaskan aku dan biarkan aku hidup dengan pilihanku dan kami juga carilah wanita yang jauh lebih baik dariku." ucap Berlian dengan mata berkaca kaca seolah kembali pada rasa sakit yang dia rasakan..


Amar menatap ke arah Berlian..


"Jika aku tidak bisa memilikimu dengan cara halus maka jangan salahkan aku jika aku memaksamu." ucap Amar mengancam..

__ADS_1


"Lebih baik aku kehilangan nyawaku Mas, aku mohon lepaskan aku jika tidak kamu akan melihatku *ati di hadapmu." ucap Berlain sembari memegang subuah gunting yang dia dekatkan di perutnya..


Seketika Amar panik, dan takut jika Berlian nekad mengakhiri hidupnya...


__ADS_2