DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 139


__ADS_3

Berlian tersenyum melihat kepintaran Aya yang semakin hari semakin pintar..


"Bunda kata Opa, Aya sudah pintar.." ucap Aya dengan polosnya..


"Iya anak Bunda memang pintar." ucap Berlian sembari tersenyum...


Aya merasa sangat senang mendapat pujian dari sang Bunda dan sang Opa.


"Terima kasih Bunda, terima kasih Opa." ucap Aya sembari memeluk Berlian..


Opa Rahman pun tersenyum senang, kini keluarga Graha sangat bahagia dengan kehadiran cahaya di tengah tengah mereka...


"Opa sangat bahagia melihat keutuhan keluargamu Lian, Opa berharap kalian akan selalu bersama sampai ajal yang memisahkan mu dengan Graha..


Tapi Opa merasa sedih karena sampai sekarang Amar belum juga dapat pendamping lagi." ucap Opa Rahman sembari tertunduk sedih..


Berlian menatap kearah sang Opa dan kemudian menyuruh Cahaya untuk bermain di kamarnya..


"Aya sayang, Aya main di kamar dulu ya Bunda mau bicara sama Opa." ucap Berlian dengan lembut..


"Baik Bunda." ucap Aya sembari berlalu dengan berlari kecil kearah kamarnya..


Setelah Aya pergi, Berlian menghampiri Opa Rahman yang nampak sedih..

__ADS_1


"Opa,, Opa jangan sedih percayalah suatu saat nanti Mas Amar pasti akan mendapatkan pendamping yang akan bisa menerima dia apa adanya. Opa berdoa saja ya, dan lagi pula sekarang Lian lihat Mas Amar sedang dekat dengan Salsa." ucap Berlian mencoba memberi tahu Opa Rahman..


Mendengar nama Salsa, Opa Rahman menatap kearah Berlian..


"Apakah kamu serius Amar mencintai Salsa?" tanya Opa Rahman menyelidik..


"Lian belum tahu pasti Opa, tapi setahu Lian Mas Amar sering banget curi pandang saat melihat Salsa." ucap Berlian.


Opa Rahman merasa sangat senang karena Opa Rahman sangat tahu tentang siapa Salsa. Gadis baik baik yang sedari dulu telah menganggapnya seperti Opa sendiri..


"Jika kamu benar maka kita harus menyatukan Salsa sama Amar, Opa akan melakukan apapun." ucap Opa Rahman sembari berfikir sesuatu..


Berlian menatap ke arah Opa Rahman yang sedang memikirkan sesuatu..


"Apa yang sedang Opa pikirkan? Opa tidak sedang memikirkan hal yang aneh bukan?"tanya Berlian sedikit curiga..


"Opa mau ke kamar dulu ya Lian." ucap Opa Rahman sembari tersenyum...


Opa Rahman pergi meninggalkan Berlian yang masih terdiam di meja makan..


Dalam hati Berlian merasa bahagia karena bisa membuat Opa Rahman merasa senang pada hari inu..


"Lian juga sangat berharap semoga Mas Amar bisa bersatu dengan Salsa di kemudian hari dan semoga saja Salsa adalah jodoh terahir yang Allah kasih buat Mas Amar." ucap Berlian dalam hati..

__ADS_1


Setalah menyuruh Asisten rumah tangganya merapikan meja makan Berlian bersiap untuk mengunjungi pengantin baru di rumah barunya.


Karena setelah Fani menikah Bunda Risa di minta untuk tinggal bersama Berlian dan Graha..


Berlian berserta Aya pergi ke rumah Fani untuk menjemput sang Bunda, walaupun Bunda Risa hanyalah seorang Ibu tiri namun kasih sayang Berlian sangatlah besar sehingga mampu mengalahkan apapun..


Sesamapinya di rumah Fani, Berlian di sambut dengan sangat hangat oleh sang Bunda dan juga Fani beserta suaminya..


Aya nampak senang setelah bertemu dengan Vano tanpa bertanya Aya langsung mengikuti Vano yang sedang berada di ruang tengah kemudian menunjukan boneka beruang yang di berikan oleh Amar kepada Vano..


Vano dan Aya nampak senang mereka bermain bersama hanya senyuman kebahagiaan yang terpancar di wajah dua anak kecil itu..


Fani tersenyum bahagia melihat kelucuan Vano dan Aya..


"Fan kamu kenapa?" tanya Berlian yang kala itu sedang berbincang di ruang tamu..


"Aku bahagia kak melihat kebahagian mereka." ucap Fani sembari menatap Aya dan Vano..


Berlianpun tersenyum..


"Kamu harus mendidik Vano dengan baik ya Fan itu permintaan kakak, anggaplah Vano seperti putra kandungmu sendiri." ucap Berlian sembari tersenyum..


"Iya Kak Fani janji Fani akan menyayangi Vano melebihi Fani menyayangi diri Fani sendiri karena Fani sangat menyayangi nya." ucap Fani dengan senyuman yang penuh kebahagian..

__ADS_1


Note:Hai semua redersku terima kasih ya untuk support kalian atas karya author yang masih banyak sekali kekurangannya ini. Dengan bab ini author nyatakan karya ini tamat ya, tapi jangan khawatir author akan rilis lagi seson 3 nya tapi mungkin dengan judul yang berbeda, tentunya tentang kelanjutan hubungan Amar dan Salsa.


Di tunggu ya semuanya terima kasih salam sehat selalu...


__ADS_2