DERITA ISTRI PERTAMA

DERITA ISTRI PERTAMA
Bab 84_s2


__ADS_3

Opa Rahman masih mengurung diri di dalam kamarnya, hatinya masih terasa perih setelah melihat Alamsyah seolah dirinya mengingat kembali peristiwa 30 tahun yang lalu peristiwa di mana dia harus melihat Sang Putri menderita akibat perbuatan Alamsyah.


Masih Membekas Di ingatan Opa Rahman saat melihat Maheswari sang Putri ditinggalkan begitu saja oleh Alamsyah, ketika itu Maheswari sedang mengandung 1 bulan. Alamsyah lebih memilih Hesti sebagai pendamping hidupnya dan meninggalkan Maheswari atas permintaan Tuan Sandy.


Opa Rahman kembali menitikan air mata ketika melihat foto sang putri yang kala itu sedang menggendong Grahadi kecil, Opa Rahman masih mengingat dengan jelas bagaimana kondisi sang Putri dikala kehilangan Grahadi.


"Maafkan Ayah putriku, Ayah tak mampu menjaga anakmu bahkan hingga kini Ayah masih belum bisa menemukannya. Ayah berharap kamu mau memaafkan Ayah dan Ayah berjanji akan mencari Grahadi sampai ketemu." ucap Opa Rahman sembari memeluk foto Maheswari Sang Putri.


Acara penyambutan baby Aya pun berjalan dengan semestinya, walaupun Opa Rahman menyimpan begitu banyak rahasia namun dia tidak ingin acara baik untuk menyambut kepulangan sang cicit terganggu.


" Opa, Apakah Oppa baik-baik saja?" tanya Graha dengan sedikit cemas.


Opa Rahman tersenyum kemudian memeluk sang cucu.

__ADS_1


" Opa baik-baik saja, janganlah kalian memikirkan Opa ini hari baik untuk kalian hari dimana kalian telah menjadi orang tua. Pesan Opa satu jagalah baik-baik anak dan istrimu Jangan biarkan apapun terjadi kepada mereka, karena yang paling berharga bukanlah harta melainkan keluarga." ucap Opa Rahman sembari tersenyum.


Graha pun tersenyum kemudian memeluk lelaki paruh baya itu.


" Opa Jangan khawatir aku tidak akan pernah menyakiti hati berlian sedikitpun untuk alasan apapun. buat Graha Berlian dan Aya adalah segalanya tidak perduli Bagaimana kedepannya nanti yang pasti Graha ingin membuat Berlian dan Aya selalu bahagia." ucap Graha dengan serius.


Berlian pun merasa sangat senang setelah mendengar ucapan Graha, bagi Berlian Graha adalah Suami dan Ayah yang sangat baik.Bahkan Graha bisa menerima dirinya tanpa melihat bagaimana masa lalunya.


" Terima kasih Mas Graha, Kau adalah malaikat dalam kehidupanku saat ini dan aku berharap sampai kita menua nanti kita akan selalu bersama untuk mendidik anak-anak kita menjadi seseorang yang disegani banyak orang." ucap berlian sembari memeluk sang buah hati.


Dan hati Ayah Wiguna semakin hancur setelah mendengar bahwa Maheswari dan Ganjar sang suami telah meninggal dunia akibat kecelakaan yang mereka alami.


" Maafkan aku Mahesa, aku belum bisa meminta maaf kepadamu atas apa yang telah aku lakukan padamu dulu.Jujur aku sangat menyesal melakukan itu tapi ini semua keinginan dari Ayahku yang tidak mungkin bisa aku tolak. Aku berharap kamu tenang di alam sana dan aku berjanji akan melindungi putramu dari Ayahku." ucap Ayah Wiguna dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Setelah acara penyambutan baby Aya selesai, kini semua tamu undangan telah meninggalkan kediaman Prawira. Begitupun dengan Bunda Hesti dan Ayah Wiguna mereka berpamitan untuk pulang kepada Berlian dan Graha..


Ayah Wiguna menatap Graha dan membayangkan seolah dirinya melihat Maheswari, Bunda Hesti yang tidak pernah mengetahui tentang masa lalu Ayah Wiguna pun merasa heran dan bingung dengan apa yang dilakukan oleh sang suami.Bahkan Ayah Wiguna terlihat memeluk Graha seperti dirinya memeluk Amar Sang putra..


Ada rasa bingung di antara Bunda Hesti dan Berlian, masih jelas di ingatan Berlian tentang kejadian beberapa tahun yang lalu di saat Graha memasukkan Amar ke dalam penjara Ayah Wiguna mengatakan bahwa dirinya akan membuat perhitungan.Namun yang terlihat saat ini sangatlah berbeda terlihat ada sesuatu yang terpancar di kedua bola mata lelaki tua itu.


Graha sendiri pun merasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Ayah Wiguna, namun Graha mencoba untuk membuang semua perasaannya dan berpikir positif mungkin Ayah Wiguna sedang merindukan Amar Sang putra.


dari dalam sebuah ruangan terlihat Opa Rahman sedang mengamati mereka. Ingin rasanya Oppa Rahman mengatakan kepada Alamsyah bahwa dirinya memiliki anak dari Maheswari. Opa Rahman pun ingin meminta maaf atas apa yang telah ia lakukan.


Namun niatnya diurungkan disaat Opa Rahman mengingat bagaimana dulu Alamsyah menyakiti Sang Putri.Hancur rasanya hatinya harus melihat Sang Putri yang nyaris bunuh diri karena penghianatan yang Alamsyah lakukan.

__ADS_1


"Biarlah akan aku simpan rahasia ini bahkan sampai aku mati sekalipun lagi pula tujuan ku sekarang adalah mencari keberadaan Grahadi yang aku yakini bahwa dia masih hidup" ucap Opa Rahman pelan,kemudian beliau pergi meninggalkan semua orang dan memilih untuk berdiam diri di dalam kamar.


__ADS_2