DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 41


__ADS_3

🌷Dilarang baperπŸ˜‚πŸ˜‚πŸŒ·


Hari ini Bunda Hesti sudah di izinkan untuk pulang ke rumahnya, dan pada hari yang sama Bunda Hesti terus menanyakan keberadaan Berlian..


"Dimana putriku kenapa semenjak saya sadar hingga saya pulang saya tak menjumpainya apa dia baik baik saja?" ucap Bunda Hesti pelan...


Tak lama setelah itu ada suara bel yang terdengar di telinga semua orang...


"Siapa Bi.." ucap Bunda Hesti ketika Bi Ijah kembali dari luar..


"Ini Nyonya ada surat buat Tuan Amar.." jawab Bi IjH pelan..


"Dari siapa?" tanya Amar pelan..


"Dari pengadilan agama Tuan.." uca Bi Ijah pelan..


Degggggggggggg semua orang kadget di buat nya terlebih lagi Amar dan Bunda Hesti..


"Apa Bi.. coba sini aku mau lihat." ucap Bunda hesti pelan..


Ketika membuka amplop berwarna putih itu Bunda Hesti menjadi sangat syok..

__ADS_1


"Amar jelaskan kepada Bunda? Kamu dan Berlian bercerai?" ucap Bunda Hesti dengan raut wajah yang penuh amarah..


Degggggggggggg jantung Amar serasa mau berhenti berdetak..


"Apa Berlian benar benar menceraikan dirinya? Apakah sesakit itu perasaannya?" ucap Amar dalam hati..


"Amarrr..." Panggil bunda Hesti sembari berteriak..


Amar hanya mampu menundukkan wajahnya..


"Iya Bunda, Amar tahu ini salah tapi Amar gak terima Berlian hampir saja membunuh Bunda." ucap Amar pelan..


"Apa membunuh? Siapa yang kamu maksud? Berlian?" tanya Bunda Hesti dengan suara yang lantang..


"Bunda, maafkan Amar. Tapi Amar enggak rela jika wanita ular itu ingin melenyapkan Bunda, Bunda adalah satu satunya wanita yang paling berharga untuk Amar.." ucap Amar pelan..


Plakkkkkkkkkkk sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Amar...


"Kamu yang ular Amar,kamu tahu pelakunya bukanlah Berlian dan Bunda tahu siapa orangnya." ucap Bunda Hesti sembari menatap kearah Fani..


Awalnya saat Berlian di dapur, Bunda melihat ada seseorang yang ingin meracuni Berlian, entah apa maksud dan tujuannya. Karena Bunda gak mau sampai Berlian kenapa napa maka Bunda tukar posisi gelas itu.ucap Bunda kemudian...

__ADS_1


Grekkkkkkkkkkkkkkkkk jantung Amar dan Ayah Wiguna serasa mau lepas karena mereka tanpa sadar telah melakukan kesalahan yang teramat berat yaitu menyakiti hati Berlian..


"Maksud Bunda?" ucap Amar dengan mata yang berkaca kaca..


"Iya Amar ada seseorang yang ingin melenyapkan Berlian, dan Bunda punya buktinya? Bunda merekam semua apa yang dia lakukan." ucap Bunda Hesti sembari menatap Fani..


Wajah Fani langsung berubah pucat setelah mendengar ucapan Bunda Hesti..


"Ingat Amar Bunda sangat kecewa sama kamu, kamu telah menyakiti hati Berlian. Hati wanita yang begitu tulis mencintaimu, hati wanita yang selalu kau sia siakan dan hati wanita yang rela berkorban apapun demi kebahagiaanmu. Bunda gak pernah mendidikmu untuk berbuat sejahat ini kepada perempuan, tak sadarkah kamu Amar kamu lahir juga dari rahim perempuan." ucap Bunda Hesti dengan penuh emosi..


Amar semakin terpuruk dia menyadari kesalahannya, karena kebodohannya dia telah membuang Berlian,membuang permata di hidupnya...


"Amar jangan sampai kamu menyesal karena kamu telah membuang batu permata hanya demi sebongkah batu kali.Jangan pernah kau sesali keputusanmu ini, dan jika suatu saat Berlian memilih bahagia dengan orang lain kamu baru akan menyadari dan merasakan sakit yang Berlian rasakan selama ini." ucap Bunda Hesti lalu Bunda Hesti pergi menuju kedalam kamarnya.


Amar benar benar sangat terpuruk saat ini, airmatanya jatuh membasahi kedua pipinya, menyesali kebodohannya dan Amar menggenggam erat surat perpisahan mereka..


"Lian kenapa kamu lakukan ini Lian, kenapa?" ucap Amar dalam hatinya..


Sementara Fani menjadi sangat resah setelah mendengar bahwa Bunda punya bukti kejahatan seseorang yabg hendak meracuni Berlian dan itu adalah dirinya...


πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”πŸ’”

__ADS_1


Dilain tempat kini Berlian tengah berada di bandara namun naas semua barang bawaannya hilang entah siapa yang membawanya, uang juga Berlian sudah tak punya, dengan langkah gontai Berlian keluar dari bandara dan menyusuri jalan raya berharap bisa mendapatkan pekerjaan.


Berlian berjalan dan terus berjalan hingga hampir tengah malam tiba tiba ada segerombolan pemuda yang hendak mengganggu dirinya. Berlian menjadi ketakutan dan berharap ada seseorang yang dapat menolongnya...


__ADS_2