DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 112_s2


__ADS_3

Tuan Sandy bersiap lalu pergi meninggalkan rumah kemudian membulatkan niatnya untuk menemui Rahman sang sahabat...


Dalam perjalanan Tuan Sandy berfikir antara manu atau mundur, namun dia mengingat kondisi Amar kemudian Tuan Sandy pun membulatkan niatnya..


Ketika sampai di depan rumah keluarga Prawira ada perasaan ragu kembali menjalar dari hati lelaki tua itu.


"Jika aku tidak masuk dan menemuinya maka Amar akan.." ucapannya terpotong.


Dengan niat yang membulat kini Tuan Sandy pun menekan bel dan tak lama setelah itu seorang Asisten rumah tangga membukakan pintu..


"Maaf Tuan mencari siapa?" tanya seorang Asisten dengan ramahnya..


"Tuan Rahman ada? saya Sahabatnya." ucap Tuan Sandy lirih..


Belum sempat Asisten itu menjawab, tiba tiba Berlian datang..


"Siapa Mbk?" tanya Berlian dengan lembut?


Kakek Sandy." ucap Berlian kemudian..


Tuan Sandy menatap keadah Berlian kemudian tersenyum.


"Nak Berlian?" ucap Tuan Sandy lirih..


Setelah itu Tuan Sandy masuk dan menunggu di ruang tengah.


"Kakek ada apa kesini?" tanya Berlian dengan lembut..


"Jika boleh Kakek ingin menemui suamimu dan Opa Rahman." jawab Tuan Sandy sembari menundukan wajahnya..


Berlian melihat ada sesuatu di mata lelaki tua itu, dengan cepat Berlian memanggil sang suami dan juga Opa Rahman...

__ADS_1


Opa Rahman sangat kaget melihat sahabatnya mau menginjakan kaki di rumahnya...


"Sandy apa gerangan yang membawanya kesini?" gerutu Opa Rahman dalam hati..


Dengan santai Opa Rahman mendekat kearah Sandy dan kemudian duduk di sebelah Graha..


"Ada gerangan apa yang membawamu kemari?" tanya Opa Rahman dengan wajah yang serius..


Tuan Sandy masih diam, belum sepatah katapun yang keluar dari mulutnya, perasaan grogi dan takut terjadi kekacauan masih menyelimuti hatinya. Namun di saat Sandy mengingat Amar dia pun mencoba melawan semuanya..


Sandy bangun dari duduknya kemudian bersujud do hadapan Rahman, hal itu membuat Rahman kaget bahkan syok..


"Rahman maafkan aku, aku mohon tolonglah aku. Aku memerlukan bantuan mu dan juga Graha." ucap Tuan Sandy sembari memegang lutut sang sahabat..


Rahman menatap kearah sang sahabat kemudian memegang bahu sahabatnya untuk pertama kalinya setelah hampir 34 tahun...


"Bagunlah, apa yang kamu inginkan dari kami katakanlah." ucap Opa Rahman mencoba setenang mungkin..


"Amar mengalami kecelakaan." ucap Tuan Sandy pelan.


Berlian dan Graha kaget mendengar kabar buruk yang di ucapakan oleh Tuan Sandy.


"Mas Amar kenapa Kakek?"tanya Berlian sedikit panik.


Tuan Sandy tidak menjawab pertanyaan Berlian.


"Rahman aku mohon tolonglah Dia, Aku akan melakukan apapun asalkan kalian mau menyelamatkan nyawanya, bahkan jika kamu mau menuntut ku ke penjara setelah ini aku ikhlas." ucap Tuan Sandy sembari menatap sahabatnya..


Opa Rahman tak mengerti dengan maksud dan ucapan sahabatnya itu..


"Apa maksud kamu? Amar adalah cucumu dan apa yang bisa kami lalukan?" jawab Opa Rahman.

__ADS_1


"Maafkan aku Rahman jika aku banyak melakukan dosa terhadapmu, Amar itu... Amar itu..." ucap Tuan Sandy terpotong..


"Amar itu siapa Paman?" tanya Graha ikut menimpali...


Wajah Tuan Sandy tertunduk kemudian sebuah nama yang mereka rindukan dan cari selama ini keluar dari mulut lelaki yang kini sedang mengakui kesalahannya.


"Amar adalah Grahadi." ucap Tuan Sandy pelan..


Opa Rahman langsung bangkit dari duduknya ketika mendengar nama Grahadi terucap..


"Apa maksud kamu Sandy, jadi kamu yang telah menculik cucuku selama ini? Kenapa kamu melakukan ini Sandy kenapa? Kenapa kamu tega membuat putriku begitu menderita ketika harus kehilangan Grahadi." ucap Opa Rahman dengan penuh emosi..


Graha dan Berlian pun kaget setelah mendengar bahwa Amar adalah Grahadi.


"Aku akan menjelaskan semuanya bahkan jika setelah ini kalian mau memasukanku ke penjara aku ikhlas, tapi aku mohon Rahman selamatkan Amarku,." ucap Taun Sandy memohon..


Graha mencoba menenangkan sang Opa dan kemudian berbicara dengan tenang.


"Opa, Opa sabar dulu kita dengarkan dulu penjelasan Paman Sandy." ucap Graha sembari memegang bahu sang Opa..


Opa Rahman pun menurut dan kemudian kembali duduk..


Tuna Sandy masih mencoba untuk berbicara.


"Aku mohon Rahman selamatkan cucumu, aku mohon Rahman, hanya kamu atau Graha yang bisa menyelamatkannya, aku mohon." ucap Tuan Sandy sembari menitikkan airmata untuk pertama kalinya..


Opa Rahman mengambil nafas panjang kemudian membuangnya dengan perlahan..


"Dimana anakmu?" tanya Opa Rahman dengan tiba tiba.


"Dia di Rumah sakit bersama Hesti." ucap Tuan sandy singkat..

__ADS_1


"Kita kerumah sakit sekarang." ucap Opa Rahman sembari berdiri kemudian berlalu pergi kedalam kamarnya untuk bersiap...


__ADS_2