
Berlian dengan setia menunggu Amar pulang,hingga tepat pada jam 1 pagi Amar baru saja menampakan hidungnya...
Amar masuk ke dalam kamar dengan pelan berharap kalau Berlian telah terjaga dalam mimpinya, nyatanya Berlian masih menonton siaran televisi.
Amar melirik ke arah Berlian kemudian langsung meletakan tas kerjanya dan langsung berlalu ke dalam kamar mandi...
Amar dan Berlian saling diam, 15 menit kemudian Amar selesai dengan ritual mandinya, ketika keluar kamar mandi Amar melihat Berlian telah tertidur ditempatnya.
"Wanita bodah.." ucap Amar dalam hati..
Setelah itu Amar langsung tertidur dengan pulasnya...
☪️☪️☪️☪️
Enam bulan sudah usia pernikahan Amar dan Berlian, pada suatu pagi saat sarapan Tuan Wiguna menanyakan sesuatu yang menyayat hati Berlian..
"Amar.. Lian, kalian kan menikah telah enam bulan lalu kapan kalian mau kasih Ayah cucu?" ucap Tuan Wiguna sembari menikmati sarapannya..
Glekkkkkk...
Jantung Berlian serasa mau copot...
"Cucu....." ucap Amar pelan..
Amar menatap ke arah Berlian, dan Berlian mengartikan dengan isyarat yang suaminya berikan..
"Maafkan Lian Ayah, Lian sampai sekarang belum bisa memenuhi harapan Ayah?" ucap Berlian sembari menunduk sedih...
__ADS_1
Tuan Wiguna tersenyum..
"Iya Lian, mungkin kalian belum di kasih kepercayaan yang penting kalian harus selalu berusaha ya.." ucap Tuan Wiguna dengan tersenyum..
Berlian dan Amar sama sama mengangguk..
Dalam hati Berlian berkata "Gimana Lian mau hamil Ayah jika Mas Amar saja sibuk dengan dunianya sendiri."ucap Berlian dalam hati..
Amar menatap ke arah Berlian..
"Mana mungkin aku mau menitipkan benihku di rahim wanita seperti dia.." ucap Amar dalam hatinya...
Setelah sarapan yang mencekam kini Lian telah berada di butik milik keluarga Wiguna. Dari arah pintu masuk nampaklah Fani masuk ke dalam butik tersebut..
"Halo Kakaku malang." ucap Fani mengejek Berlian..
"Bukan urusanmu.. Mana aku mau gaun yang paling cantik untuk malam ini, aku mau pergi dengan kekasihku.." ucap Fani dengan kesombongannya.
Tak lama setelah itu Amar datang dan alangkah kagetnya karena yang Fani maksud adalah butik milik Bundanya..
"Sayang aku mau gaun ini?" ucap Fani sembari bergelayut manja..
Glekkkkkk sayang?
Berlian menatap keduanya kemudian berkata dalam hati.
"Ujian apa lagi yang kau berikan ya Allah.." ucap Berlian dalam hati..
__ADS_1
Berlian berpura pura tersenyum dan kemudian mendekati ke dua orang yang sangat penting untuknya.
Amar menatap ke arah Berlian kemudian mencari sesuatu di dalam sorot mata indah itu..
"Apakah dia tidak cemburu aku bersama wanita lain?" ucap Amar dalam hati...
Berlian menunjukan gaun yang sangat indah hasil dari rancangannya..
"Lihatlah gaun ini indah bukan?" ucap Berlian dengan lembut..
Fani yang merasa emosi karena tak melihat kemarahan di mata Berlian pun enggan untuk berkomentar..
"Sayang kita ketempat yang lain aja yuk, malas di sini harus lihat kakak tiriku yang menyebalkan ini." ucap Fani sembari menarik tangan Amar..
Amar merasa sangat bersalah setelah tahu bahwa Fani adalah Adik dari Berlian.
"Apa dia kakak kamu?" ucap Amar pelan..
"Iya Istri kamu itu kakak tiriku." ucap Fani dengan sewot lalu keduanya pergi dan menghabiskan waktu bersama.
Sementara itu airmata Berlian sudah tak dapat di bendung lagi, airmata yang telah lama Berlian simpan kini tertumpah sudah..
"Kenapa harus adikku yang kau jadikan selingkuhanmu Mas, kenapa?" ucap Berlian dengan penuh kekecewaan..
Hatinya sakit namun tak berdarah..
"Ya Allah sungguh indah sekenario hidup yang Engkau berikan kepadaku, kau mempertemukan aku dengan lelaki yang kini aku cintai namun kau menggoreskan luka di atas cinta yang ku miliki, kenapa?"ucap Berlian dalam hati sembari menahan pedih hatinya..
__ADS_1