DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 133_s2


__ADS_3

Mata Amar tak berkedip menatap wanita cantik yang baru saja lewat di hadapannya, wajahnya sangat cantik dan wanita itu tiba tiba saja membuat jantung Amar berdetak tiga kali lebih kencang dari biasanya..


Mata Graha pun melirik sang kakak yang masih menatap Salsa sahabatnya itu..


"Mas suka ya sama Salsa? Kalau suka deketin Mas jangan sia siakan kesempatan ini, aku melihat juga Salsa sedari tadi mencuri pandang kearahmu Mas?" ucap Graha setengah berbisik..


Amar menatap kearah Graha dan merasa malu..


"Mana pantas kakak buat dia, dia masih gadis sedangkan kakakmu ini pernah gagal dua kali dalam pernikahan." ucap Amar sembari mengalihkan pandangannya..


Graha tersenyum dan kemudian menepuk bahu Amar..


"Mas kamu lupa ya bahwa tidak ada yang tidak mungkin jika Allah telah berkehendak. Semua orang pernah punya masalalu entah itu baik atau buruknya intinya adalah kembali kepada diri kita sendiri jika kita mau berubah baik pasti Allah akan memudahkan jalannya. Ayo Mas semangat.."ucap Graha sembari meledek Amar..


Di ruang tengah kediaman Bunda Risa kini Revan dan Fani sedang melangsungkan acara ijab qobul, semua orang tertuju pada kecantikan Fani..


"Kak kenapa semua mata tertuju kepadaku?" tanya Fani ketika menuruni anak tangga hendak menuju ke ruang acara..


Berlian hanya tersenyum dan kemudian berbisik..


"Karena kamu sangat cantik hari ini adikku, ayo sekarang adalah hari bahagiamu dan percayalah bahwa Revan tidak akan pernah menyakitimu."bisik Brlian di telinga kiri Fani..

__ADS_1


Fani menatap kearah sang kakak dan kemudian tersenyum..


"Terima kasih kak, kamu adalah malaikat ku kamu selalu tahu caranya untuk menghilangkan kegundahan dalam hatiku." ucap Fani sembari menggenggam erat tangan Berlian..


Berlian pun tersenyum kebahagiaannya pun berasa berlipat ganda,kini keluarganya telah kembali seperti dulu walaupun Berlian pernah dan harus berkorban besar untuk semua ini..


"Kamu itu apaan si Fan, kamu kan tahu kakak sayang sama kamu dan Bunda karena kalian amanah Ayah." ucap Berlian dengan mata yang berkaca kaca.


Fani mengelus bahu sang kakak dan tersenyum..


"Ayah telah bahagia kak di atas sana, Ayah sedang melihat kita dan dia pun tersenyum." ucap Fani sembari mengusap sudut matanya..


Berlian menatap ke arah Fani dan kemudian memelukanya..


Kini tibalah acara yang di tunggu tunggu yaitu acara ijab qobul Revan dan Fani semua mata menuju kepada sepasang mempelai yang sudah tak muda lagi..


Dengan suara yang lantang Revan mengucpakan..


"Saya terima nikah dan kawinnya Fania Larasati Binti Ahmad Afandi dengan mas kawin tersebut tunai." ucap Revan tanpa ragu..


Dengan suara yang penuh kebahagiaan semua orang pun mengucap kan kata "Sah" sebagai syarat bahwa mereka telah menyaksikan penyatuan gati Revan dan Fani..

__ADS_1


Kini tibalah pada acara bersalam salaman, Amar pun tersenyum kemudian mendekat kearah kedua mempelai .


"Selamat ya atas pernikahan kalian semoga kalian selalu bahagia dan selalu bersama dalam keadaan apapun." ucap Amar sembari tersenyum..


Mata Revan menatap ke arah Amar, Revan mengingat kembali peristiwa yang telah puluhan tahun dia kubur..


"Mas Amar maafkan aku." ucap Revan pelan..


Amar pun tersenyum dan kemudian memeluk Revan..


"Yang lalu biarlah berlalu, aku titipkan Fani kepadamu jaga dan cintai dia dengan sebaik mungkin. Walaupun dia mantan istriku namun dia sudah aku anggap seperti adikku sendiri." ucap Amar setengah berbisik..


Revan pun mengangguk dan kemudian tersenyum..


"Terima kasih Mas Amar." ucap Revan pelan..


Graha dan Berlian memperhatikan Amar dan Revan dari kejauhan, Graha takut emosi Amar memuncak namun dia salah Amar yang sekarang adalah Amar yang selalu bisa memaafkan bukan Amar yang dulu, Amar yang selalu egois dan maunya menang sendiri..


Berlian menatap kearah sang suami kemudian menyenggol lengan Graha dan membuat Graha terhentak dari lamunannya.


"Kenapa sayang?" tanya Graha sembari memegang hidung Berlian..

__ADS_1


"Kenapa bengong Mas? Apa ada masalah?" tanya Berlian lirih..


Graha tersenyum kemudian menarik tangan Berlian untuk segera bersalaman dengan kedua mempelai untuk mengucapkan selamat...


__ADS_2