
Setelah Ayah Wiguna dan Bunda hati pulang,Berlian dan Graha kembali ke kamar mereka dengan menggendong sang Buah Hati.
Banyak pertanyaan yang ingin diajukan oleh Berlian kepada sang suami namun niatnya Lian urungkan begitupun dengan Graha Dia sangat tak mengerti dengan kejadian hari ini..
Graha terdiam sembari duduk di atas pembaringan, pikirannya melayang mengingat semua kejadian yang terjadi pada hari ini. Graha ingin sekali mencari tahu tentang sosok Alamsyah pada kehidupan Oppa Rahman dan juga sama Bunda Maheswari.
Berlian yang melihat sang suami Murung dengan cepat mendekatinya.
" Mas apakah kau baik-baik saja, kenapa kau nampak gelisah ceritakanlah siapa tahu kita bisa menemukan solusi bersama?" ucap berlian dengan lembut.
Graha pun tersenyum, kemudian memegang tangan sang istri.
" Terima kasih sayang, kau memang Istriku yang terbaik yang selalu ada di saat aku membutuhkan tetaplah disisiku hingga kita sama-sama menua.." ucap Graha sembari tersenyum..
__ADS_1
🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Di lain tempat Ayah Wiguna dan Bunda Hesti baru saja memasuki rumah mereka, namun hati Ayah Wiguna menjadi bercampur aduk setelah mendengar kabar bahwa Maheswari telah meninggal.Rasa bersalah kian mendera di hati Ayah Wiguna.Dulu dia sangat mencintai Maheswari hanya karena keegoisan sang Ayah yang mengancam dirinya jika tidak meninggalkan Maheswari maka Ayah Wiguna harus keluar kan dicoret dari keluarga.
Hati Ayah Wiguna kian terasa hancur setelah bertemu dengan Opa Rahman, Bagaimana tidak lelaki tua yang dulu begitu baik kepadanya kini berbalik membenci dirinya. Jika waktu bisa terulang kembali Ayah Wiguna tidak akan mengambil keputusan yang salah dengan menyakiti Maheswari.
Rasa sesal kian mendera hati Ayah Wiguna,Namun semua sudah terlambat untuk menyadarinya.Dan semua sudah menjadi kenangan yang ada hanyalah sisa-sisa penyesalan yang selalu tersimpan di dalam lubuk hati Ayah Wiguna.
Bunda Hesti yang merasa bingung melihat sifat suaminya akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
Ayah Wiguna pun menatap ke arah sang istri dan kemudian mengatakan hal yang sangat membuat Bunda hati kecewa.
" Bunda, ada satu rahasia yang Ayah sembunyikan dari Bunda. Tapi Bunda berjanji jangan marah." ucap Ayah Wiguna sembari tertunduk malu.
__ADS_1
Bunda Hesti pun semakin tak mengerti dengan arah pembicaraan sang suami, dengan sabar Bunda Hesti mendengarkan apa yang akan suaminya katakan tentang rahasia yang Ayah Wiguna simpan sejak lama.
" Ada apa Ayah Katakanlah Jangan membuat Bunda bingung?" ucap Bunda Hesti.
Ayah Wiguna mulai menceritakan tentang masa lalunya, mengatakan bahwa sebelum Ayah Wiguna mengenal Bunda Hesti dia adalah laki-laki beristri. alangkah hancur hati Bunda Hesti mendengar ucapan sang suami, Bunda hati tidak pernah mengetahui bahwa laki-laki yang dia cintai dan dia nikahi itu adalah suami orang.
Air Mata Bunda Hesti menetes dengan begitu derasnya, dia menyadari telah menyakiti hati seorang wanita yang entah bagaimana kabarnya sekarang.
"Kenapa ayah tega ngebohongin Bunda selama ini, Kenapa ayah membuat Bunda menjadi seorang wanita yang tidak punya harga diri dihadapan Allah. Ayah telah membuat Bunda merampas kebahagiaan wanita lain dan Bunda sendiri tahu rasanya ketika Bunda melihat berlian yang harus rela berbagi suami dengan wanita lain. Kenapa Ayah katakanlah.
Ayah Wiguna pun tak bisa berkata apa-apa, dia menyadari akan kesalahannya namun semuanya sudah terlambat kini yang ada hanyalah rasa bersalah yang akan terus menemani nya seumur hidupnya.
"Maafkan ayah bunda ayah melakukan semua ini ini bukan atas keinginan ayah jujur Ayah dulu sangat mencintai istri Ayah namun Ayah tak mempunyai pilihan lain kecuali menerimamu sebagai pendamping hidupku apalagi kini Bunda pun tahu Ayah tak akan pernah memiliki keturunan.Maafkan Ayah Bunda" ucap Ayah Wiguna dengan mata yang berkaca-kaca.
__ADS_1
Bunda Hesti pergi meninggalkan Ayah Wiguna dan kemudian lebih memilih tidur sendiri untuk menenangkan hatinya.