
Opa Rahman sampai bengong mendengar cucunya mau bawa bekal makanan, sedangkan Berlian hanya tersenyum dan merasa senang karena masakannya di sukai oleh Opa Rahman dan Graha..
"Iya nanti Lian siapin?" ucap Berlian pelan...
Opa Rahman senang jika ada Berlian di sini dan dia enggak akan pergi lagi..
"Rencanamu selanjutnya apa Lian?" ucap Opa Rahman dengan tersenyum..
Berlian hanya diam dan kemudian menunduk..
Berlian mulai menjelaskan semuanya apa yang tengah menimpa dirinya kepada Graha dan Opa Rahman.
Graha terlihat sangat marah setelah mendengar bahwa wanita yang ada di depannya ini telah di sakiti oleh seorang laki laki yang tak punya hati..
"Siapa laki laki itu, beraninya dia menyakiti wanita sebaik Lian." ucap Graha dalam hatinya..
Opa Rahman merasa sedih setelah mendengar cerita Berlian, ternyata dibalik sikapnya yang ramah dan juga baik dia menyimpan luka hati yang begitu menyakitkan..
"Terus rencana Lian mau bagaimana?" tanya Opa Rahman mengulangi pertanyaannya.
"Lian ingin meninggalkan Jakarta Opa, dan Lian ingin meraih mimpi mimpi Lian." ucap Berlian dengan lembut..
__ADS_1
Opa Rahman tersenyum..
"Bagus itu Lian, kamu harus sukses dan tunjukan kepada mereka yang telah menyakitimu bahwa kamu bisa juga sukses. Bagaimana kalau kamu ikut Graha saja tinggal di Bali?" ucap Opa Rahman menawarkan.
Berlian terdiam sejenak..
"Apa Opa Ke bali, dan sama Mas Graha?" ucap Berlian memastikan...
Graha merasa sangat bahagia ternyata Opa'nya itu benar benar the best Opa tidak mengizinkan Berlian jauh dari Graha..
"Benar Lian jika kamu mau kamu bisa memulai semuanya di Bali, tinggallah disana bersamaku.." ucap Graha pelan..
Berlian masih bingung..
Opa Rahman seolah mengerti tentang isi hati Berlian..
"Kamu bisa tinggal di salah satu rumah kami di Bali, dan kebetulan Graha sekarang sedang mengurus rumah sakit kami di Bali jadi kamu kan ada temannya, dan kalian tinggal terpisah bukan bersama." ucap Opa Rahman sembari tertawa..
Berlian merasa sangat malu setelah mendengar ucapan Opa Rahman..
"Iya Lian, kamu bisa tinggal di salah satu rumah kami di sana, dan nanti rumah yang kita tempati gak jauh jaraknya jadi kalau ada apa apa kamu bisa langsung panggil aku." ucap Graha mencoba meyakinkan..
__ADS_1
Berlain berfikir sejenak kemudian..
"Apakah aku tidak merepotkan nantinya? Lagi pula mau buka usaha juga aku gak punya modal." ucap Berlian sembari menunduk menahan malu..
"Kamu tenang aja Lian, aku yang akan mendanai semua keperluanmu di sana nanti, dan anggap lah itu pinjaman setelah kamu sukses dan berhasil kamu bisa kembalikan padaku." ucap Graha meyakinkan Berlian..
Berlian tersenyum kemudian mengangguk..
"Tapi identitas aku semua hilang bagaimana aku mau memulai kehidupan baruku?" ucap Berlian dengan polosnya..
"Jangan khawatir Lian, nanti pengacara kami yang akan mengurus semuanya, Gra kamu telfon Pak Wisnu untuk dia bisa menemui Opa hari ini." ucap Opa Rahman dengan pelan..
💗💗💗💗💗
Setelah selesai sarapan dan berbincang Graha kini hendak berangkat ke rumah sakit..
"Lian kamu di rumah aja ya gak usah kemana mana, oh iya tadi sudah aku suruh temanku namanya Sekar untuk membelikan baju untukmu,nanti jangan lupa di pakai gak mungkin juga kan jika kamu mau pakai bajuku terus." ucap Graha setengah berbisik..
Berlian tersenyum malu, hatinya merasa bahagia di perlakukan dengan lembut oleh Graha. Namun Berlian enggak akan menganggap bahwa itu serius baginya lelaki adalah mahluk yang hanya bisa menyakiti saja..
"Baiklah Mas Gra terima kasih, maaf merepotkanmu?" ucap Berlian sembari tertunduk malu..
__ADS_1
Selepas Graha pergi Berlian masuk kembali kedalam rumah dan menghabiskan waktu menjaga dan berbincang dengan Opa Rahman...