DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 129_s2


__ADS_3

Sesampainya di acara tersebut Sama nampak tidak percaya diri dengan penampilannya, banyak mata yang memandang Salsa dengan pendangan takjub sedangkan Salsa merasa malu di pandangi orang orang yang berada di sekitarnya..


"Wanita itu cantik sekali ya." ucap seorang lelaki yang tak berhenti menatap Salsa sedari tadi..


Karena mersa risih Salsa dengan cepat mencari sang pengantin Nay sahabatnya. Salsa melihat Nay sedang bersama seseorang yaitu Yuda lelaki yang kini telah menjadi suaminya..


"Nay..." panggil Salsa sembari melambaikan tangan.


Nay hanya menatap takjub memastikan apakah itu beneran Salsa atau orang lain..


Salsa mendekati kearah Nay dan kemudian menyentuh tangan sahabatnya itu..


"Selamat ya Nay, Mas Yud maaf aku baru saja kembali dari dinas jadi belum spatembawa kado buat kalian." ucap Salsa panjang lebar..


"Ini benaran kamu Sa.. Aku enggak salah orang kan?" ucap Nay dengan seribu pertanyaan yang memerlukan jawaban..


Salsa merasa bingung mendapatkan pertanyaan yang aneh menurutnya..


"Ini aku lah Nay, emang siapa lagi? Kenapa memengnya?" tanya Salsa sembari menggaruk tengkuk tangannya yang sebenarnya gak gatal sama sekali..


"Kamu cantik banget gila sampai pangling aku Sa." ucap Nay sembari tersenyum..


"Jangan bikin aku enggak percaya diri dong Nay, malu aku dandan kayak gini?" ucap Salsa sbari menatapi penampilannya..


💗💗💗💗💗💗💗💗


Dari arah yang sama nampak pasangan Graha dan Berlian baru saja sampai, Yuda adalah sahabat dekat Graha karena Yuda sendiri bekerja di rumah sakit milik Graha sebagai Dokter spesialis..

__ADS_1


Tatapan Berlian langsung menuju kepada wanita yang menggunakan dress berwarna putih seluruh dengan rambut pendek sebahu yang tidak asing untuknya..


"Mas bukankah itu Salsa?" tanya Berlian sembari menyenggol lengan sang suami..


"Mana?" tanya Graha sembari mencari cari Salsa..


Dibelakang mereka terlihat Amar yang baru saja masuk.


"Kok kalian masih disini?" tanya Amar sembari menyentuh bahu sang adik..


"Kita nungguin kamu Mas?" jawab Graha pelan. Ya udah kita langsung ke mempelainya aja ya." ucap Graha sembari berjalan menggandeng tangan sang istri..


Graha dan Berlian berjalan mendekati sang mempelai di ikuti oleh Amar di belakang mereka..


"Halo Yud selamat ya akhirnya kau laku juga." ucap Graha sembari tertawa bercanda..


"Bidadari darimana ini cantik sekali." ucap Graha sembari menatap pangling kearah Salsa..


Sementara itu Berlian hanya tersenyum melihat kejahilan suaminya, Berlian tidak lagi memiliki rasa cemburu yang tinggi terhadap Graha karena Berlian percaya Graha adalah satu satunya lelaki yang akan selalu melindungi hatinya dan mengutamakan perasaan Berlian..


Graha menatap kearah sang istri..


"Sayang itu siapa si, kok kayak kenal ya?" tanya Graha kepada Berlian..


"Mas Gra jangan bikin aku malu deh." ucap Salsa sembari menundukan wajahnya..


Berlain mendekati Salsa dan kemudian tersenyum..

__ADS_1


"Kamu memang cantik Sa, lihatlah semua mata mata itu memadangmu dengan takjub termasuk kakak iparku." ucap Berlian sbari berbisik..


Tatapan Amar dan Salsa kembali bertemu ada sesuatu yang mengalir begitu hebat di dada keduanya dan mereka pun saling membuang muka karena malu..


"Kak Lian bisa saja, tapi Salsa gak pernah berpenampilan seperti ini aja, kalau bukan permintaan Nay aku enggak mau dandan kayak gini." ucap Salsa sembari menunduk..


Nay sang mempelai wanita pun tertawa jahat dibuatnya..


"Sa.... aku hanya mau kamu segera dapat pasangan mau sampai kapan kamu sendiri terus dan mau sampai kapan juga kamu hanya berkawan sama penjahat?" ucap Nay sembari tertawa..


"Sa.. benar apa kata Nay, kamu harus percaya diri tampil seperti ini, kamu itu cantik Sa. San apa kamu tahu wanita yang jarang dandan sekalinya dia dandan buaya mati pasti bisa hidup lagi." ucap Berlian meyakinkan Salsa..


Amar hanya mampu mencuri pandang dengan Salsa.


Amar tak pernah menduga jika dirinya akan dipertemukan kembali dengan wanita yang beberapa tahun lalu berhasil menggetarkan hatinya, mungkinkah ini jawaban atas doa doanya selama ini..


Graha yang melihat sang kakak sedang bengong pun menghampirinya..


"Mas jangan bengong nanti kesambet bidadari." ucap Graha sembari bercanda..


"Kamu ini kebiasaan ngangetin aja." ucap Amar pura pura marah..


"Ayolah Mas kan hanya bercanda, Mas sedang menatap siapa si?" tanya Graha sbari mencari arah pandangan Amar..


Graha tersenyum dan kemudian membisukan sesuatu..


"Jika Mas Amar suka sama Salsa nanti biar aku jodohin." ucap Graha sembari pergi meninggalkan sang kakak dan kembali ke dekat sang istri....

__ADS_1


__ADS_2