DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 51


__ADS_3

Fani yang tiba tiba pingsan di koridor rumah sakit pun jadi tontonan banyak orang, dan tak lama setelah itu Bunda Risa datang dan langsung berteriak histeris melihat Fani yang tak sadarkan diri..


Selang beberapa menit kemudian perawat datang dan membantu Fani kembali ke kamarnya dan kembali mendapatkan perawatan..


Dan beberapa jam kemudian Fani sadar dan menangis Fani berkata kepada Bundanya dia ingin mencari Kak Lian dan meminta maaf Fani pun menceritakan tentang mimpinya bertemu sang Ayah yang menangis karena melihat putri kesayangannya Berlian terbuang.


Airmata Bunda Risa pun tak dapat di bendung lagi, penyesalan kini datang di dalam hatinya, hanya karena sebuah kesalahpahaman keluarganya hanvmcur dan saling membenci..


"Ini salah Bunda, jika saja dulu Bunda gak kegabah menuduh Berlian penyebab semuanya mungkin keluarga kita masih utuh, masih ada Ayah, ada Lian, ada Bunda dan juga kamu." ucap Bunda Risa sembari memeluk Fani..


Fani pun tak kuasa menahan kesedihan di hatinya. "Bunda seandainya keluarga Wiguna mau memasukan Fani ke penjara aku harap Bunda ikhlas ya."ucap Fani dengan memeluk sang Bunda dengan eratnya..


"Iya sayang Bunda akan selalu asa di belakang Fani." ucap Bunda Risa pelan..


Kini Fani dan Bunda Risa hanya bisa pasrah dengan apa yang akan menimpa mereka nantinya..

__ADS_1


Setelah tenang Amar dan Bunda Hesti kembali ke kamar Fani dan kemudian mereka berbicara dengan kepala dingin..


"Fani kami memaafkanmu tapi kami minta kamu harus menjauh dari keluarga kami." ucap Bunda Hesti pelan..


Sedangkan Amar hanya diam tanpa kata kini Amar merasa bahwa takdir sedang mempermainkan dirinya mempermainkan seorang Amar Ardiansyah Wiguna.


"Mas Amar maafkan Fani.." ucap Fani pelan..


"Maaf Fani pintu maaf ku telah ku tutup untukmu,kamu telah terlalu dalam menyakiti hatiku, dan jangan lupa ambil barang barangmu secepatnya dari rumahku atau aku akan membuangnya ke tempat samah." ucap Amar tanpa menoleh kearah Fani..


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Dilain tempat dan di kehidupan Berlian kini sudah mulai merintis usaha dari uang yang di pinjamkan oleh Graha. Berlian membuka usaha kuliner sesuai saran dari Graha dan rencananya Berlian juga mau membuka butik.


Graha yang saat itu baru sedang berada di Jakarta pun tak mau lama lama meninggalkan Berlian sendirian di Bali, buat Graha kini Berlian adalah prioritasnya.

__ADS_1


Graha menghubungi Berlian lewat sambungan video whatsapp..


Berlian nampak sangat cantik hari ini dengan mengenakan dress berwarna putih dengan rambut yang terurai..


"Lian kamu terlihat berbeda hari ini?" ucap Graha pelan.


"Apanya yang berbeda Mas?" ucap Berlian tak mengerti.


"Sudahlah lupakan saja, oh iya lusa aku baru kembali aku masih menemani Opa disini." ucap Graha dengan tersenyum.


Berlian pun membalas senyuman Graha dan itu membuat janting graha berdetak 100 kali lebih kencang..


"Lian senyum itu, senyum itu membuat jantungku berdetak dengan sangat kencang Lian, seandainya aku memiliki keberanian untuk mengatakan bahwa aku ingin menjagamu di sisa hidupku, aku ingin menjadikanmu teman hidupku, teman dikala senang dan teman di kala susah. Namun lidahku selalu kelu ketika aku menatap wajahmu." ucap Graha di dalam hati..


Berlian merasa bingung dengan sikap Graha namun Berlian sendiri tak menganggap bahwa itu cinta, mungkin itu hanya karena Berlian sudah dianggap oleh Graha seperti adiknya sendiri...

__ADS_1


(Nanti malam di lanjut lagi ya semuanya, maaf jika makin kacau soalnya Author lagi banyak kerjaan sekarang, keep healty semuanya..)


__ADS_2