
Salsa pun panik melihat kondisi Fani yang kurang fit hari ini..
Sesampainya di rumah sakit, Salsa langsung membawa Fani ke UGD dan tiba tiba saja Dokter jaga menyarankan untuk mambawa Fani kedokter kandungan..
Seorang Perawat mengatakan bahwa Fani tidaklah sakit.
"Bu,, Ibu bisa ke poli kandungan saja untuk memastikan semuanya. Seperti yang saya lihat sepertinya Ibu sedang berbadan dua."ucap seorang perawat yang bertugas...
Salsa dan Fani seolah tak percaya..
"Apa Sus saya hamil?"
Fani seolah tak percaya dengan apa yang di katakan oleh perawat..
Salsa pun tak kalah terkejutnya mendengar kabar baik itu..
"Mbak pada akhirnya semua indah pada waktunya."
Salsa pun langsung memeluk Fani..
Fani sendiri masih mematung dia merasa tak percaya dengan asumsi dokter..
__ADS_1
Salsa dan Fani pun pergi ke poli kandungan untuk memastikan semuanya.
Tak lama Fani pun di panggil masuk dan beberapa saat kemudian Fanibdi periksa dan Fani melihat sang dokter tersenyum begitu sumringah..
"Selamat ya Bu Fani anda hamil."
ucapan sang dokter yang berhasil membuat Fani kaget sekaligus bahagia.
Tak terasa airmata Fani mengalir begitu derasnya, Fani pun memastikan sekali lagi tentang apa yang dia dengar..
"Apa Dok saya hamil? Tapi mana mungkin dok,saya di vonis oleh dokter tak akan bisa memiliki anak Dok dan sekarang saya hamil apa ini cuma mimpi?"
Fani masih tak bisa percaya..
"Bu itu hanya sebuah diagnosa dan tak ada yang tidak mungkin jika Allah sendiri yang telah berkhendak."
Airmata Fani menetes kian deras tak berhentu hentinya Fani memanjatkan puji syukur atas nikmat yang Allah titipkan kepadanya..
Salsa pun merasa terharu dan ikut sangat bahagia akan kabar ini, Salsa pun ikut menitikan airmata setelah mendengar bahwa Fani benar benar sedang mengandung..
"Mbak akhirnya doa Mbak dan Mas Revan di ijbah oleh Allah. Allah tidak akan pernah menolak doa orang orang yang meminta dengan sepenuh hati. Ini adalah kabar yang sangat di tunggu tunggu oleh Mas Revan."
__ADS_1
Ucapan Salsa membuat Fani memeluknya dengan sangat erat..
"Amin, Insyaallah Mbak akan menjaga amanah ini dengan segenap hati Mbak. Sa ini bukan mimpikan?"
Fani masih sulit untuk percaya namun Fani pun sangat bahagia dengan kabar baik ini. Begitu sayangnya Allah kepadanya sehingga Allah menberikan hadiah yang tak ternilai harganya melebihi apapun..
"Kunfayakun Mbak, jika Allah telah berkhendak maka apapun akan terjadi dengan kuasaNya."
Salsa pun kembali memeluk Fani dengan penuh haru..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Selama dalam perjalanan Fani terus saja tersenyum bahagia dan selalu saja mengelus perutnya yang masih terlihat rata..
Salsa pun tersenyum seolah ikut merasakan apa yang sedang Fani rasakan..
"Alhamdulillah ya Mbak pada akhirnya semua tak ada yang sia sia."
Fani pun tersenyum dan mengatakan kepada Salsa bahwa Fani ingin memberikan kejutan tentang kehamilannya kepada Bunda dan suaminya Revan..
"Menurutmu bagaimana Sa? Mbak ingin sekali membuat kejutan yang tak akan pernah di lupakan oleh Mas Revan. Tapi bagaimana caranya ya?"
__ADS_1
Fani pun bingung dan meminta saran dari sang adik..
Salsa pun berfikir sejenak dan kemudian tersenyum,Salsa memiliki satu cara yaitu Salsa meminta Fani untuk mengatakan tentang kehamilannya persis di ulang tahun Revan yang tinggal menghitung hari..