DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 18_s3


__ADS_3

Amar dan Graha langsung pergi ketempat acara..


Amar dan Graha terlihat sangat menawan di antara cowok cowok macho lainnya..


"Mas kamu terlihat sangat tampan? Pantas saja kalau Salsa sampai tergila gila.."ucap Graha menggoda sang kakak..


Amar hanya tersenyum kemudian masuk dengan menggandeng lengan sang adik..


"Mas lepaskan ih kamu itu punya kelainan kah? Kenapa kok kamu gandeng aku, aku udah punya istri loh." ucap Graha yang berusaha melepaskan genggaman tangan sang kakak..


Lagi lagi Amar hanya tersenyum tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Hal itu yang membuat Graha semakin geram di buat nya..


"Mas kamu kenapa si? Kalau kamu gini mending aku pulang menghabiskan waktu bersama Aya, putriku." ucap Graha dengan sewotnya..


Amar tertawa terus menarik tangan Graha..


"Makanya kamu jangan godain orang terus? Emang enak kalau di kerjain balik.." ucap Amar sembari tersenyum..


Grahapun tersenyum.


"Ya sudah ayo masuk biar cepat pulang." ucap Graha sembari tertawa..


Graha dan Amar terlihat kompak dengan sama sama mengenakan jas yang senada. Mata orang orang pun menatap kearah kakak beradik itu.


Seorang investor besar pun mendekat kearah Amar dan Graha..


"Mr.Amar.. Terima kasih sudah menghadiri undangan saya." ucap Mr. Ronald seorang CEO dari Pt. Makmur Jaya Abadi..

__ADS_1


Amar pun mendekat lalu menjabat tangan Mr. Ronald..


"Mr. Ronald terima kasih telah mengundang saya ke acara anda, wow acaranya sangat luar biasa." ucap Amar sembari tersenyum..


Mr. Ronald pun tersenyum kemudian menatap kearah Graha yang berdiri di samping Amar..


Amar pun memperkenalkan Graha..


"Mr. Ronald kenalkan ini adik saya namanya Dr.Graha Prawira dia adalah CEO Prawira Grup." ucap Amar memperkenalkan adiknya..


Mr. Ronald pun tersenyum lalu menjabat tangan Graha..


"Senang bisa kenal orang besar seperti anda." ucap Mr. Ronald sembari tersenyum..


Singkat cerita mereka pun berbincang dan mereka pun terlihat akrab satu sama lainnya..


Dari hasil pertemuan itu terjalinlah kerja sama antara Pt. Makmur Jaya Abadi dengan Prawira Grup..


Di lain tempat..


Berlian dan Opa Rahman beserta Aya sedang menikmati makan malam bersama..


Aya nampak lahab menikmati makan malam mereka.


Opa Rahman menatap kearah Aya yang terlihat begitu lahab menikmati makanan yang Berlian sediakan..


"Masakan Bunda enak ya Aya? Aya lahab banget makannya. Opa juga mau nambah lagi.." ucap Opa Rahman sembari bercanda dengan Aya..

__ADS_1


Aya hanya mengangguk dan kembali menghabiskan makanan yang berada di dalam piring nya..


Berlian pun tersenyum saat melihat putri dan Opa makan begitu lahabnya..


"Aya sayang pelan pelan makannya?" ucap Berlian sembari tersenyum..


Setelah selesai makan kini Opa Rahman dan Aya langsung kembali menonton siaran televisi..


Aya nampak sangat gembira karena hari ini Aya telah bertemu dengan Vano sahabatnya.


"Aya kok kamu bahagia banget si hari ini? Aya kalau sudah besar mau jadi apa?" tanya Opa Rahman sembari memainkan rambut Aya.


Aya pun tersenyum dan kemudian berbisik ke telinga Opa Rahman..


"Aya senang Opa karena ketemu dan bisa main bersa Vano." ucap Aya sembari tersenyum malu malu..


Opa Rahman pun tersenyum kemudian mengangguk..


"Terus kalau Aya sudah besar Aya mau jadi apa?" hanya Opa Rahman kembali mengulangi pertanyaannya..


Aya puk tersenyum kemudian menjawab dengan lantang nya..


"Kalau Aya sudah besar Aya mau jadi Dokter seperti Ayah, supaya nanti kalau Opa sama Bunda sakit biar Aya yang rawat." ucap Aya sembari tersenyum..


Berlian dan Opa Rahman pun tersenyum karena mendengar celotehan Aya yang menurut mereka lucu..


"Cicit Opa memang pinter, semoga cita cita Aya bisa terwujud. Tapi Aya harus ingat jika Aya menginginkan sesuatu Aya harus selalu berusaha sampai Aya bisa mewujudkan apapun yang Aya inginkan." ucap Opa Rahman memberi nasihat.

__ADS_1


Aya pun mengangguk dan kemudian memeluk Opa Rahman


"Terima kasih Opa.." ucap Aya sembari tersenyum tak lama kemudian Aya di suruh tidur karena hari semakin larut...


__ADS_2