
Amar mengatakan kepada Graha dan Opa Rahman bahwa Amar ingin segera melamar Salsa untuk menjadi istrinya hal itu di sambut baik oleh Opa Rahman..
"Akhirnya kamu bisa menemukan wanita yang baik untuk kamu ya Mar, Opa sangat setuju karena Opa juga berharap kamu bisa menjadi imam yang baik buat Salsa."ucap Opa Rahman sembari memeluk Amar..
Graha sendiri masih belum percaya dengan ucapan Amar..
"Apa kamu serius Mas Amar?Kamu serius ingin melamar Salsa?"tanya Graha sembari menatap kearah sang kakak..
Amar pun mengangguk dan merasa sangat senang karena ternyata baik Graha maupun Opa Rahman keduanya setuju dengan niat baik Amar untuk melamar Salsa..
Amar pun tersenyum karena marasa bahagia disaat dia ingin berkhendak akan sesuatu semua orang orang yang menyayanginya mendukungnya sertus persen..
"Terima kasih ya Opa, Gra aku tunggu kalian di rumah, beberapa hari lagi kita akan segera kerumah Salsa."ucap Amar dengan penuh semangat..
Berlian yang mendengar kabar baik tentang niatan Amar untuk segera meminang Salsa pun ikut berbahagia..
"Benarkah Mas Amar mau segera melamar Salsa? Wah aku pasti akan mendukungnya seratus persen iya kan Mas?"ucap Berlian semabri menatap kearah Graha sang suami..
Graha pun tersenyum sembari mengangguk dan kemudian Berlian duduk persis di sebelah Graha..
__ADS_1
"Iya sayang kita harus dukung mereka seratus persen."ucap Graha sembari menatap wajah cantik Berlian...
Malam pun semakin larut dan kini Amar pun berpamitan untuk segera pulang kerumahnya karena tak mungkin dia menginap..
"Iya ini sudah sangat malam aku pulang dulu ya Opa,Lian ,Gra." ucap Amar berpamitan.
Opa Rahman pun tersenyum dan mengangguk..
"Baiklah Mar kamu hati hati ya di jalan ingat jangan ngebut ngebut Opa gak mau terjadi apa apa sama kamu."ucap Opa Rahman sembari tersenyum..
Setelah itu Amar pulang ke kediaman Wiguna dan Amar pulang dengan hati ruang karna pada akhirnya semua keluarganya mendukung niat baiknya..
Fani tersenyum saat melihat pesan singkat dari Berlian yang mengatakan bahwa Amar akan segera melamar Salsa.
Hal itu di beritahukan kepada Revan dan Revan pun tersenyum..
"Mas lihatlah kak Lian mengirim pesan bahwa kata Kak Lian, keluarga mereka akan segera datang untuk melamar Salsa, Apakah hal itu Mas akan terima?"tanya Fani sedikit ragu..
Revan pun tersenyum..
__ADS_1
"Ya sudah jika mereka datang ya kita harus menerimanya. Dan Mas senang pada akhirnya Amar membuktikan ucapannya."ucap Revan sembari tersenyum..
Fani menjadi sedikit bingung dengan ucapan sang suami..
"Maksud Mas Revan apa aku gak paham?" ucap Fani sembari menggaruk kepalanya..
Revan pun mendekat kearah Fani dan langsung memeluknya..
"Sudah lupakan saja sayang, kuta sebagai keluarga Salsa kita harus selalu mendukung keinginanya. Tapi sayang ada satu hal yang kamu harus tahu."ucap Revan sedikit ragu ragu..
Fani pun semakin bingung
"Maksud Mas Revan?Apa ada hal yang Mas sembunyikan dari aku?Apakah aku gak boleh tahu tentang hal tersebut?"ucap Fani sembari menatap kearah Revan..
Revan pun mengambil nafas panjang dan membuangnya secara berlahan..
"Sayang sebenarnya aku itu bukanlah kakak kandung Salsa. Aku hanya anak angkat dari Ayah dan Bunda. Sedangkan Orang tuaku yang sesungguhnya telah meninggal. Aku ingin memberitahukan hal ini kepada Salsa tapi Mas takut jika Salsa akan kecewa sama Mas."ucap Revan yang pada akhirnya rahasia yang dia simpan puluhan tahun terbuka sudah..
Fani pun menatap kearah Revan dan kemudian menggemggam tangannya..
__ADS_1
"Mas aku sangat yakin Salsa adalah wanita yang kuat dan dia akan bisa menerima semua ini. Bukankah selama ini Mas sudah menjadi kakak yang baik buat Salsa."ucap Fani mencoba memberikan kepercayaan kepada Revan suaminya..