
Amar mulai belajar tentang agama dan mulai belajar sholat... Amar mulai merasakan ada ketenangan dalam dirinya..
"Mas Amar kenapa menangis?" tanya Alif yang melihat airmata Amar menetes..
"Gak apa apa Mas Alif saya hanya merasakan ketenangan yang tak pernah saya rasakan sebelumnya." ucap Amar sembari tersenyum..
Alif merasa senang mendapatkan kawan satu sel yang menurutnya sangat baik itu..
Amar dan Alif saling bercerita tentang kehidupan masing masing dan Amar juga menceritakan tentang kehidupannya..
"Kenapa Mas Amar bisa senekad itu memperistri dua wanita sekaligus? Apakah Mas dulu adil terhadap mereka?" pertanyaan Alif menjadi pukulan buat Amar..
Amar mengingat dengan jelas bahwa dirinya tak pernah adil terhadap Berlian malah justru menolehkan luka yang dalam di kehidupan Berlian..
"Itu kesalahanku, dan aku sangat menyesalinya." ucap Amar sembari tertunduk malu..
Alaif pun tak dapat menyalahkan Amar sepenuhnya, karena Alif tahu manusia hanyalah mahluk pendosa sedangkan kesempurnaan hanya milik Allah..
"Yang sabar ya Mas semua sudah ada jalannya masing masing." ucap Alif dengan tersenyum..
__ADS_1
Amar merasa senang bisa mengenal Alif sosok laki laki yang begitu baik dan juga sangat ramah..
"Terima kasih ya Mas, dan tolong bantu saya untuk mengenal Allah." ucap Amar dengan bersungguh sungguh..
🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿
Sementara itu Graha dan Berlian telah sampai di d rumah yang Berlian tempati wajah murung Berlian masih terlihat jelas...
"Sudah sayang kamu jangan stres kamu belum pulih, istirahatlah dan aku akan mengganti perban di kepalamu." ucap Graha dengan penuh kelembutan..
Berlian masih diam tanpa berkata apapun..
"Mas apakah Mas Amar akan di penjara dalam waktu yang lama?" tanya Berlian pelan..
"Mas kurang tahu, tapi mungkin bisa sampai 7 tahun sayang? Kenapa apa kamu masih memikirkannya?" tanya Graha sedikit merasakan kecemburuan di hatinya..
Berlian baru menyadari bahwa di hadapannya kini adalah laki laki yang telah dengan tulus menyayangi nya dan selalu melindunginya mungkinkah ucapnya membuat hati Graha terluka.
"Mas maafkan Lian, bukan itu maksud Lian. Lian hanya kasihan sama Bunda Hesti pasti dia akan syok karena Bunda Hesti adalah orang yang paling baik." ucap Berlian pelan..
__ADS_1
Graha menyadari mungkin sikapnya membuat Berlian menjadi serba salah..
"Iya sayang enggak apa apa, Maaf ya jika Mas cemburu karena kamu masih memikirkan mantan suami kamu. Ya sudah lupakan semua itu dan kini kamu istirahat aku akan menemanimu sampai kamu terlelap." ucap Graha sembari tersenyum..
Berlian pun menjadi lega setelah mendengar ucapan Graha dan Berlian sangat bahagia karena bisa dicintai oleh seseorang yang begitu baik dimatanya..
"Iya Mas.." ucap Berlian sembari tersenyum..
Hari berganti hari dan hari berganti minggu kini acara pernikahan Graha dan Berlian tinggal menghitung hari, pernikahan yang luar biasa akan di gelar pernikahan cucu dari Pengusaha sukses Rahman Prawira yang terkenal memiliki usaha di banyak bidang..
Kabar mengenai pernikahan Berlian dan Graha pun tak luput menjadi sorotan media dan wajah LianHa kini menghiasi layar televisi..
Bunda Risa melihat kabar tentang Berlian airmatanya menetes dengan sendirinya..
"Selamat berbahagia putriku, maafkan Bunda dan adikmu yang telah membuat kamu terluka selama ini, doa baik selalu untukmu putriku." ucap Bunda Risa tak kuasa menahan tangis..
Begitupun dengan Fani, Fani yang kala itu sedang melakukan kerja bakti di sel melihat berita tentang rencana pernikahan Berlian dan Graha wajah Fani berubah bahagia. karena semenjak 5 tahun terahir semenjak peristiwa itu Fani tak pernah lagi melihat Berlian...
"Selamat berbahagia Kakaku aku selalu mendoakan mu maafkan adikmu yang tak tahu malu ini, doa baik selalu ku panjatkan untukmu.." ucap Fani dengan lirih tak terasa airmatanya menetes membasahi wajah putihnya..
__ADS_1