DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 111_s2


__ADS_3

Ayah Wiguna pun masih tak percaya dengan apa yang di dengar nya? Baru lima belas menit yang lalu sang putra masih berbincang dan bergurau v dengan nya di pagi hari tadi tapi sekarang?


"Apa putraku kecelakaan?" tanya Ayah Wiguna sembari menitipkan airmata.


"Benar Pak, dan kondisinya kritis kami harap Bapak dan semua keluarga bisa kerumah sakit." ucap Sang Suster dari sebrang sana..


"Baik kami akan segera sampai, di rumah sakit mana?" tanya Ayah Wiguna panik..


"Rumah sakit Harapanku." ucap Sang Suster kemudian memutuskan sambungan telfonnya.


Dalam waktu yang lumayan singkat kini Bunda Hesti dan Ayah Wiguna telah sampai di rumah sakit harapan,


"Bagaimana kondisi putra saya Dok?" tanya Ayah Wiguna dengan suara yang serak..


"Dia kritis Pak, dan dia harus sesegera mungkin untuk melakukan tranfusi karena dia juga mengalami pendarahan yang sangat hebat?" ucap Sang Dokter menjelaskan...


Ayah Wiguna bingung, darimana dia bisa mencari donor darah yang benar benar benar cocok?


"Lakukan yang terbaik untuk putra saya Dok?" ucap Ayah Wiguna lalu dengan cepat Ayah Wiguna pergi meninggalkan Rumah sakit.

__ADS_1


Kini terlihat Bunda Hesti terpuruk dalam dilema melihat sang putra terbaring tak berdaya di dalam ruang ICU..


"Putraku kamu harus kuat, Bunda menyayangimu Nak." ucap Bunda Hesti dengan menitikan airmata.


Sementara itu Ayah Wiguna pergi menuju rumah sang Ayah, hatinya gelisah melihat kondisi sang putra, dia ingin menyelamatkannya dan dia ingin Amar kembali sembuh..


Tanpa mengetuk pintu tanpa permisi Ayah Wiguna langsung menuju ke kamar Ayahnya.


"Ayah...." panggil Ayah Wiguna dengan lantangnya.


"Alam kamu ada apa kenapa kamu menjadi tidak sopan seperti ini? Ada apa?" tanya Tuan Sandy dengan wajah yang kurang enak..


Ayah Wiguna tak menjawab melainkan langsung bersujud di kaki sang Ayah..


Tuan Sandy kaget mendengar pertanyaan sang putra.


"Untuk apa kamu bertanya tentang hal itu lagi, bukankah Ayah sudah bilang anggap dia sebagai anak kandungmu dan jangan ungkit lagi jika dia hanya anak angkat." ucap Tuan Sandy sembari duduk di atas tempat tidurnya..


Ayah Wiguna menarik nafas lalu membuangnya dengan kasar..

__ADS_1


"Amar kecelakaan Ayah, kini dia kritis dia memerlukan donor darah dan hanya dari keluarga kandungnya nyawanya bisa di selamatkan." ucap Ayah Wiguna sembari menunduk sedih..


Bagai di sambar petir pada tengah hari Tuan Sandy langsung bangkit dari duduknya kemudian memang bahu sang putra..


"Kamu jangan bercanda Alam, katakan jika itu bohong. Cucuku tidak apa apa kan?" tanya Tuan Sandy panik..


Ayah Wiguna bangkit dari duduknya kemudian mengangguk..


"Itu benar Ayah, Amar kecelakaan ketika dia hendak mengunjungimu pagi tadi dan dia sekarang kritis. Alam mohon sama Ayah katakan dimana keluarganya Alam mohon Ayah ini demi nyawa Amar." ucap Ayah Wiguna kini sembari menitikan airmata..


Tuan Sandy langsung lemas dan kembali terduduk di atas tempat tidurnya dia masih tidak percaya jika Amar cucu Rahman kini sedang sekarat..


"Ayah Alam mohon turunkan ego Ayah, kasihanilah Amar Ayah, Alam mohon." ucap Ayah Wiguna sembari memegang kedua lutut sang Ayah..


Tuan Sandy sendiri masih bingung, pikirannya kosong dia bingung harus melakukan apa?


Apakah dia harus menemui Rahman dan mengatakan segalanya mengatakan bahwa dialah yang telah menculik Grahadi..


Tapi jika tidak dia lakukan maka nyawa Amar yang menjadi taruhannya, rasa sayang Tuan Sandy kepada Amar mampu menepiskan segala egonya, buat dia sekarang Amar harus bisa mendapatkan pendonor secepatnya.

__ADS_1


"Kamu kerumah sakit saja tunggu Ayah disana. Ayah janji Amar kita akan baik baik saja." ucap Tuan Sandy sembari berdiri dan mengambil pakaian kemudian menggantinya..


Dengan langkah yang gontai kini Ayah Wiguna kembali ke rumah sakit untuk melihat kondisi Amar dan juga menemani sang istri. Sedangkan Tuan Sandy memantapkan hatinya dan membuang semua ke egoisannya demi menyelamatkan Amar, menyelamatkan nyawa cucu sahabatnya yang tak lain tak bukan adalah cucu kandungnya sendiri...


__ADS_2